Watchman Nee
Pembacaan Alkitab:
1 Korintus 12:4-31
MELIHAT PEWAHYUAN TUBUH
Seorang Kristen, tidak hanya harus melihat dirinya adalah
seorang percaya, lebih lagi harus melihat dirinya adalah suatu anggota dalam
tubuh. Jika adalah suatu anggota, akan perlu ada anggota yang lain. Suatu
anggota berdiri sendiri, tidak ada anggota lain, tidak akan bisa hidup; suatu
anggota harus ada anggota lain baru bisa hidup. Banyak orang tahu denominasi
salah, dan meninggalkan denominasi, namun seorang diri hanya tanpa denominasi
tidaklah cukup, harus melihat tubuh, masuk ke dalam tubuh. Gereja bukan
organisasi denominasi, namun tubuh Kristus yang hidup; setiap orang Kristen
bukan bagian dari denominasi, namun anggota dalam tubuh Kristus. Kita harus
melihat kita adalah anggota dalam tubuh, tidak bisa dipisahkan dengan anggota
lainnya; kita tidak bisa sendirian, tidak bisa kekurangan anggota lain.
PELAYANAN ANGGOTA
Bagaimana tubuh Kristus dibangun? Yaitu melalui di antara
anggota saling menyuplai. Sebab itu, selain kita harus melihat kita adalah
suatu anggota, kita masih harus melihat, setiap anggota mempunyai peranannya.
Setiap anggota dalam tubuh, memiliki kemampuanya yang khusus, ini adalah
pelayanannya. Pelayanan adalah kata benda, kata kerjanya adalah melayani.
Pelayanan anggota adalah apa yang anggota terima khusus dari Kristus, dan
mengunakan yang diterima khusus ini untuk menyuplai tubuh, ini ialah pelayanan
anggota. Tubuh adalah Kristus, maka pelayanan kita juga adalah Kristus. Setiap
orang kepunyaan Tuhan mempunyai bagiannya, setiap orang kepunyaan Tuhan, di
dalam Kristus menerima sesuatu yang khusus, kekhususan ini adalah spesialisasi
pelayanannya. Bertugas secara maksimal melayani orang, berdasar pada Kristus
yang di dalam orang percaya, mengunakan apa yang diterimanya di dalam Kristus
untuk menyuplai tubuh, dan bukan memakai kebenaran yang dirinya mengerti untuk
melayani orang lain. Kepenuhan pelayanan kita, yaitu berdasarkan kepenuhan
Kristus di dalam kita. Berapa banyak kepenuhan Kristus di dalam kita, sebanyak
itulah juga kepenuhan pelayanan kita. Dasar pelayanan kita, ada 2 fakta:
pertama, Kristus yang kita terima, kedua, Kristus yang kita terima dari sisi
yang berbeda dengan anggota lain. Jika kita hanya mengenal Kristus dari sisi
yang sama, umum, bagaimana kita saling menyuplai? Apa yang akan kita gunakan
untuk membangun? Ini adalah perkara penting untuk seluruh pelayanan.
Seorang percaya perlu memiliki pelayanan khususnya sendiri,
bukan pelayanan yang umum. Seseorang harus menerima Kristus, yang tidak
diterima oleh anggota lain, yaitu hal yang berbeda, agar saya bisa menutupi
kekurangan anggota lain. Bicara soal pelayanan, harus memiliki pengenalan yang
khusus terhadap Kristus, bukan pengenalan yang umum. Seperti organ dalam tubuh,
masing-masing memiliki fungsi khusus. Mata bisa melihat, telinga bisa
mendengar, hidung bisa mencium, mereka masing-masing mempunyai fungsi, juga
masing-masing ada bagiannya. Organ lain kadang bisa dipakai sebentar, namun
bukan kegunaan khusus. Umpamanya kadang anda bisa mengambil benda mengunakan mulut,
namun mulut bukan khusus untuk mengambil benda. Jika telinga tidak maksimal
terhadap fungsi kususnya, seluruh tubuh tidak akan bisa mendengar, dengan
begini akan menghambat pertumbuhan tubuh. Anda di hadapan Tuhan memiliki
pelajaran khusus, pengenalan khusus, anda bisa menyuplai tubuh dengan apa yang
tidak dimiliki anggota lain. Pengenalan anda yang khusus terhadap Kristus,
pengenalan itu adalah pusat pelayanan anda. Pelayanan yang berpusat, baru bisa
melayani tubuh, baru bisa membuat kemajuan pada tubuh. Maka, setiap anggota
perlu selalu menuntut, menerima dari Tuhan apa yang tubuh belum pernah terima,
kemudian membawanya ke dalam tubuh. Jika setiap anggota melayani
sungguh-sungguh, berarti penambahan Kristus di dalam tubuh.
MENUNTUT PENGENALAN DAN PEMGALAMAN TERHADAP
TUHAN
1 Korintus 12 berkata, masing-masing anggota harus menuntut
masing-masing karunia dan pelayanan. Isi hati Allah ingin memilih anggota
khusus untuk melakukan pelayanan khusus, mengunakan hayat yang mereka terima
dari Tuhan dialirkan ke dalam seluruh tubuh, membuat mereka menambahkan bobot
tubuh, memakai mereka menjadi saluran hayat tubuh. Hayat yang mereka terima
dari Tuhan mengalir keluar, membuat ukuran dari tubuh Kristus bertambah. Allah
melalui anggota menambah ukuran tubuh. Contohnya nyonya Gai En, nyonya Bin
Luyi, saudara Shi Baike, dan lain-lain, mereka adalah anggota yang memiliki
pengenalan khusus terhadap Kristus, Allah melalui mereka mengalirkan banyak
kekayaan hayat kepada tubuh. Sebab itu, setiap anggota harus memiliki pelajaran
dan pengenalan yang memiliki orientasi di hadapan Tuhan, agar memiliki
pelayanan yang memiliki orientasi, untuk melayani tubuh. Tidak ada pelayanan,
tidak bisa membicarakan karunia. Banyak orang menekankan pada karunia,
sepertinya karunia yang membuat kita bisa melakukan pelayanan dengan maksimal.
Namun pelayanan kita adalah Kristus, dan karunia kita hanyalah penopang untuk
kita menjalankan pelayanan dengan maksimal. 2 orang mungkin mengunakan sendok
yang sama untuk menyuapi anak kecil, namun apakah anak kecil mendapat makanan
yang baik, tidak tergantung pada macam sendoknya, tapi tergantung apa yang ada
di dalam sendok. Kita tidak membagikan karunia kepada jemaat, namun membagikan
Kristus kepada jemaat; karunia hanyalah penopang Kristus yang kita bagikan.
Yang kita bagikan pada tubuh adalah Kristus, yang diterima tubuh juga adalah
Kristus, karena di dalam tubuh, Kristus adalah segalanya, juga di dalam
segalanya.
Pelayanan yang memiliki orientasi adalah karena kita
memiliki pengalaman yang khusus, juga penangulangan dan hajaran Roh Kudus, dan
memiliki pengenalan yang khusus terhadap Kristus, kenudian kita memakai bagian
pengenalan kita akan Kristus ini, untuk melayani jemaat. Karunia adalah kuasa
yang saya terima dari Roh Kudus, mengunakan Kristus yang saya kenal untuk
menyuplai jemaat. Semua masalah dalam pelanan kita adalah masalah hayat. Kita
tidak memandang rendah karunia, namun, pelayanan yang mengatur karunia, bukan
karunia yang mengatur pelayanan. Jika lebih dulu mempunyai karunia, hanya bisa
berlari mengikuti karunia, tidak bisa memberi bantuan pada tubuh. Hari ini
kekurangan pada tubuh adalah pelayanan, dan bukan karunia. Kita harus terlebih
dulu menemukan pelayanan yang Allah bagikan untuk kita, baru mencari karunia,
supaya kita bisa melakukan pelayana itu dengan maksimal.
PERTAMA HAYAT, KEMUDIAN PRINSIP
Pelayanan di dalam tubuh Kristus berdasarkan pada
pengenalan akan Kristus, pengenalan ini datang dari pengalaman hayat Tuhan,
bukan datang dari prinsip. Allah lebih dulu memberi kita hayat, kemudian baru
memberi kita prinsip. Pertama adalah hayat, kemudian adalah prinsip. Alkitab
memperlihatkan pada kita, suplai Abraham terhadap tubuh adalah menurut
perjalanan iman. Namun Abraham bukan menerima pengajaran tentang prinsip iman,
kemudian memberitakan prinsip inam; dia dibawa masuk ke dalam serangkaian
keadaan, di sana
dia belajar mempercayai dan bergantung pada Allah. Kesukarannya melewati api,
bekerja di dalam dirinya, baru dapat menyuplai seluruh tubuh, menjadi kekayaan
tubuh. Pertama memiliki kehidupan dan pelajaran iman, kemudian baru memiliki
prinsip iman. Martin Luter bisa mengajarkan kepada gereja “orang benar akan
hidup karena iman”? bukan bedasarkan meneliti pelajaran tentang Alkitab,
kemudian memberitakan pengetahuan yang diperoleh dari penelitiannya, namun
melalui banyak penderitaan, berlutut sampai lutut menjadi lecet, masih tidak
bisa menerima pembenaran, sampai suatu hari, Allah mewahyukan padanya, membuat
dia benar-benar melihat orang dibenarkan adalah karena iman. Setelah dia memiliki
pengalaman ini, kemudian baru memiliki prinsip dibenarkan karena iman. Prinsip
itu perlu, namun prinsip mengikuti di belakang pengalaman, bukan prinsip di
depan pengalaman. Pertama hayat, kemudian prinsip; pertama pengalaman, kemudian
pengajaran. Alkitab perjanjian baru pertama adalah Injil (kenyataan), kemudian
adalah surat-surat (prinsip); pertama hayat Kristus, kemudian pengajaran
Kristus. Kita sungguh-sungguh jangan membuang waktu menguji, menganalisa,
meneliti prinsip, semua itu hanyalah sekam, sungguh akan menghadapi kesulitan,
tidak akan berhasil. Allah yang menuntunmu melewatinya, itu baru berguna, itu
baru bisa menyuplai orang. Hanya apa yang kita pelajari dalam pengalaman, baru
bisa mengunakan cara yang hidup dibagikan kepada orang lain. Semua hajaran,
semua penderitaan, semua ujian, semua itu adalah firman yang Allah
organisasikan di dalam kita, untuk membuat kita memiliki sesuatu yang bisa
menyuplai tubuh. Kita harus menjadi pekerja, untuk membangun tubuh Kristus,
tidak perlu takut segala ujian, hajaran dan penanggulanggan.
1 KORINTUS 12
1 Korintus 12:4-30 di bagi menjadi 4 bagaian:
1. Judul 12:4-6 karunia, pelayanan, dan fungsi.
2. Karunia Roh Kudus 12:7-11 banyak menitik beratkan pada
Roh Kudus.
3. Pelayanan Tuhan 12:12-27 banyak menitik beratkan pada
Kristus
4. Pekerjaan Allah 12:28-30 banyak menitik beratkan pada
Allah.
Pembukaan setiap bagian menunjukan cara pembagiannya lebih
dulu, dan intinya adalah judul dari masing-masing bagian. Karunia ada hubungan
dangan Roh Kudus, pelayanan ada hubungan dengan Kristus. Pelayanan datang
melalui karunia Roh Kudus; karunia seperti bejana, untuk menyelesaikan
pelayanan, sampai kepada tubuh Kristus. Tujuan karunia adalah membawa datang
pelayanan, melalui pelayanan baru bisa membagikan kepada jemaat semua yang
dipelajari, pengenalan, dan Kristus yang diterima. Kebangunan rohani hari-hari
ini kebanyakan adalah karunia, namun
tidak ada pelayanan; seeorang jika sepanjang hari memakai karunia, tidak ada
gunanya. Kita harus tahu, karunia adalah sampingan, pelayanan baru yang utama. Ada pelayanan, baru bisa
melayani tubuh, membuat tubuh mengalami kemajuan.
ANTARA ANGGOTA SALING MENPENGARUHI
Di dalam tubuh Kristus, anggota bisa mempengaruhi anggota
lain. Satu anggota tidak baik, akan mempengaruhi anggota lain juga tidak baik;
terkadang anda sangat baik, karena anggota lain ada sisi yang tidak baik
kemudian mempengaruhi anda. Setiap anggota bisa mempengaruhi orang lain. Maka
kita tidak boleh hidup bergantung pada diri sendiri, kita harus berpegang teguh
pada kepala, mencari hubungan. Allah ingin melalui tiap anggota, mengalirkan
hayat ke dalam tubuh. Jika hayat berhenti pada anda, anda tidak bisa menyuplai
orang lain dengan hayat, jemaat akan mengalami kerugian. Sesungguhnya tidak ada
kekalahan individu yang tidak mencelakakan jemaat. Maka di dalam tubuh Kristus,
satu anggota menderita, semua anggota menderita bersama. Setiap anggota bisa
mempengaruhi anggota lainnya. Sebab itu, semua perbuatan kita, ada hubungannya
dengan tubuh. Pengalaman baik kita, harus menyuplai tubuh; keadaan kita yang
tidak baik, kita juga harus mengenalinya, itu bisa menpengarihi anggota
lainnya.
DI DALAM KRISTUS, MENGALAMI TUBUH, UNTUK
TUBUH
Hari ini semua yang kita miliki ada dalam tubuh, semua
melalui tubuh, juga untuk tubuh. Tahun 1925, saudara Shi Baike di undang ke
Inggris, bertemu dengan seorang saudari, di dalam penderitaan karena
penyakitnya dia belajar banyak pelajaran, kemudian bisa menolong banyak orang.
Dia sungguh-sungguh memiliki pelayanan hayat, orang yang menyuplaikan hayat.
Apa yang dipelajarinya adalah di dalam tubuh, melalui tubuh, juga untuk tubuh.
Inilah orang yang Allah cari hari ini. Semua standart hidup kita, adalah di
dalam tubuh, melalui tubuh, untuk tubuh. Mohon Allah membuat kita meninggalkan
individu, masuk dalam tubuh; mohon Allah membuat kita melihat tubuh, juga
membuat kita karena mengenal Kristus, bisa memakai pelayanan kita untuk
melayani tubuhNya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar