Watchman Nee
Pembacaan Alkitab:
Efesus 3:3-6; 15
Kolose 3:10-11
Efesus 1:22;
4:15-16
Kolose 2:19
KUASA TUBUH BERADA PADA KRISTUS SEBAGAI
KEPALA
Alkitab menitik beratkan berbicara mengenai Kristus adalah
Kepala, suatu hari Allah akan membuat segala sesuatu di alam semesta kembali
berada di bawah Kepala. Hari ini masih ada dari alam semesta yang belum kembali
ke bawah kuasa Kristus, segala sesuatunya berantakan, namun suatu hari Allah
akan membuat segala sesuatu kembali ke bawah kekuasaan Kristus sebagai Kepala.
Allah menentukan Kristus sebagai Kepala dari segala sesuatu, namun hari ini Dia
membuat Kristus terlebih dulu menjadi Kepala gereja, baru kemudian melalui
gereja memerintah segala sesuatu. Hari ini Kristus sebagai Kepala gereja, baru
kemudian diperluas Dia sebagai Kepala segala sesuatu. Gereja adalah dasar Allah, dengan perluasan oleh
Kristus, sampai Dia memenuhi alam semesta. Gereja adalah, yaitu
kepenuhan Dia, yang memenuhi semua dan di dalam segala sesuatu. (Efesus
1:23) Jika kekuasaan Kristus sebagai Kepala tidak didirikan di dalam gereja,
juga tidak mungkin didirikan di alam semesta.
Kristus adalah Kepala gereja, gereja adalah tubuh Kristus,
ini berarti apa? Ini berarti, segala kuasa berada di dalam Dia; dan segala
kuasa berada di dalan Dia, adalah karena seluruh hayat berada di dalam Dia. Seluruh
tubuh terangkum di dalam Kepala, hayat tubuh tegabung di Kepala. Tubuh sendiri
tidak memiliki hayat. 1 Yohanes 5:11
berkata, Allah mengaruniakan hidup yang
kekal kepada kita dan hidup itu ada di dalam anakNya. Meskipun Allah sudah
memberikan hidup yang kekal kepada kita, namun hidup kekal ini tetap berada di
dalam anakNya. Anak Allah tidak terpisah dengan hidup yang kekal. Dia tetap
menaruh hidup kekal di dalam diriNya 1 Yohanes 5:12 berkata, Barangsiapa
memiliki Anak, ia memiliki hidup. Bukan berkata, barangsiapa memiliki
hayat, ia memiliki hidup. Kita bukan menerima hayat itu sendiri, dan memiliki
hidup; namun menerima Anak Allah, dan memiliki hidup. Orang Kristen menerima
hayat dari Allah, namun hayat tidak meninggalkan Allah. Orang percaya tidak
semata-mata memiliki hubungan dengan hayat; hubungan orang percaya dengan hayat,
adalah karena terjadi hubungan dengan Anak Allah. Hayat membuat kita menjadi
anggota tubuh Kristus; hubungan dengan hayat, membuat kita tidak bisa lepas
dari Kepala, karena hayat kita mengalir turun dari Kepala. Maka hayat yang
mengalir di dalam kita, harus terus-menerus mergantung pada hubungun kita
dengan Anak. Asalkan ada hal yang menghambat hubungan kita dengan Dia, hayat di
dalam kita akan segera terhambat. Dia adalah Kepala tubuh, saat dia sepenuhnya
berkuasa, hayat baru bisa bebas mengalir kepada kita.
POSISI ANGGOTA ADALAH MENAATI KEKUASAAN
KEPALA
Seluruh daya hidup kita, bertumpuh pada Kristus. Karena
itu, di dalam 1 perkarapun kita tidak boleh berdiri sendiri, hanya Tuhan
satu-satunya Kepala kita, hanya Dia yang mempunyai kuasa untuk mengomando
gerakan anggota tubuhNya. Di zaman yang tidak mengenal hukum saat ini, segala
sesuatu yang membuat manusia berada di bawah kuasa, pasti tidak akan diterima;
namun jika kita ingin memahami hayat tubuh, ingin masuk ke dalam hayat tubuh,
harus mengenal kuasa Kepala. Tangan saya tanpa komando dari kepala, tidak bisa
berbuat apa-apa. Anggota ingin bergerak, harus ada perintah dari kepala.
Kristus adalah hayat tubuh, Kristus juga adalah kuasa tubuh. Gerakan seluruh
anggota dalam tubuh Kristus, harus mendapat pengaturan Kepala. Kristus sebagai
Kepala, berarti Dia yang memiliki kuasa atas tubuh. Kita bukan kepala, kita
tidak punya kuasa, semua yang kita lakukan, tunduk pada kekuasaan Tuhan. Jika
kita ingin mengenal hayat di dalam tubuh, persoalan pertama, apakah anda
sepenuhnya tunduk pada kekuasaan Tuhan? Dari pertama, kita harus menerima tantangan
kekuasaan Kristus sebagai Kepala. Kita tidak bisa berkata, “tetapi.....”, kita
tidak bisa berkata “saya pikir……”. Kita hanya dapat tunduk di bawah kuasa
kekuasaanNya. Hal pertama yang harus kita ketahui adalah, jika kita ingin
menjadi suatu anggota dari tubuh, kita tidak bisa menjadi kepala. Kita tidak
bisa mengomando, memilih, terlebih menginginkan sesuatu. Alkitab berkata kita
harus mengikut Tuhan. Apa arti mengikut? Arti mengikut, ialah mengikut dari
belakang, semua jalan yang kita lewati ditentukan oleh Tuhan, kita
masing-masing tidak memiliki ruang gerak untuk pilihan. Tubuh hanya taat
terhadap Kepala, hanya patuh, tidak ada pendapat sendiri, maksud, atau
pendirian. Di dalam tubuh Kristus, semua maksud dan pendirian pribadi tidak
diperhitungkan, semua ini harus dibuang. Kita hanya menaati kuasa tubuh
Kristus, mendengarkan perintahNya, melakukan segala yang dikatakanNya.
Kita menerima Kristus sebagai Kepala, dan memutuskan kepala
yang lainnya. Hanya Kristus satu-satunya Kepala tubuh, orang lainnya tidak bisa
menjadi kepala. Anda tidak bisa menjadi kepala, semua orang lain di dalam
gereja juga tidak bisa menjadi kepala, karena satu tubuh hanya bisa ada satu
kepala, tidak bisa ada 2 kepala. Hanya Kristus adalah kepala, karena itu kita
semua harus menaati Kristus. Hari ini, di dalam gereja terdapat ide banyak
orang, peraturan manusia, ini adalah kesalahan yang besar. Ide manusia,
keputusan manusia bertentangan dengan kekuasaan Kristus sebagai Kepala. Jika
Kristus adalah Kepala saya, saya tidak berani mencari kesukaan diri sendiri,
juga tidak berani mencari kesukaan orang lain, saya hanya harus mencari
kesukaanNya. Allah telah membuat Dia
menjadi Tuhan dan Kristus. (Kisah 2:36) Mohon diperhatikan Allah tidak
membuat Kristus menjadi juru selamat, namun menjadi Tuhan.
Pertama Petrus berkata Kristus adalah Tuhan, baru kemudian
adalah juru selamat. Ketika Paulus tertangkap pada waktu perjalanan menuju
Damsyik, kata pertama yang ditanyakannya adalah, “Siapakah Engkau Tuhan?” Di
dalam gereja, hanya Kristus sebagai Kepala, tidak ada kepala yang lain. Kita
harus hidup di dalam tubuh Kristus, harus belajar menaati kekuasaan Kristus
sebagai Tuhan. Orang-orang yang tidak taat, selalu mengemukakan pendapat,
mengajukan pendirian, bersikeras menjadi kepala, semua itu adalah orang yang
tidak melihat tubuh. Begitu orang melihat dia adalah anggota di dalam tubuh,
pasti memiliki perasaan untuk taat, karena ketaatan merupakan hukum hayat
tubuh.
BERPEGANG TEGUH KEPADA KEPALA
Paulus berkata, “Berpegang
teguh kepada kepala, dari mana seluruh tubuh, yang ditunjang dan diikat menjadi
satu oleh urat-urat dan sendi-sendi, menerima pertumbuhan ilahinya.” (Kolose
2:19) Kristus adalah kepala tubuh, maka kita harus berpegang teguh kepada
kepala. Berpegang teguh pada kepala, ialah mengaku hanya Kristus adalah kepala,
secara mutlak taat pada kekuasaan Kristus. Hanya dengan berpegang teguh pada
kepala, kita baru bisa bersatu dengan saudara saudari, anggota di di dalam
tubuh bisa berhubungan dengan serasi, adalah karena berpegang teguh pada kepala
dan mengeluarkan hayat tubuh. Hubungan kita dengan kepala, menentukan hubungan
kita dengan anggota yang lain. Hanya pada saat kita datang di bawah kekuasaan
mutlak Tuhan, semua masalah kita dengan saudara saudari baru dapat
diselesaikan. Selain kita mengakui kekuasaan Kristus sebagai kepala tubuh, kita
tidak akan bisa mengenal hubungan kita secara keseluruhan dengan anggota lain,
karena itu adalah hubungan kita bersama dengan Dia, membuat kita bersama-sama
saling berhubungan. Setiap kita dilihat dari luar, meskipun tidak sama, namun
Kristus yang tinggal di dalam adalah sama, maka dikatakan bisa saling memiliki
persekutuan, bisa saling bersatu. Selain Kristus, kita tidak memiliki dasar apa
pun untuk bersekutu. Jika bukan berpegang teguh pada kepala, persekutuan akan
timbul kendala. Dasar persekutuan kita, yaitu bersama-sama saling berpegang
teguh pada kepala. Saat kita berpegang teguh pada kepala, kita akan saling
berhubungan menjadi satu. Jika hubungan kita dangan kepala normal, hubungan
kita dengan tubuh juga akan normal.
Jika anda berpegang teguh pada kepala, bisa memiliki secara
langsung dengan tiap individu atau kelompok hubungan yang khusus, perasaan yang
khusus, atau komunikasi yang khusus. Di dalam tubuh tidak ada ruang gerak bagi
hobi pribadi. Di antara kita masing-masing tidak berhubungan secara langsung,
hubungan kita adalah melalui kepala. Umpamanya, tangan kiri gatal, tangan kanan
segera mengaruk, ini karena tangan kiri dan tangan kanan sama-sama menerima
perintah dari kepala. Hubungan antar anggota, harus terlebih dulu melalui kepala.
Apa itu mendirikan klen? Mendirikan klen adalah beberapa orang percaya, saling
berhubungan secara langsung, terlepas dari kuasa kepala. Mereka saling
berhubungan secara langsung, namun tidak berhubungan melalui kepala; kita
saling memiliki hubungan perasaan yang khusus, namun bukan hubungan perasaan
yang melalui kepala.
Jika kita tidak berada di bawah komando Tuhan, tidak bisa
ada gerakan di dalam hubungan dengan anggota lain. Dengan begitu, jika Tuhan
ingin saya melakukan sesuatu bagi anggota lain, jika anggota itu tidak berterima
kasih, saya juga tidak perlu cemas. Semua penanggulangan kita kita adalah
penanggulangan dengan kepala. Jika kita berpegangang teguh pada kepala,
menerima semua komando dari Dia, melakukan segala sesuatu tertuju pada kapala,
kita tidak perlu cemas akan hasilnya.
Jika kita berpegang pada kepala, dengan begitu kita tidak
mungkin ada perbedaan pemahaman. Begitu ada perbedaan, pasti ada orang yang
tidak berpegang teguh pada kepala, karena Dia tidak mungkin berkata begini
kepada anggota yang satu, berkata begitu kepada anggota yang lain. Jika lahir
pemikiran yang berdeda, kita tidak bisa menyatukan pemikiran yang berbeda
melalui perundingan, namun harus mengakui Kristus sebagai kepala. Di dalam
gereja, tak peduli pengenalan kebenaran, penanganan masalah, serta semua
persoalan lainnya, semua harus berpegang teguh pada kepala. Kristus adalah
satu-satunya kuasa tubuh, karena itu posisi anggota, adalah berpegang teguh
pada kepala, segala hal dengan Dia sebagai satu-satunya kekuasaan yang mutlak.
Jika kita membiarkan salib menanggulangi
hayat alamiah kita, di dalam hubungan kita dengan anggota yang lain juga tidak
akan ada kesulitan.
Berlanjut ke : PENGURAPAN TUBUH
Tidak ada komentar:
Posting Komentar