Selasa, 05 Maret 2013

PENGURAPAN TUBUH

Watchman Nee

Pembacaan Alkitab:
1 Yohanes 2:27
Lukas 3:22; 4:18
Efesus 4:1-10, 30-32
Mazmur 133

Alkitab memperlihatkan pada kita, minyak urapan Allah hanya untuk pribadi yang sungguh-sungguh berkenan di hatiNya, yaitu Kristus Anak Allah. Jika demikian mengapa tubuh juga menerima pengurapan? Mazmur 133 memperlihatkan pada kita, minyak yang berharga di curahkan di atas kepala Harun, mengalir ke jengot, dan ke leher jubahnya. Saat seseorang hendak menerima pengurapan, urapan dituangkan di kepala orang yang diurapi, dan bukan dituangkan ke tubuhnya. Meskipun setelah urapan dituangkan di kepala orang yang diurapi, kemudian mengalir ke bawah, dan terus mengalir ke seluruh tubuhnya. Kepala adalah Kristus, karena itu tubuh juga adalah Kristus. Kristus adalah Yang diurapi Allah, jemaat adalah tubuhNya, karena itu pada waktu Kristus menerima pengurapan, seluruh tubuhNya juga menerima pengurapan. Kristus adalah "Yang Diurapi", dan kita anggota-anggota adalah "yang diurapi"; namun kita bukan satu-satu secara terpisah diurapi, saat Kristus diurapi, kita berada di dalam tubuhNya, yaitu bersama dengan Kristus menerima pengurapan. Kita di dalam diri sendiri tidak boleh menerima pengurapan, karena Alkitab berkata, minyak urapan yang kudus tidak boleh dituangkan ke atas daging manusia. (Keluaran 30:32) Kita menerima pengurapan di dalam Kristus.

SYARAT PENGURAPAN ADALAH MENGUBURKAN YANG ALAMI

Lukas 3:22 berkata, setelah Tuhan dibaptis di sungai Yordan, dan turunlah Roh Kudus dalam rupa burung merpati ke atasNya. Dan terdengarlah suara dari langit: “Engkaulah Anak yang Kukasihi, kepadaMulah Aku berkenan!” (Lukas 4:18) juga berkata, “Roh Tuhan ada padaKu, oleh sebab Ia telah mengurapi aku, untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang miskin.” Karena itu, saat Tuhan keluar dari baptisan di sungai Yordan, Ia menerima pengurapan Roh Kudus. Kejadian 8 mencatat, setelah air bah, Nuh membuka jendela batera. – Batera Nuh melewati air bah, melambangkan baptisan – Namun saat Kristus dibaptis, Roh Allah, turun dalam rupa burung merpati, hinggap di atasNya. Ini menunjukan saat Kristus menerima baptisan, Ia menerima pengurapan Roh Kudus; kita juga saat menerima baptisan, menerima pengurapan Roh Kudus.
Babtisan menyatakan menguburkan semua yang lama dan yang alamiah. Setelah menerima baptisan, menerima pengurapan, ini menyatakan jika kita ingin menerima urapan Roh Kudus, harus menguburkan daging. Jika bukan karena Tuhan, kita tidak akan bias bangun lagi, karena segala hal yang berasal dari orang percaya itu sendiri, hanya layak dikuburkan; segala hal yang bisa bangkit setelah dikubur, berada dalam kebangkitan, karena di dalamnya ada Kristus. Kita dibaptis di dalam Kristus, yaitu di dalam Dia, bersama Dia melewati maut, dikuburkan, juga bangkit bersama dengan Dia. Maka saat Dia diurapi, kita juga diurapi. Kita berada di dalam Dia, mati bersama Dia, dikuburkan, bangkit, dan diurapi.

KEGUNAAN URAPAN

Apa nilai dari minyak urapan? Melalui minyak urapan, anugerah dari kepala mengalir ke tubuh. Kegunaan urapan adalah untuk mempertahankan hubungan tubuh dan kepala, kegunaan urapan juga untuk mempertahankan hubungan antara anggota. Minyak urapan adalah Roh Kudus yang berfungsi di dalam manusia. Hubungan Roh Kudus dan Kristus serta jemaat, seperti saraf pada tubuh manusia. Saraf mengomando hubungan masing-masing anggota di dalam tubuh. Melalui saraf kepala mengerakan masing-masing anggota, antara anggota juga saling berhubungan melalui saraf. Anggota di dalam tubuh bekerja dengan mendengarkan komando dari saraf, mengdengarkan saraf berarti mendengarkan kepala. Demikian juga, di dalam tubuh rohani, Roh Kudus membawa maksud dari kepala kepada seluruh anggota. Kita sebagai anggota tubuh Kristus, harus menaati kekuasaan Roh Kudus; menaati kekuasaan Roh Kudus, berarti menaati kepala. Ketika kita mendukakan Roh Kudus, kita mengganggu hubungan kita dengan kepala. Bagaimana kita berpegang teguh pada kepala? Melalui menaati Roh Kudus.

PENGAJARAN MINYAK URAPAN

Di dalam Alkitab, Roh Kudus dengan banyak cara berbeda menyatakan diri, seperti angin, air hidup, api, dan Roh Kudus juga adalah hayat, kuasa, dan lain-lain. Namun 1 Yohanes 2:27 berbicara tentang hal yang sangat berharga, di sini berbicara tentang pengurapan Roh Kudus, yaitu pengajaran Roh Kudus. Bagaimana Roh Kudus mengajar? Yaitu melalui pengurapan. Bagaimana kita mengerti kehendak Allah? Bukan melaluii penelitian, atau mempertimbangkan pendapat, namun melalui pengajaran pengurapan. Roh Kudus memberikan pikiran Kristus kepada kita. Kita tidak perlu selalu bertanya: “Apakah ini kehendak Allah?” kita sudah memiliki pikiran Kristus. (1 Koriintus 2:16) Saat kepala ingin satu anggota tubuh bergerak, Dia akan membuat orang mengetahuinya melalui pengurapan, saat kita menaati pengurapan, hayat akan dengan bebas mengalir dari kepala kepada kita. Jika kita menolak urapan, hubungan kita dengan kepala akan terganggu, aliraran hayat juga akan berhenti. Mengapa benyak orang percaya tidak tahu tuntunan Tuhan? Karena mereka tidak berada di bawah kepala. Urapan tidak bisa secara langsung datang kepada tubuh, tetapi di kepala. Asalkan orang percaya secara langsung berada di bawah kepala, kita baru bisa menerima urapan yang mengalir dari kepala ke seluruh tubuh.
Pengurapan juga bisa diterjemakan “jamahan urapan Tuhan.” Urapan sangat lembut, sangat nikmat. Roh Kudus mengajar kita bukan keras, bukan kasar, Dia bukan seperti angin yang besar bertiup, juga bukan seperti api membakar, namun seperti minyak urapan dari dalam kita menjamah kita. Ini adalah cara Roh Kudus mengajar kita. Di mana ada urapan, di situ ada pekerjaan Allah. Pekerjaan Allah tidak tergantung perkataan, penjelasan Alkitab, alasan, penghakiman benar atau salah, dan lain-lain, Allah bekerja di dalam kita, Allah menuntun di dalam kita, melalui semacam perasaan hayat di dalam; perasaan hayat semacam ini adalah jamahan urapan Roh Kudus. Kepala tidak perlu mengandalkan sesuatu yang dari luar untuk mengatur tubuh. Hidup ini adalah terang manusia. (Yohanes 1:4) Kita harus mengerti kehendak Allah, bukan berdasar pertanyaan: “Hal ini benar atau salah?” Tetapi adakah hayat di dalam hal ini? Dalam perkara itu, jika di dalam kita merasa mati, itu berarti tidak ada pengurapan, jika saya melakukannya tanpa pengurapan, berarti saya tidak bertindak di bawah kuasa Tuhan. Umpamanya, suatu saat anda pergi menjenguk orang, dalam hati terasa sangat dingin, ini menunjukan Roh Kudus mengajarmu untuk tidak pergi. Di saat yang lain, anda pergi menjenguk, sama seperti sudah menjamah urapan yang harum, sangat bebas, sangat nikmat. Ini adalah jamahan urapan Roh Kudus di dalam, dan melahirkan pengajaran. Saat ini jika anda mengikuti jamahan urapan ini melakukan sesuatu, anda akan makin bekerja makin kuat, makin bekerja di dalam makin berkata amin.
Pengajaran jamahan pengurapan Roh Kudus, bukan masalah benar atau tidak, harus atau tidak, ya atau tidak, namun perasaan hayat di dalam. Cara kerja banyak orang, masih menurut Adam yang memakan buah pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat, ini adalah apa yang disebut sebagai prinsip benar salah. Namun di dalam Kristus, pekerjaan Allah adalah masalah hayat, adalah masalah jamahan urapan Roh Kudus. Tempat urapan, adalah tempat hayat. Ada urapan, ada hayat, itulah yang benar, itulah yang dikehendaki Allah. Karena itu orang yang pandai, orang yang mengenal prinsip Alkitab, belum tentu lebih mengenal pekerjaan Allah. Terkadang, saudara saudari yang ada di desa, sebaliknya lebih banyak mengenal pekerjaan Allah; mereka tidak bersandar pada pengetahuan, namun hayat. Jika tidak, berarti Allah sudah bertindak tidak adil, mencelakakan orang-orang desa yang tidak pernah membaca itu, karena mereka tidak memiliki pengetahuan untuk mengenal kehendak Allah. Namun Allah tidak bertindak tidak adil pada manusia, baik anda punya pengetahuan, baik anda tidak punya pengetahuan, baik pintar, baik bodoh, pengajaran jamahan urapan Roh Kudus, ada di dalammu. Asal anda bertindak menurut jamahan urapan Roh Kudus di dalam, anda akan dapat mengetahui kehendak Allah, juga bisa tahu pekerjaan Allah.

JAMAHAN PENGURAPAN DAN HUKUM TAURAT

Di dalam perjanjian lama, orang mengambil firman Allah, firman ini adalah hukum Taurat; dalam perjanjian baru, orang mengambil firman Allah, jika di dalamnya tidak ada urapan Roh Kudus, juga adalah hukum Taurat. Banyak orang menerima baptisan, penumpangan tangan, penudungan kepala dan lain-lain, hanya dilakukan berdasarkan firman di dalam Alkitab, ini juga adalah hukum Taurat. Jika seseorang bertindak hanya berdasarkan firman di Alkitab, orang ini adalah pengikut Musa, dan bukan orang Kristen. Orang Kristen adalah orang-orang yang punya jamahan urapan Allah; di dalam tubuh Kristus, tidak ada hukum Taurat, hanya ada jamahan urapan Tuhan. Maka kita yang hidup di dalam tubuh Kristus, harus hidup berdasar pada jamahan urapan Roh Kudus, tidak bisa hidup berdasar huruf-huruf pada hukum Taurat; segala perkara yang kita lakukan, harus dilakukan menurut jamahan urapan Roh Kudus, yaitu pengajaran Roh Kudus.

BAGAIMANA MENERIMA PENGURAPAN

Bagaimana kita menerima pengurapan? Mazmur 133 adalah pasal sebagai pusat bagaimana menerima pengurapan di dalam perjanjian lama. Kita tahu, Mazmur 121-134 adalah nyayian ziarah, yaitu orang Israel dari berbagai daerah tiap tahun 3 kali datang menghadap Tuhan, saat pergi ke Yerusalem tempat kediaman Allah di bukit Zion, mereka menyayikan ini saat berjalan ke atas. Meskipun mungkin masing-masing orang tidak sama cara menyanyikannya, tetapi ada satu hal yang sama, yaitu ‘kepada Tuhan.’ Di saat itu, mereka tidak membicarakan ekonomi, tidak membicarakan pendidikan, tidak membicarakan perang, tidak membicarakan politik……., hati mereka hanya tertuju pada Zion, pada Allah, mereka pergi kepada Allah. Mazmur 133:1 berkata, Sungguh alangkah baiknya dan indahnya, apabila saudara-saudara diam bersama dengan rukun. Diam bersama dengan rukun di sini adalah korporat, tidak ada pemisah, tidak berdiri sendiri; mereka mengesampingkan segala perpecahan, iri, pertentangan yang dalulu. Ini seperti minyak urapan yang dicurahkan ke kepala Harun, mengalir ke jengot, dan ke leher jubahnya. Dalam keadaan ini, mereka menerima pengurapan Allah. Saat urapan mengalir ke bawah, otomatis, semua yang berada di bawah kepala menerima minyak urapan. Mazmur 133 pada perjanjian lama, adalah Efesus 4 pada perjanjian baru. ketika kita berada di dalam tubuh, sekuat tenaga menjaga persatuan Roh Kudus, kita akan memiliki jamahan urapan Roh Kudus. Kita perlu berada di bawah kepala, dan hidup di dalam tubuh, baru bisa menerima minyak urapan. Banyak orang tidak mendapat tuntunan, karena tidak berada pada posisi yang tepat, mereka tidak berada di bawah kepala, tidak menaati kekuasaan kepala, mereka juga tidak berada di dalam tubuh. Jika kita ingin menerima urapan, di satu sisi harus taat di bawah kepala, di satu sisi harus hidup di dalam kehidupan tubuh.
Di depan kita pernah membicarakan, dasar persekutuan orang percaya ialah Kristus, penyebab kita dapat bersekutu, adalah karena Kristus adalah hayat tubuh, Kristus adalah kepala tubuh; di sisi lain, kenikmatan persekutuan adalah Roh Kudus. Makin kita bersekutu di dalam tubuh, makin menikmati jamahan urapan Roh Kudus. Namun ini mempunyai syarat, yaitu harus membiarkan salib sangat dalam menanggulangi daging, menanggulangi hayat alami. Bisa tidaknya orang percaya menikmati persekutuan, harus dilihat adakah penanggulangan terhadap hayat alamiah. Daging alamiah kita hanya layak mati, hanya layak berbaring dalam tanah, hanya layak dipakukan di atas kayu salib. Kita tidak bisa berpikir sesuai diri sendiri, tidak layak mengemukakan pendapat; kita harus membiarkan Kristus berdaulat mutlak, membiarkan Dia sepenuhnya menjadi Tuhan. Jika hayat alami kita menerima penanggulangan salib, taat kuasa Kristus sebagai kepala, mengeluarkan hayat tubuh, kita memiliki jamahan urapan Roh Kudus, kita akan bisa menikmati persekutuan tubuh.


Berlanjut ke : PERATURAN TUBUH


Tidak ada komentar:

Posting Komentar