Selasa, 05 Maret 2013

TUDUNG, PEMBATASAN, DAN PELAYANAN TUBUH


Watchman Nee

Pembacaan Alkitab:
Efesus 3:3-6; 2:15

PENUDUNGAN TUBUH

Kita sudah melihat, gereja adalah tubuh Kristus, tubuh ini memiliki suplai terhadap setiap anggota. Tidak hanya itu, tubuh ini juga memiliki perlindungan terhadap tiap anggota. Hal ini terlebih penting di dalam peperangan rohani. Di dalam kitab Efesus yang mengajarkan tentang tubuh Kristus, pasal 6 berbicara tentang peperangan rohani adalah persoalan gereja, bukan persoalan individu. “Kalian” harus mengenakan perlengkapan senjata rohani, bukan “kamu” harus mengenakan perlengkapan senjata rohani. Setan tidak takut perseorangan, yang dia takuti adalah gereja. Di atas batu karang ini Aku akan membangun jemaatKu dan alam maut tidak akan menguasainya. (Matius 16:18) Karena itu kita harus berdiri pada sikap sebagai tubuh untuk menghadapi setan. Di dalam doa pribadi kita, bagaimana bersandar pada iman; kita juga harus bersandar pada iman dengan berdiri pada sikap sebagai tubuh. Banyak orang Kristen jatuh di hadapan musuh, karena mereka berdiri sendirian. Pada kenyataannya, jika kita berdiri sendirian, kita sedang mengundang setan untuk datang menyerang kita.
Kita harus ingat, perlengkapan senjata rohani diberikan kepada gereja, bukan diberikan kepada individu. Tubuh Kristus yang mengenakan seluruh perlengkapan senjata. Di dalam tubuh, setiap anggota memiliki kekhususannya sendiri, kekhususan ini disatukan, menjadi seluruh perlengkapan senjata. Seorang saudara mempunyai iman, dia memiliki perisai iman; seorang saudara memiliki firman Allah, dia memiliki pedang Roh; seluruh perlengkapan senjata adalah kekhususan semua anggota yang disatukan. Maka, seluruh perlengkapan senjata di berikan kepada seluruh gereja, bukan diberikan kepada perorangan. Peperangan rohani, adalah peperangan seluruh anggota yang bersatu, bukan peperangan yang dilakukan oleh perorangan. Sebatang pohon mudah ditiup roboh, namun sebuah hutan tidaklah mudah. Setan senang mencari orang yang tidak memiliki perlindungan untuk diserang, yaitu orang yang terisolasi, orang yang sendirian untuk diserang. Siapa yang berada di bawa penudungan tubuh, dia memiliki perlindungan. Tubuh Kristus memiliki satu kegunaan, yaitu menudungi anggota-anggotanya. Kita semua membutuhkan penudungan tubuh, jika tidak kita akan terus terbuka di bawa serangan musuh. Orang yang sendirian juga mudah tertipuh, oleh karena hal ini kita juga memerluhkan penudungan tubuh. Kita harus selalu berhubungan dengan sesama orang percaya yang menjadi anggota. Kita tidak bisa tidak secara terus terang mengakui kita memerlukan tubuh, kita harus secara khusus memutuskan untuk datang kepada saudara saudari, memohhon bantuan mereka.
Tubuh Kristus adalah hal yang benar-benar nyata, bukan prinsip, bukan teori. Penudungan tubuh juga adalah hal yang benar-benar nyata, bukan prinsip. Ketika saya baru beroleh selamat, membaca dalam Alkitab hal mengenai memikul salib, saya mengira bisa mengingat ayat-ayat ini, adalah memikul salib, tidak mengingat berarti tidak memikul salib. Namun kemudian saya tahu, memikul salib bukan masalah ingat atau tidak, namun adalah kebenaran. Saat firman Allah menjadi hayat, baik ingat maupun tidak ingat, tidak akan mempengaruhi anda untuk memikul salib, karena firman ini telah menjadi hukum hayat, dan bukan hanya hukum Taurat dipermukaan. Tubuh Kristus juga adalah sebuah hukum hayat, anda masuk ke dalam hukum hayat ini, anda akan berada di dalam hukum hayat ini, anda bisa melihat penudungan tubuh adalah hal yang benar-benar nyata, bukan hukum Taurat dipermukaan.
Di dalam peperangan dunia, prajurit memerluhkan tudung lubang perlindungan, mereka tidak bisa menampakan diri; menampakan diri adalah paling berbahaya. Peperangan rohani juga sama, setiap anggota tidak bisa sendirian, tidak bisa memperlihatkan diri; kita hanyalah suatu anggota di dalam tubuh, butuh perlindungan dari saudara saudari sekalian. Ketika Musa mengangkat tangan berdoa bagi bangsa Israel, butuh bantuan Harun dan Hur, akhirnya, orang Israel mengalahkan orang Amalek. Jika Musa saja membutuhkan bantuhan saudara-saudara, terlabih lagi kita. Banyak orang melakukan sesuatu, tidak berunding dengan saudara saudari, berdoa, tapi melakukan seorang diri, ini tidak mengenal penudungan tubuh, akhirnya akan terjatuh. Kita harus belajar melihat kenyataan penudungan tubuh, dan berada di bawah penudungan tubuh, menerima perlindungan tubuh.
Orang yang memiliki pewahyuan tubuh dan orang yang tidak memiliki pewahyuan tubuh, di sini letak perbedaannya; orang yang mengenal tubuh hanya sebagai prinsip, mungkin akan mencari pendapat dan penudungan tubuh, namun dia melakukan ini hanya sebagai semacam peraturan, bukan hayat. Ketika di teringat, dia akan melakukannya, namun dia mudah melupakannya. Orang yang melihat realitas tubuh, dan dalam praktek masuk ke dalam ruang lingkup tubuh, mereka tidak mungkin lupa. Mereka bertindak menurut prinsip tubuh, secara alamiah, karena itu adalah hayat mereka.

PEMBATASAN TUBUH

Kalau anda hanya seorang percaya,  anda bisa bertindak sesuai segala keinginan anda, namun jika anda adalah suatu anggota dari tubuh Kristus, anda harus menerima pembatasan dari anggota lainnya. Di sini dibutuhkan salib. Salib menuntun pada tubuh, salib juga bekerja di dalam ruang lingkup tubuh. Jika saya cepat, orang lain lambat, saya tidak bisa mempertahankan kecepatan saya, saya harus menerima pembatasan dari anggota yang lambat itu. Kalau saya adalah nabi, saat ingin memberitakan Injil kepada orang yang belum diselamatkan, saya harus memberikannya kepada pemberita Injil, saya tidak bisa merasa karena saya memiliki karunia sebagai nabi, harus melakukan semua pekerjaan pemberitaan Injil. Kita masing-masing menerima karunia, yaitu karunia yang Kristus ukurkan bagi masing-masing orang. (Efesus 7) kita masiing-masing tahu ukuran diri sendiri, dan lagi tidak melebihi ukuran ini, ini adalah hal paling mendasar, bagi pertumbuhan tubuh.
Tubuh Kristus bukan hanya tudung bagi anggota-anggota, tubuh Kristus juga memiliki pembatasan bagi masing-masing anggota. Setiap orang Kristen hanyalah suatu anggota di dalam tubuh Kristus, karena itu perlu menerima pembatasan tubuh. Kita tidak boleh berbuat menurut kebebasan diri sendiri, perlu belajar bersatu dengan saudara saudari yang lain. Sifat khusus dan keunikan individu, tidak dapat digunakan di dalam gereja. Setiap anggota perlu menghormati bakat alamiah anggota lainnya, dan setia di dalam bagiannya itu; dan lagi, setiap anggota harus tahu kapasitasnya sendiri, tidak melihat dirinya sendiri lebih dari apa yang seharusnya, dengan begini tidak akan ada serakah, tidak ada ambisi, ambisi terhadap apa yang dilakukan oleh orang lain. Paulus di 2 Korintus 10:14 berkata, “Sehingga kami tidak melewati batas daerah kerja kami, seolah-olah kami belum sampai kepada kamu.” Namun, hari ini banyak orang tidak melihat berapa ukuran dirinya, akhirnya, melampaui ukurannya sendiri. Melebihi ukurannya sendiri, berarti menginjak orang lain; melampaui ukurannya sendiri, berarti menendang orang lain; melampaui ukurannya sendiri, berarti memeras orang lain, merampas bagian anggota lain. Jika di dalam gereja banyak terdapat orang seperti ini, akan ada orang yang berkembang, dan ada orang yang mengkerut. Akhirnya, jemaat akan menderita kerugian. Kita tidak boleh menjadi orang seperti ini, kita harus kembali ke dalam kedudukan tubuh, menerima pembatasan tubuh, baru tidak akan membuat gereja menderita kerugian.

PELAYANAN TUBUH

Di dalam hubungan tubuh, bukan hanya menerima bantuan dari anggota lain, juga termasuk membantu anggota lain. Fungsi maksimal tubuh adalah saling berhubungan saling berhubungan adalah sifat khusus tubuh. Orang yang berbicara di mimbar juga menerima suplai dari orang yang duduk mendengar, suplai tidak bisa hanya dari satu sisi. Yang berdiri di mimbar perlu orang yang duduk mendengar, begitu juga orang yang duduk mendengar perlu orang yang berdiri di mimbar. Orang yang hanya duduk atau menjadi penonton, berlawanan dengan hayat tubuh. Setiap orang Kristen, memiliki bagiannya di dalam persekutuan, perlu menyuplai anggota lain; suplaian ini adalah tugas anggota, yaitu fungsi anggota, juga merupakan hubungan hayat. Setiap anggota tidak bisa berhenti dari hubungan ini, jika anda berhenti dari hubungan ini, hayat tidak akan mengalir, anda akan menjadi beban bagi tubuh. Jika ada orang yang merasa tidak perlu bicara, hanya diam, bersikap sopan, hanya menerima dari orang lain, dari dulu tidak menimbulkan masalah, tidak melakukan kesalahan, orang seperti ini adalah orang yang tidak mengenal apa itu tubuh. Setiap anggota di dalam tubuh harus memiliki suplai, memiliki hubungan, berfungsi maksimal. Ini adalah hukum tubuh. Suatu anggota sebagai komponen tubuh begitu tidak berfungsi maksimal, tubuh akan menderita kerugian, begitu juga, di dalam tubuh Kristus juga demikiam.
Di dalam persekutuan, setiap anggota harus berfungsi maksimal menurut pimpinan Roh Kudus. 1 Korintus 14:26 berkata, yang seorang mazmur, yang lain pengajaran, atau pernyataan Allah…..tetapi semuanya itu harus dipergunakan untuk membangun. Namun, banyak orang datang bersekutu, seperti hanya datang untuk meninjau. Ada orang duduk di sana tidak berkata sepatahpun, ini menjadi beban bagi tubuh. Karena itu Tuhan berkata kepada orang Farisi, jika umatNya tidak bersukacita, memuji Allah, batu-batu ini akan berteriak. Tidak berfungsi maksimal di dalam gereja adalah tidak normal, tidak diperkenanankan Allah. Setiap kali persekutuan, kita harus masuk ke dalam persekutuan; juga setiap orang percaya juga memiliki bagian aliran hayat. Jika anda tidak bersekutu, berarti anda menghentikan hayat Allah, persekutuan akan mati di tangan anda. Saya sering bertanya kepada orang-orang yang datang bersama memecahkan roti untuk mengingat Tuhan, kalian datang untuk meninjau, atau untuk bersekutu? Barangsiapa yang menghentikan hayat Allah, tidak hanya membawa kematian masuk ke dalam persekutuan, namun juga membawa kematian kepada dirinya sendiri. Saat persekutuan gereja, suplai apa yang anda bawah untuk anggota anda?
Suatu anggota tidak berfungsi maksimal, tidak hanya anggota lain menderita kerugian, anggota tersebut juga akan menjadi miskin. Saya memberi pada orang lain, diri sendiri lebih diperkaya; saya meredahkan kehausan orang, berarti meredahkan lapar dan haus diri sendiri, seperti apa yang Tuhan lakukan terhadap wanita dalam Yohanes 4. Tuhan sendiri lapar dan haus, setelah Dia meredahkan kelaparan dan kehausan rohani wanita itu, kehausanNya sendiri juga redah. Karena itu, setelah murid-murid kembali dari membeli makanan, Dia berkata, “PadaKu ada makanan yang tidak kamu ketahui.” (ayat 32) Dia menyuplai untuk orang, diriNya sendiri juga mendapatkan suplai. Kapan kita sendiri ingin kenyang, sebaliknya akan lapar; jika kita terlebih dulu mengenyangkan orang lain, kemudian diri sendiri juga pasti akan kenyang. Saat kita memikul beban orang lain, beban kita sendiri akan menjadi ringan.
Banyak orang menyalahkan persekutuan ini tidak baik, persekutuan itu tidak baik, namun tidak mengetahui sikap bagaimana yang dirinya miliki. Kapan kita berhenti berfungsi maksimal, saat itulah hayat Allah berhenti. Kita datang ke persekutuan, harus berbicara, memasukan hayat, memaksimalkan tugas tubuh. Suatu kali saya berkotbah di suatu tempat, di dalam persekutuan tidak bergaira, namun di sana ada seorang saudari yang memberi saya bantuan yang besar, karena dia sangat memberi reaksi dengan perkataan saya. Dia sering berkata amin terhadap perkataan saya, atau wajahnya sangat menunjukan ekspresi, menyatakan bahwa dia menerima perkataan saya. Saya terbebas oleh karena reaksinya, oleh sebab itu firman Allah juga terbebas oleh reaksinya.
Mohon Allah membuat kita melihat, setiap kita memiliki bagian di dalam persekutuan. Kita tidak dapat berbicara tentang tubuh di mulut saja, harus di dalam kehidupan menyatakan tubuh. Tubuh Kristus bukan prinsip, tubuh Kristus adalah sebuah hayat yang benar-benar nyata. Allah ingin kita masuk ke dalam hayat tubuh, bukan menerima prinsip tubuh. Yang harus kita terima adalah hayat tubuh, bukan prinsip tubuh. Seperti Martin Luter bukan menerima prinsip dibenarkan karena iman, namun menerima hayat dibenarkan karena iman. Karena itu jabatannya memiliki kuasa, dibenarkan karena iman yang dia bicarakan bukan prinsip, namun realitas hayat. Hari ini kita harus menerima pewahyuan, melihat realitas tubuh Kristus, masuk ke dalam hayat tubuh. Dengan begitu kita akan melihat, kita adalah suatu anggota di dalam tubuh Kristus, kita memerluhkan penudungan tubuh, menerima pembatasan tubuh, dan lagi harus berfungsi maksimal di dalam tubuh, menyuplai anggota lainnya, membuat hayat tubuh dapat mengalir.


Berlanjut ke : KUASA TUBUH

Berlanjut ke :

Tidak ada komentar:

Posting Komentar