Watchman Nee
Pembacaan Alkitab:
Efesus 3:3-6; 2:15
PENUDUNGAN TUBUH
Kita sudah melihat, gereja adalah tubuh Kristus, tubuh ini
memiliki suplai terhadap setiap anggota. Tidak hanya itu, tubuh ini juga
memiliki perlindungan terhadap tiap anggota. Hal ini terlebih penting di dalam
peperangan rohani. Di dalam kitab Efesus yang mengajarkan tentang tubuh
Kristus, pasal 6 berbicara tentang peperangan rohani adalah persoalan gereja,
bukan persoalan individu. “Kalian” harus mengenakan perlengkapan senjata
rohani, bukan “kamu” harus mengenakan perlengkapan senjata rohani. Setan tidak
takut perseorangan, yang dia takuti adalah gereja. Di atas batu karang ini Aku akan membangun jemaatKu dan alam maut tidak
akan menguasainya. (Matius
16:18) Karena itu kita harus berdiri pada sikap sebagai tubuh untuk menghadapi
setan. Di dalam doa pribadi kita, bagaimana bersandar pada iman; kita juga
harus bersandar pada iman dengan berdiri pada sikap sebagai tubuh. Banyak orang
Kristen jatuh di hadapan musuh, karena mereka berdiri sendirian. Pada
kenyataannya, jika kita berdiri sendirian, kita sedang mengundang setan untuk
datang menyerang kita.
Kita harus ingat, perlengkapan senjata rohani diberikan
kepada gereja, bukan diberikan kepada individu. Tubuh Kristus yang mengenakan
seluruh perlengkapan senjata. Di dalam tubuh, setiap anggota memiliki
kekhususannya sendiri, kekhususan ini disatukan, menjadi seluruh perlengkapan
senjata. Seorang saudara mempunyai iman, dia memiliki perisai iman; seorang
saudara memiliki firman Allah, dia memiliki pedang Roh; seluruh perlengkapan
senjata adalah kekhususan semua anggota yang disatukan. Maka, seluruh
perlengkapan senjata di berikan kepada seluruh gereja, bukan diberikan kepada
perorangan. Peperangan rohani, adalah peperangan seluruh anggota yang bersatu,
bukan peperangan yang dilakukan oleh perorangan. Sebatang pohon mudah ditiup
roboh, namun sebuah hutan tidaklah mudah. Setan senang mencari orang yang tidak
memiliki perlindungan untuk diserang, yaitu orang yang terisolasi, orang yang
sendirian untuk diserang. Siapa yang berada di bawa penudungan tubuh, dia
memiliki perlindungan. Tubuh Kristus memiliki satu kegunaan, yaitu menudungi
anggota-anggotanya. Kita semua membutuhkan penudungan tubuh, jika tidak kita
akan terus terbuka di bawa serangan musuh. Orang yang sendirian juga mudah
tertipuh, oleh karena hal ini kita juga memerluhkan penudungan tubuh. Kita
harus selalu berhubungan dengan sesama orang percaya yang menjadi anggota. Kita
tidak bisa tidak secara terus terang mengakui kita memerlukan tubuh, kita harus
secara khusus memutuskan untuk datang kepada saudara saudari, memohhon bantuan
mereka.
Tubuh Kristus adalah hal yang benar-benar nyata, bukan
prinsip, bukan teori. Penudungan tubuh juga adalah hal yang benar-benar nyata,
bukan prinsip. Ketika saya baru beroleh selamat, membaca dalam Alkitab hal
mengenai memikul salib, saya mengira bisa mengingat ayat-ayat ini, adalah
memikul salib, tidak mengingat berarti tidak memikul salib. Namun kemudian saya
tahu, memikul salib bukan masalah ingat atau tidak, namun adalah kebenaran.
Saat firman Allah menjadi hayat, baik ingat maupun tidak ingat, tidak akan
mempengaruhi anda untuk memikul salib, karena firman ini telah menjadi hukum hayat,
dan bukan hanya hukum Taurat dipermukaan. Tubuh Kristus juga adalah sebuah
hukum hayat, anda masuk ke dalam hukum hayat ini, anda akan berada di dalam
hukum hayat ini, anda bisa melihat penudungan tubuh adalah hal yang benar-benar
nyata, bukan hukum Taurat dipermukaan.
Di dalam peperangan dunia, prajurit memerluhkan tudung
lubang perlindungan, mereka tidak bisa menampakan diri; menampakan diri adalah
paling berbahaya. Peperangan rohani juga sama, setiap anggota tidak bisa
sendirian, tidak bisa memperlihatkan diri; kita hanyalah suatu anggota di dalam
tubuh, butuh perlindungan dari saudara saudari sekalian. Ketika Musa mengangkat
tangan berdoa bagi bangsa Israel,
butuh bantuan Harun dan Hur, akhirnya, orang Israel mengalahkan orang Amalek.
Jika Musa saja membutuhkan bantuhan saudara-saudara, terlabih lagi kita. Banyak
orang melakukan sesuatu, tidak berunding dengan saudara saudari, berdoa, tapi
melakukan seorang diri, ini tidak mengenal penudungan tubuh, akhirnya akan
terjatuh. Kita harus belajar melihat kenyataan penudungan tubuh, dan berada di
bawah penudungan tubuh, menerima perlindungan tubuh.
Orang yang memiliki pewahyuan tubuh dan orang yang tidak
memiliki pewahyuan tubuh, di sini letak perbedaannya; orang yang mengenal tubuh
hanya sebagai prinsip, mungkin akan mencari pendapat dan penudungan tubuh,
namun dia melakukan ini hanya sebagai semacam peraturan, bukan hayat. Ketika di
teringat, dia akan melakukannya, namun dia mudah melupakannya. Orang yang
melihat realitas tubuh, dan dalam praktek masuk ke dalam ruang lingkup tubuh,
mereka tidak mungkin lupa. Mereka bertindak menurut prinsip tubuh, secara
alamiah, karena itu adalah hayat mereka.
PEMBATASAN TUBUH
Kalau anda hanya seorang percaya, anda bisa bertindak sesuai segala keinginan
anda, namun jika anda adalah suatu anggota dari tubuh Kristus, anda harus
menerima pembatasan dari anggota lainnya. Di sini dibutuhkan salib. Salib
menuntun pada tubuh, salib juga bekerja di dalam ruang lingkup tubuh. Jika saya
cepat, orang lain lambat, saya tidak bisa mempertahankan kecepatan saya, saya
harus menerima pembatasan dari anggota yang lambat itu. Kalau saya adalah nabi,
saat ingin memberitakan Injil kepada orang yang belum diselamatkan, saya harus
memberikannya kepada pemberita Injil, saya tidak bisa merasa karena saya
memiliki karunia sebagai nabi, harus melakukan semua pekerjaan pemberitaan
Injil. Kita masing-masing menerima karunia, yaitu karunia yang Kristus ukurkan
bagi masing-masing orang. (Efesus 7) kita masiing-masing tahu ukuran diri
sendiri, dan lagi tidak melebihi ukuran ini, ini adalah hal paling mendasar,
bagi pertumbuhan tubuh.
Tubuh Kristus bukan hanya tudung bagi anggota-anggota,
tubuh Kristus juga memiliki pembatasan bagi masing-masing anggota. Setiap orang
Kristen hanyalah suatu anggota di dalam tubuh Kristus, karena itu perlu
menerima pembatasan tubuh. Kita tidak boleh berbuat menurut kebebasan diri
sendiri, perlu belajar bersatu dengan saudara saudari yang lain. Sifat khusus
dan keunikan individu, tidak dapat digunakan di dalam gereja. Setiap anggota
perlu menghormati bakat alamiah anggota lainnya, dan setia di dalam bagiannya
itu; dan lagi, setiap anggota harus tahu kapasitasnya sendiri, tidak melihat
dirinya sendiri lebih dari apa yang seharusnya, dengan begini tidak akan ada
serakah, tidak ada ambisi, ambisi terhadap apa yang dilakukan oleh orang lain.
Paulus di 2 Korintus 10:14
berkata, “Sehingga kami tidak melewati
batas daerah kerja kami, seolah-olah kami belum sampai kepada kamu.” Namun,
hari ini banyak orang tidak melihat berapa ukuran dirinya, akhirnya, melampaui
ukurannya sendiri. Melebihi ukurannya sendiri, berarti menginjak orang lain;
melampaui ukurannya sendiri, berarti menendang orang lain; melampaui ukurannya
sendiri, berarti memeras orang lain, merampas bagian anggota lain. Jika di
dalam gereja banyak terdapat orang seperti ini, akan ada orang yang berkembang,
dan ada orang yang mengkerut. Akhirnya, jemaat akan menderita kerugian. Kita
tidak boleh menjadi orang seperti ini, kita harus kembali ke dalam kedudukan
tubuh, menerima pembatasan tubuh, baru tidak akan membuat gereja menderita
kerugian.
PELAYANAN TUBUH
Di dalam hubungan tubuh, bukan hanya menerima bantuan dari
anggota lain, juga termasuk membantu anggota lain. Fungsi maksimal tubuh adalah
saling berhubungan saling berhubungan adalah sifat khusus tubuh. Orang yang
berbicara di mimbar juga menerima suplai dari orang yang duduk mendengar,
suplai tidak bisa hanya dari satu sisi. Yang berdiri di mimbar perlu orang yang
duduk mendengar, begitu juga orang yang duduk mendengar perlu orang yang
berdiri di mimbar. Orang yang hanya duduk atau menjadi penonton, berlawanan
dengan hayat tubuh. Setiap orang Kristen, memiliki bagiannya di dalam
persekutuan, perlu menyuplai anggota lain; suplaian ini adalah tugas anggota,
yaitu fungsi anggota, juga merupakan hubungan hayat. Setiap anggota tidak bisa
berhenti dari hubungan ini, jika anda berhenti dari hubungan ini, hayat tidak
akan mengalir, anda akan menjadi beban bagi tubuh. Jika ada orang yang merasa
tidak perlu bicara, hanya diam, bersikap sopan, hanya menerima dari orang lain,
dari dulu tidak menimbulkan masalah, tidak melakukan kesalahan, orang seperti
ini adalah orang yang tidak mengenal apa itu tubuh. Setiap anggota di dalam
tubuh harus memiliki suplai, memiliki hubungan, berfungsi maksimal. Ini adalah
hukum tubuh. Suatu anggota sebagai komponen tubuh begitu tidak berfungsi
maksimal, tubuh akan menderita kerugian, begitu juga, di dalam tubuh Kristus
juga demikiam.
Di dalam persekutuan, setiap anggota harus berfungsi
maksimal menurut pimpinan Roh Kudus. 1 Korintus 14:26 berkata, yang
seorang mazmur, yang lain pengajaran, atau pernyataan Allah…..tetapi semuanya
itu harus dipergunakan untuk membangun. Namun, banyak orang datang
bersekutu, seperti hanya datang untuk meninjau. Ada
orang duduk di sana
tidak berkata sepatahpun, ini menjadi beban bagi tubuh. Karena itu Tuhan
berkata kepada orang Farisi, jika umatNya tidak bersukacita, memuji Allah,
batu-batu ini akan berteriak. Tidak berfungsi maksimal di dalam gereja adalah
tidak normal, tidak diperkenanankan Allah. Setiap kali persekutuan, kita harus
masuk ke dalam persekutuan; juga setiap orang percaya juga memiliki bagian
aliran hayat. Jika anda tidak bersekutu, berarti anda menghentikan hayat Allah,
persekutuan akan mati di tangan anda. Saya sering bertanya kepada orang-orang
yang datang bersama memecahkan roti untuk mengingat Tuhan, kalian datang untuk
meninjau, atau untuk bersekutu? Barangsiapa yang menghentikan hayat Allah,
tidak hanya membawa kematian masuk ke dalam persekutuan, namun juga membawa
kematian kepada dirinya sendiri. Saat persekutuan gereja, suplai apa yang anda
bawah untuk anggota anda?
Suatu anggota tidak berfungsi maksimal, tidak hanya anggota
lain menderita kerugian, anggota tersebut juga akan menjadi miskin. Saya
memberi pada orang lain, diri sendiri lebih diperkaya; saya meredahkan kehausan
orang, berarti meredahkan lapar dan haus diri sendiri, seperti apa yang Tuhan
lakukan terhadap wanita dalam Yohanes 4. Tuhan sendiri lapar dan haus, setelah
Dia meredahkan kelaparan dan kehausan rohani wanita itu, kehausanNya sendiri
juga redah. Karena itu, setelah murid-murid kembali dari membeli makanan, Dia
berkata, “PadaKu ada makanan yang tidak
kamu ketahui.” (ayat 32) Dia menyuplai untuk orang, diriNya sendiri juga
mendapatkan suplai. Kapan kita sendiri ingin kenyang, sebaliknya akan lapar;
jika kita terlebih dulu mengenyangkan orang lain, kemudian diri sendiri juga
pasti akan kenyang. Saat kita memikul beban orang lain, beban kita sendiri akan
menjadi ringan.
Banyak orang menyalahkan persekutuan ini tidak baik,
persekutuan itu tidak baik, namun tidak mengetahui sikap bagaimana yang dirinya
miliki. Kapan kita berhenti berfungsi maksimal, saat itulah hayat Allah
berhenti. Kita datang ke persekutuan, harus berbicara, memasukan hayat, memaksimalkan
tugas tubuh. Suatu kali saya berkotbah di suatu tempat, di dalam persekutuan
tidak bergaira, namun di sana
ada seorang saudari yang memberi saya bantuan yang besar, karena dia sangat
memberi reaksi dengan perkataan saya. Dia sering berkata amin terhadap
perkataan saya, atau wajahnya sangat menunjukan ekspresi, menyatakan bahwa dia
menerima perkataan saya. Saya terbebas oleh karena reaksinya, oleh sebab itu
firman Allah juga terbebas oleh reaksinya.
Mohon Allah membuat kita melihat, setiap kita memiliki
bagian di dalam persekutuan. Kita tidak dapat berbicara tentang tubuh di mulut
saja, harus di dalam kehidupan menyatakan tubuh. Tubuh Kristus bukan prinsip,
tubuh Kristus adalah sebuah hayat yang benar-benar nyata. Allah ingin kita
masuk ke dalam hayat tubuh, bukan menerima prinsip tubuh. Yang harus kita
terima adalah hayat tubuh, bukan prinsip tubuh. Seperti Martin Luter bukan
menerima prinsip dibenarkan karena iman, namun menerima hayat dibenarkan karena
iman. Karena itu jabatannya memiliki kuasa, dibenarkan karena iman yang dia
bicarakan bukan prinsip, namun realitas hayat. Hari ini kita harus menerima
pewahyuan, melihat realitas tubuh Kristus, masuk ke dalam hayat tubuh. Dengan
begitu kita akan melihat, kita adalah suatu anggota di dalam tubuh Kristus,
kita memerluhkan penudungan tubuh, menerima pembatasan tubuh, dan lagi harus
berfungsi maksimal di dalam tubuh, menyuplai anggota lainnya, membuat hayat
tubuh dapat mengalir.
Berlanjut ke : KUASA TUBUH
Berlanjut ke :
Tidak ada komentar:
Posting Komentar