Selasa, 05 Maret 2013

KUASA TUBUH


Watchman Nee

Pembacaan Alkitab:
Efesus 3:3-6; 15
Kolose 3:10-11
Efesus 1:22; 4:15-16
Kolose 2:19

KUASA TUBUH BERADA PADA KRISTUS SEBAGAI KEPALA

Alkitab menitik beratkan berbicara mengenai Kristus adalah Kepala, suatu hari Allah akan membuat segala sesuatu di alam semesta kembali berada di bawah Kepala. Hari ini masih ada dari alam semesta yang belum kembali ke bawah kuasa Kristus, segala sesuatunya berantakan, namun suatu hari Allah akan membuat segala sesuatu kembali ke bawah kekuasaan Kristus sebagai Kepala. Allah menentukan Kristus sebagai Kepala dari segala sesuatu, namun hari ini Dia membuat Kristus terlebih dulu menjadi Kepala gereja, baru kemudian melalui gereja memerintah segala sesuatu. Hari ini Kristus sebagai Kepala gereja, baru kemudian diperluas Dia sebagai Kepala segala sesuatu. Gereja  adalah dasar Allah, dengan perluasan oleh Kristus, sampai Dia memenuhi alam semesta. Gereja  adalah, yaitu kepenuhan Dia, yang memenuhi semua dan di dalam segala sesuatu. (Efesus 1:23) Jika kekuasaan Kristus sebagai Kepala tidak didirikan di dalam gereja, juga tidak mungkin didirikan di alam semesta.
Kristus adalah Kepala gereja, gereja adalah tubuh Kristus, ini berarti apa? Ini berarti, segala kuasa berada di dalam Dia; dan segala kuasa berada di dalan Dia, adalah karena seluruh hayat berada di dalam Dia. Seluruh tubuh terangkum di dalam Kepala, hayat tubuh tegabung di Kepala. Tubuh sendiri tidak memiliki hayat. 1 Yohanes 5:11 berkata, Allah mengaruniakan hidup yang kekal kepada kita dan hidup itu ada di dalam anakNya. Meskipun Allah sudah memberikan hidup yang kekal kepada kita, namun hidup kekal ini tetap berada di dalam anakNya. Anak Allah tidak terpisah dengan hidup yang kekal. Dia tetap menaruh hidup kekal di dalam diriNya 1 Yohanes 5:12 berkata, Barangsiapa memiliki Anak, ia memiliki hidup. Bukan berkata, barangsiapa memiliki hayat, ia memiliki hidup. Kita bukan menerima hayat itu sendiri, dan memiliki hidup; namun menerima Anak Allah, dan memiliki hidup. Orang Kristen menerima hayat dari Allah, namun hayat tidak meninggalkan Allah. Orang percaya tidak semata-mata memiliki hubungan dengan hayat; hubungan orang percaya dengan hayat, adalah karena terjadi hubungan dengan Anak Allah. Hayat membuat kita menjadi anggota tubuh Kristus; hubungan dengan hayat, membuat kita tidak bisa lepas dari Kepala, karena hayat kita mengalir turun dari Kepala. Maka hayat yang mengalir di dalam kita, harus terus-menerus mergantung pada hubungun kita dengan Anak. Asalkan ada hal yang menghambat hubungan kita dengan Dia, hayat di dalam kita akan segera terhambat. Dia adalah Kepala tubuh, saat dia sepenuhnya berkuasa, hayat baru bisa bebas mengalir kepada kita.

POSISI ANGGOTA ADALAH MENAATI KEKUASAAN KEPALA

Seluruh daya hidup kita, bertumpuh pada Kristus. Karena itu, di dalam 1 perkarapun kita tidak boleh berdiri sendiri, hanya Tuhan satu-satunya Kepala kita, hanya Dia yang mempunyai kuasa untuk mengomando gerakan anggota tubuhNya. Di zaman yang tidak mengenal hukum saat ini, segala sesuatu yang membuat manusia berada di bawah kuasa, pasti tidak akan diterima; namun jika kita ingin memahami hayat tubuh, ingin masuk ke dalam hayat tubuh, harus mengenal kuasa Kepala. Tangan saya tanpa komando dari kepala, tidak bisa berbuat apa-apa. Anggota ingin bergerak, harus ada perintah dari kepala. Kristus adalah hayat tubuh, Kristus juga adalah kuasa tubuh. Gerakan seluruh anggota dalam tubuh Kristus, harus mendapat pengaturan Kepala. Kristus sebagai Kepala, berarti Dia yang memiliki kuasa atas tubuh. Kita bukan kepala, kita tidak punya kuasa, semua yang kita lakukan, tunduk pada kekuasaan Tuhan. Jika kita ingin mengenal hayat di dalam tubuh, persoalan pertama, apakah anda sepenuhnya tunduk pada kekuasaan Tuhan? Dari pertama, kita harus menerima tantangan kekuasaan Kristus sebagai Kepala. Kita tidak bisa berkata, “tetapi.....”, kita tidak bisa berkata “saya pikir……”. Kita hanya dapat tunduk di bawah kuasa kekuasaanNya. Hal pertama yang harus kita ketahui adalah, jika kita ingin menjadi suatu anggota dari tubuh, kita tidak bisa menjadi kepala. Kita tidak bisa mengomando, memilih, terlebih menginginkan sesuatu. Alkitab berkata kita harus mengikut Tuhan. Apa arti mengikut? Arti mengikut, ialah mengikut dari belakang, semua jalan yang kita lewati ditentukan oleh Tuhan, kita masing-masing tidak memiliki ruang gerak untuk pilihan. Tubuh hanya taat terhadap Kepala, hanya patuh, tidak ada pendapat sendiri, maksud, atau pendirian. Di dalam tubuh Kristus, semua maksud dan pendirian pribadi tidak diperhitungkan, semua ini harus dibuang. Kita hanya menaati kuasa tubuh Kristus, mendengarkan perintahNya, melakukan segala yang dikatakanNya.
Kita menerima Kristus sebagai Kepala, dan memutuskan kepala yang lainnya. Hanya Kristus satu-satunya Kepala tubuh, orang lainnya tidak bisa menjadi kepala. Anda tidak bisa menjadi kepala, semua orang lain di dalam gereja juga tidak bisa menjadi kepala, karena satu tubuh hanya bisa ada satu kepala, tidak bisa ada 2 kepala. Hanya Kristus adalah kepala, karena itu kita semua harus menaati Kristus. Hari ini, di dalam gereja terdapat ide banyak orang, peraturan manusia, ini adalah kesalahan yang besar. Ide manusia, keputusan manusia bertentangan dengan kekuasaan Kristus sebagai Kepala. Jika Kristus adalah Kepala saya, saya tidak berani mencari kesukaan diri sendiri, juga tidak berani mencari kesukaan orang lain, saya hanya harus mencari kesukaanNya. Allah telah membuat Dia menjadi Tuhan dan Kristus. (Kisah 2:36) Mohon diperhatikan Allah tidak membuat Kristus menjadi juru selamat, namun menjadi Tuhan.
Pertama Petrus berkata Kristus adalah Tuhan, baru kemudian adalah juru selamat. Ketika Paulus tertangkap pada waktu perjalanan menuju Damsyik, kata pertama yang ditanyakannya adalah, “Siapakah Engkau Tuhan?” Di dalam gereja, hanya Kristus sebagai Kepala, tidak ada kepala yang lain. Kita harus hidup di dalam tubuh Kristus, harus belajar menaati kekuasaan Kristus sebagai Tuhan. Orang-orang yang tidak taat, selalu mengemukakan pendapat, mengajukan pendirian, bersikeras menjadi kepala, semua itu adalah orang yang tidak melihat tubuh. Begitu orang melihat dia adalah anggota di dalam tubuh, pasti memiliki perasaan untuk taat, karena ketaatan merupakan hukum hayat tubuh.

BERPEGANG TEGUH KEPADA KEPALA

Paulus berkata, “Berpegang teguh kepada kepala, dari mana seluruh tubuh, yang ditunjang dan diikat menjadi satu oleh urat-urat dan sendi-sendi, menerima pertumbuhan ilahinya.” (Kolose 2:19) Kristus adalah kepala tubuh, maka kita harus berpegang teguh kepada kepala. Berpegang teguh pada kepala, ialah mengaku hanya Kristus adalah kepala, secara mutlak taat pada kekuasaan Kristus. Hanya dengan berpegang teguh pada kepala, kita baru bisa bersatu dengan saudara saudari, anggota di di dalam tubuh bisa berhubungan dengan serasi, adalah karena berpegang teguh pada kepala dan mengeluarkan hayat tubuh. Hubungan kita dengan kepala, menentukan hubungan kita dengan anggota yang lain. Hanya pada saat kita datang di bawah kekuasaan mutlak Tuhan, semua masalah kita dengan saudara saudari baru dapat diselesaikan. Selain kita mengakui kekuasaan Kristus sebagai kepala tubuh, kita tidak akan bisa mengenal hubungan kita secara keseluruhan dengan anggota lain, karena itu adalah hubungan kita bersama dengan Dia, membuat kita bersama-sama saling berhubungan. Setiap kita dilihat dari luar, meskipun tidak sama, namun Kristus yang tinggal di dalam adalah sama, maka dikatakan bisa saling memiliki persekutuan, bisa saling bersatu. Selain Kristus, kita tidak memiliki dasar apa pun untuk bersekutu. Jika bukan berpegang teguh pada kepala, persekutuan akan timbul kendala. Dasar persekutuan kita, yaitu bersama-sama saling berpegang teguh pada kepala. Saat kita berpegang teguh pada kepala, kita akan saling berhubungan menjadi satu. Jika hubungan kita dangan kepala normal, hubungan kita dengan tubuh juga akan normal.
Jika anda berpegang teguh pada kepala, bisa memiliki secara langsung dengan tiap individu atau kelompok hubungan yang khusus, perasaan yang khusus, atau komunikasi yang khusus. Di dalam tubuh tidak ada ruang gerak bagi hobi pribadi. Di antara kita masing-masing tidak berhubungan secara langsung, hubungan kita adalah melalui kepala. Umpamanya, tangan kiri gatal, tangan kanan segera mengaruk, ini karena tangan kiri dan tangan kanan sama-sama menerima perintah dari kepala. Hubungan antar anggota, harus terlebih dulu melalui kepala. Apa itu mendirikan klen? Mendirikan klen adalah beberapa orang percaya, saling berhubungan secara langsung, terlepas dari kuasa kepala. Mereka saling berhubungan secara langsung, namun tidak berhubungan melalui kepala; kita saling memiliki hubungan perasaan yang khusus, namun bukan hubungan perasaan yang melalui kepala.
Jika kita tidak berada di bawah komando Tuhan, tidak bisa ada gerakan di dalam hubungan dengan anggota lain. Dengan begitu, jika Tuhan ingin saya melakukan sesuatu bagi anggota lain, jika anggota itu tidak berterima kasih, saya juga tidak perlu cemas. Semua penanggulangan kita kita adalah penanggulangan dengan kepala. Jika kita berpegangang teguh pada kepala, menerima semua komando dari Dia, melakukan segala sesuatu tertuju pada kapala, kita tidak perlu cemas akan hasilnya.
Jika kita berpegang pada kepala, dengan begitu kita tidak mungkin ada perbedaan pemahaman. Begitu ada perbedaan, pasti ada orang yang tidak berpegang teguh pada kepala, karena Dia tidak mungkin berkata begini kepada anggota yang satu, berkata begitu kepada anggota yang lain. Jika lahir pemikiran yang berdeda, kita tidak bisa menyatukan pemikiran yang berbeda melalui perundingan, namun harus mengakui Kristus sebagai kepala. Di dalam gereja, tak peduli pengenalan kebenaran, penanganan masalah, serta semua persoalan lainnya, semua harus berpegang teguh pada kepala. Kristus adalah satu-satunya kuasa tubuh, karena itu posisi anggota, adalah berpegang teguh pada kepala, segala hal dengan Dia sebagai satu-satunya kekuasaan yang mutlak. Jika  kita membiarkan salib menanggulangi hayat alamiah kita, di dalam hubungan kita dengan anggota yang lain juga tidak akan ada kesulitan.

Berlanjut ke : PENGURAPAN TUBUH



Tidak ada komentar:

Posting Komentar