Selasa, 05 Maret 2013

PELAYANAN TUBUH


Watchman Nee

Pembacaan Alkitab:
1 Korintus 12:4-31

MELIHAT PEWAHYUAN TUBUH

Seorang Kristen, tidak hanya harus melihat dirinya adalah seorang percaya, lebih lagi harus melihat dirinya adalah suatu anggota dalam tubuh. Jika adalah suatu anggota, akan perlu ada anggota yang lain. Suatu anggota berdiri sendiri, tidak ada anggota lain, tidak akan bisa hidup; suatu anggota harus ada anggota lain baru bisa hidup. Banyak orang tahu denominasi salah, dan meninggalkan denominasi, namun seorang diri hanya tanpa denominasi tidaklah cukup, harus melihat tubuh, masuk ke dalam tubuh. Gereja bukan organisasi denominasi, namun tubuh Kristus yang hidup; setiap orang Kristen bukan bagian dari denominasi, namun anggota dalam tubuh Kristus. Kita harus melihat kita adalah anggota dalam tubuh, tidak bisa dipisahkan dengan anggota lainnya; kita tidak bisa sendirian, tidak bisa kekurangan anggota lain.

PELAYANAN ANGGOTA

Bagaimana tubuh Kristus dibangun? Yaitu melalui di antara anggota saling menyuplai. Sebab itu, selain kita harus melihat kita adalah suatu anggota, kita masih harus melihat, setiap anggota mempunyai peranannya. Setiap anggota dalam tubuh, memiliki kemampuanya yang khusus, ini adalah pelayanannya. Pelayanan adalah kata benda, kata kerjanya adalah melayani. Pelayanan anggota adalah apa yang anggota terima khusus dari Kristus, dan mengunakan yang diterima khusus ini untuk menyuplai tubuh, ini ialah pelayanan anggota. Tubuh adalah Kristus, maka pelayanan kita juga adalah Kristus. Setiap orang kepunyaan Tuhan mempunyai bagiannya, setiap orang kepunyaan Tuhan, di dalam Kristus menerima sesuatu yang khusus, kekhususan ini adalah spesialisasi pelayanannya. Bertugas secara maksimal melayani orang, berdasar pada Kristus yang di dalam orang percaya, mengunakan apa yang diterimanya di dalam Kristus untuk menyuplai tubuh, dan bukan memakai kebenaran yang dirinya mengerti untuk melayani orang lain. Kepenuhan pelayanan kita, yaitu berdasarkan kepenuhan Kristus di dalam kita. Berapa banyak kepenuhan Kristus di dalam kita, sebanyak itulah juga kepenuhan pelayanan kita. Dasar pelayanan kita, ada 2 fakta: pertama, Kristus yang kita terima, kedua, Kristus yang kita terima dari sisi yang berbeda dengan anggota lain. Jika kita hanya mengenal Kristus dari sisi yang sama, umum, bagaimana kita saling menyuplai? Apa yang akan kita gunakan untuk membangun? Ini adalah perkara penting untuk seluruh pelayanan.
Seorang percaya perlu memiliki pelayanan khususnya sendiri, bukan pelayanan yang umum. Seseorang harus menerima Kristus, yang tidak diterima oleh anggota lain, yaitu hal yang berbeda, agar saya bisa menutupi kekurangan anggota lain. Bicara soal pelayanan, harus memiliki pengenalan yang khusus terhadap Kristus, bukan pengenalan yang umum. Seperti organ dalam tubuh, masing-masing memiliki fungsi khusus. Mata bisa melihat, telinga bisa mendengar, hidung bisa mencium, mereka masing-masing mempunyai fungsi, juga masing-masing ada bagiannya. Organ lain kadang bisa dipakai sebentar, namun bukan kegunaan khusus. Umpamanya kadang anda bisa mengambil benda mengunakan mulut, namun mulut bukan khusus untuk mengambil benda. Jika telinga tidak maksimal terhadap fungsi kususnya, seluruh tubuh tidak akan bisa mendengar, dengan begini akan menghambat pertumbuhan tubuh. Anda di hadapan Tuhan memiliki pelajaran khusus, pengenalan khusus, anda bisa menyuplai tubuh dengan apa yang tidak dimiliki anggota lain. Pengenalan anda yang khusus terhadap Kristus, pengenalan itu adalah pusat pelayanan anda. Pelayanan yang berpusat, baru bisa melayani tubuh, baru bisa membuat kemajuan pada tubuh. Maka, setiap anggota perlu selalu menuntut, menerima dari Tuhan apa yang tubuh belum pernah terima, kemudian membawanya ke dalam tubuh. Jika setiap anggota melayani sungguh-sungguh, berarti penambahan Kristus di dalam tubuh.

MENUNTUT PENGENALAN DAN PEMGALAMAN TERHADAP TUHAN

1 Korintus 12 berkata, masing-masing anggota harus menuntut masing-masing karunia dan pelayanan. Isi hati Allah ingin memilih anggota khusus untuk melakukan pelayanan khusus, mengunakan hayat yang mereka terima dari Tuhan dialirkan ke dalam seluruh tubuh, membuat mereka menambahkan bobot tubuh, memakai mereka menjadi saluran hayat tubuh. Hayat yang mereka terima dari Tuhan mengalir keluar, membuat ukuran dari tubuh Kristus bertambah. Allah melalui anggota menambah ukuran tubuh. Contohnya nyonya Gai En, nyonya Bin Luyi, saudara Shi Baike, dan lain-lain, mereka adalah anggota yang memiliki pengenalan khusus terhadap Kristus, Allah melalui mereka mengalirkan banyak kekayaan hayat kepada tubuh. Sebab itu, setiap anggota harus memiliki pelajaran dan pengenalan yang memiliki orientasi di hadapan Tuhan, agar memiliki pelayanan yang memiliki orientasi, untuk melayani tubuh. Tidak ada pelayanan, tidak bisa membicarakan karunia. Banyak orang menekankan pada karunia, sepertinya karunia yang membuat kita bisa melakukan pelayanan dengan maksimal. Namun pelayanan kita adalah Kristus, dan karunia kita hanyalah penopang untuk kita menjalankan pelayanan dengan maksimal. 2 orang mungkin mengunakan sendok yang sama untuk menyuapi anak kecil, namun apakah anak kecil mendapat makanan yang baik, tidak tergantung pada macam sendoknya, tapi tergantung apa yang ada di dalam sendok. Kita tidak membagikan karunia kepada jemaat, namun membagikan Kristus kepada jemaat; karunia hanyalah penopang Kristus yang kita bagikan. Yang kita bagikan pada tubuh adalah Kristus, yang diterima tubuh juga adalah Kristus, karena di dalam tubuh, Kristus adalah segalanya, juga di dalam segalanya.
Pelayanan yang memiliki orientasi adalah karena kita memiliki pengalaman yang khusus, juga penangulangan dan hajaran Roh Kudus, dan memiliki pengenalan yang khusus terhadap Kristus, kenudian kita memakai bagian pengenalan kita akan Kristus ini, untuk melayani jemaat. Karunia adalah kuasa yang saya terima dari Roh Kudus, mengunakan Kristus yang saya kenal untuk menyuplai jemaat. Semua masalah dalam pelanan kita adalah masalah hayat. Kita tidak memandang rendah karunia, namun, pelayanan yang mengatur karunia, bukan karunia yang mengatur pelayanan. Jika lebih dulu mempunyai karunia, hanya bisa berlari mengikuti karunia, tidak bisa memberi bantuan pada tubuh. Hari ini kekurangan pada tubuh adalah pelayanan, dan bukan karunia. Kita harus terlebih dulu menemukan pelayanan yang Allah bagikan untuk kita, baru mencari karunia, supaya kita bisa melakukan pelayana itu dengan maksimal.

PERTAMA HAYAT, KEMUDIAN PRINSIP

Pelayanan di dalam tubuh Kristus berdasarkan pada pengenalan akan Kristus, pengenalan ini datang dari pengalaman hayat Tuhan, bukan datang dari prinsip. Allah lebih dulu memberi kita hayat, kemudian baru memberi kita prinsip. Pertama adalah hayat, kemudian adalah prinsip. Alkitab memperlihatkan pada kita, suplai Abraham terhadap tubuh adalah menurut perjalanan iman. Namun Abraham bukan menerima pengajaran tentang prinsip iman, kemudian memberitakan prinsip inam; dia dibawa masuk ke dalam serangkaian keadaan, di sana dia belajar mempercayai dan bergantung pada Allah. Kesukarannya melewati api, bekerja di dalam dirinya, baru dapat menyuplai seluruh tubuh, menjadi kekayaan tubuh. Pertama memiliki kehidupan dan pelajaran iman, kemudian baru memiliki prinsip iman. Martin Luter bisa mengajarkan kepada gereja “orang benar akan hidup karena iman”? bukan bedasarkan meneliti pelajaran tentang Alkitab, kemudian memberitakan pengetahuan yang diperoleh dari penelitiannya, namun melalui banyak penderitaan, berlutut sampai lutut menjadi lecet, masih tidak bisa menerima pembenaran, sampai suatu hari, Allah mewahyukan padanya, membuat dia benar-benar melihat orang dibenarkan adalah karena iman. Setelah dia memiliki pengalaman ini, kemudian baru memiliki prinsip dibenarkan karena iman. Prinsip itu perlu, namun prinsip mengikuti di belakang pengalaman, bukan prinsip di depan pengalaman. Pertama hayat, kemudian prinsip; pertama pengalaman, kemudian pengajaran. Alkitab perjanjian baru pertama adalah Injil (kenyataan), kemudian adalah surat-surat (prinsip); pertama hayat Kristus, kemudian pengajaran Kristus. Kita sungguh-sungguh jangan membuang waktu menguji, menganalisa, meneliti prinsip, semua itu hanyalah sekam, sungguh akan menghadapi kesulitan, tidak akan berhasil. Allah yang menuntunmu melewatinya, itu baru berguna, itu baru bisa menyuplai orang. Hanya apa yang kita pelajari dalam pengalaman, baru bisa mengunakan cara yang hidup dibagikan kepada orang lain. Semua hajaran, semua penderitaan, semua ujian, semua itu adalah firman yang Allah organisasikan di dalam kita, untuk membuat kita memiliki sesuatu yang bisa menyuplai tubuh. Kita harus menjadi pekerja, untuk membangun tubuh Kristus, tidak perlu takut segala ujian, hajaran dan penanggulanggan.

1 KORINTUS 12

1 Korintus 12:4-30 di bagi menjadi 4 bagaian:
1. Judul 12:4-6 karunia, pelayanan, dan fungsi.
2. Karunia Roh Kudus 12:7-11 banyak menitik beratkan pada Roh Kudus.
3. Pelayanan Tuhan 12:12-27 banyak menitik beratkan pada Kristus
4. Pekerjaan Allah 12:28-30 banyak menitik beratkan pada Allah.
Pembukaan setiap bagian menunjukan cara pembagiannya lebih dulu, dan intinya adalah judul dari masing-masing bagian. Karunia ada hubungan dangan Roh Kudus, pelayanan ada hubungan dengan Kristus. Pelayanan datang melalui karunia Roh Kudus; karunia seperti bejana, untuk menyelesaikan pelayanan, sampai kepada tubuh Kristus. Tujuan karunia adalah membawa datang pelayanan, melalui pelayanan baru bisa membagikan kepada jemaat semua yang dipelajari, pengenalan, dan Kristus yang diterima. Kebangunan rohani hari-hari ini  kebanyakan adalah karunia, namun tidak ada pelayanan; seeorang jika sepanjang hari memakai karunia, tidak ada gunanya. Kita harus tahu, karunia adalah sampingan, pelayanan baru yang utama. Ada pelayanan, baru bisa melayani tubuh, membuat tubuh mengalami kemajuan.

ANTARA ANGGOTA SALING MENPENGARUHI

Di dalam tubuh Kristus, anggota bisa mempengaruhi anggota lain. Satu anggota tidak baik, akan mempengaruhi anggota lain juga tidak baik; terkadang anda sangat baik, karena anggota lain ada sisi yang tidak baik kemudian mempengaruhi anda. Setiap anggota bisa mempengaruhi orang lain. Maka kita tidak boleh hidup bergantung pada diri sendiri, kita harus berpegang teguh pada kepala, mencari hubungan. Allah ingin melalui tiap anggota, mengalirkan hayat ke dalam tubuh. Jika hayat berhenti pada anda, anda tidak bisa menyuplai orang lain dengan hayat, jemaat akan mengalami kerugian. Sesungguhnya tidak ada kekalahan individu yang tidak mencelakakan jemaat. Maka di dalam tubuh Kristus, satu anggota menderita, semua anggota menderita bersama. Setiap anggota bisa mempengaruhi anggota lainnya. Sebab itu, semua perbuatan kita, ada hubungannya dengan tubuh. Pengalaman baik kita, harus menyuplai tubuh; keadaan kita yang tidak baik, kita juga harus mengenalinya, itu bisa menpengarihi anggota lainnya.

DI DALAM KRISTUS, MENGALAMI TUBUH, UNTUK TUBUH

Hari ini semua yang kita miliki ada dalam tubuh, semua melalui tubuh, juga untuk tubuh. Tahun 1925, saudara Shi Baike di undang ke Inggris, bertemu dengan seorang saudari, di dalam penderitaan karena penyakitnya dia belajar banyak pelajaran, kemudian bisa menolong banyak orang. Dia sungguh-sungguh memiliki pelayanan hayat, orang yang menyuplaikan hayat. Apa yang dipelajarinya adalah di dalam tubuh, melalui tubuh, juga untuk tubuh. Inilah orang yang Allah cari hari ini. Semua standart hidup kita, adalah di dalam tubuh, melalui tubuh, untuk tubuh. Mohon Allah membuat kita meninggalkan individu, masuk dalam tubuh; mohon Allah membuat kita melihat tubuh, juga membuat kita karena mengenal Kristus, bisa memakai pelayanan kita untuk melayani tubuhNya.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar