Watchman Nee
Kisah para rasul 8:4-5; 12; 14-17
Yakubus 5:14-16
Kisah para rasul 9:3-6; 10-12
Matius 18:15-16; 19-24
Kisah para rasul 6:6; 19:6; 5:22
2 Timotius 1:6
PENUMPANGAN TANGAN RASUL-RASUL
Dalam Kisah para rasul 8 ada satu contoh, memperlihatkan
pada kita prinsip tubuh. Saat itu, jemaat di Yerusalem mengalami penganiayaan
yang besar, selain para rasul, semua murid terpencar. Filipus bukan rasul, dia
mengurusi pelayanan meja, namun karena dia memiliki hayat, lalu pergi ke kota Samaria, dan
memberitakan Injil di sana.
Banyak orang percaya, dan di baptis. Di kota
itu terjadi kesukaan yang besar. (ayat 8) Namun di antara orang yang
diselamatkan itu, ada satu hal yang berbeda dengan orang percaya yang
diselamatkan di Yerusalem, yaitu tidak ada Roh Kudus yang turun atas mereka.
Karena itu para rasul mengutus perwakilan, Petrus dan Yohanes pergi ke sana, melengkapi kekurangan yang ada di sana, mereka menunpangkan tangan ke atas
kepala orang yang diselamatkan, dan mereka menerima Roh Kudus.
Apa arti penumpangan tangan? Kitab Imamat dalam perjanjian
lama menberi tahu kita, saat mempersembahkan korban, orang yang mempersembahkan
korban harus menumpangkan tangan di atas kepala hewan yang dikorbankan. Banyak
tempat di perjanjian baru juga membicarakan tentang hal penumpangan tangan. 1
Timotius 5:22 berkata, Janganlah engkau terburu-buru menumpangkan
tangan atas seseorang; Paulus menjelaskan, agar jangan, mendapat bagian dalam dosa orang lain. Ini
juga menunjukan menumpangkan tangan berarti bersatu dengan orang lain, maka
menumpangkan tangan pada orang harus hati-hati, agar jangan bersatu dengan dosa
orang lain. Dalam perjanjian lama, saat mengangkat raja atau imam, harus
menumpangkan tangan ke atas kepala mereka, di saat yang sama menuangkan minyak
ke atas kepala mereka. Karena itu penumpanggan tangan mempunyai 2 arti: Pertama
menempatkan orang percaya di bawah urapan kepala; kedua adalah membawa masuk
orang percaya ke dalam hubungan tubuh.
Rasul mewakili Allah, juga mewakili anggota di dalam tubuh
Kristus. Saat Petrus dan Yohanes menumpangkan tangan pada orang percaya di Samaria, berarti membawa
mereka ke bawah kuasa kepala, juga membawa masuk ke dalam hubungan tubuh, yaitu
mengakui mereka adalah orang-orang di dalam tubuh. Begitu mereka dibawa masuk
ke dalam tubuh, di bawah sebuah pengurapan, Roh Kudus segera turun ke atas
mereka. Jika sebelum rasul-rasul tiba di Samaria, orang yang diselamatkan di
Samaria sudah menerima Roh Kudus, mungkin Filipus akan berpikir, mereka bisa
bekerja di Yerusalem, aku juga bisa bekerja di Samaria, dengan begini, orang
yang diselamatkan di Samaria, akan berpisah dengan orang yang diselamatkan di
Yerusalem. Jika di Yerusalem ada Petrus, di Samaria ada Filipus, itu akan
menghancurkan prinsip tubuh. Hal yang terjadi di Samaria, membuat kita melihat, jika tidak
tunduk di bawah tubuh, tidak akan ada minyak urapan; jika kita tidak mengakui
tubuh, tidak akan ada minyak urapan. Roh Kudus tidak diberikan kepada
perorangan, namun diberikan kepada anggota di dalam tubuh. Penumpangan tangan
para rasul yaitu membawa masuk orang percaya ke dalam hubungan tubuh. Karena
itu, penumpangan tangan adalah mengakui adanya persatuan; penumpangan tangan
adalah mengakui adanya hubungan; penumpangan tangan adalah mengakui adanya satu
tubuh. Tubuh hanya ada satu, maka, semua anggota tidak hanya harus mengakui
mereka bergantung pada kepala, tapi mereka juga saling bergantung.
Ibrani 6:1-2 mengemukaan 6 hal sebagai permulaan kebenaran,
penumpangan tangan adalah salah satu dasar hayat orang Kristen, 6 hal imi dapat
di bagi menjadi 3 kategori: Kategori pertama adalah bertobat menjalani
‘kematian’, dan bersandar pada Allah, ini adalah semacam suasana hati dan tindakan
di dalam terdadap diri sendiri dan Allah; kedua adalah kebangkitan orang mati,
dan penghukuman kekal, ini adalah kebenaran mengenai hal-hal yang akan datang;
ketiga adalah baptisan dan penumpangan tangan, dua hal ini adalah kesaksian di
luar. Baptisan dan penumpangan tangan adalah dua macam kesaksian jemaat, “masuk
pada tahap kesempurnaan” adalah suatu keharusan. 5 hal diantaranya kita tidak
abaikan, namun kita mengabaikan 1 hal diantaranya, yaitu penumpangan tangan.
Meskipun Alkitab tidak secara jelas memerintahkan penumpangan tangan, namun
Alkitab memperlihatkan pada kita, pada zaman rasul-rasul, begitu orang yang
diselamatkan dibaptis, juga akan menerima penumpangan tangan. Baptisan adalah
dibawa masuk pada Kristus, penumpangan tangan dibawa masuk pada tubuh; orang
percaya tidak hanya dibawa masuk pada Kristus, dan juga dibawa masuk pada tubuh
Kristus. Ini adalah posisi yang seharusnya kita berada. Kita tahu, pemecahan
roti adalah hal yang harus dilakukan setiap orang percaya pada hari Tuhan,
untuk mengingat kembali arti baptisan dan penumpangan tangan. Baptisan adalah
suatu kesaksian, melepaskan diri sendiri, melepaskan dunia, masuk ke dalam
Kristus; penumpangan tangan adalah suatu kesaksian, melepaskan keindividuanku,
masuk ke dalam tubuh. Mulai sejak saat itu, meskipun berada di lingkungan
dunia, saya dibawa ke tempat yang terpisah, saya tetap tidak sendirian, karena
seluruh tubuh bersama denganku. Jika saya menderita, seluruh anggota juga
menderita bersama saya, saya bisa terus-menerus bergantung pada bantuan mereka.
Saat penumpangan tangan, jika Roh Kudus memberikan doa
nubuat untuk seseorang yang dibawa ke bawah pengurapan, kekhususan perkataan
nubuat ini harus menjadi kekhususan hayat dan pelayanan orang itu di saat yang
akan datang. Kita bisa melihat hal ini pada diri Timotius. Saat Paulus dan para
penatua menumpangkan tangan pada dirinya, dan bernubuat, kemudian Paulus
menasehati Timotius agar jangan mengabaikan, namun mengembangkan karunia yang
ada padanya. (1 Tim 1:18; 4:14; 2 Tim 1:6) Jika kita sungguh-sungguh menerima
pewahyuan tubuh, kita harus menerima penumpangan tangan. Ini adalah kesaksian
kita karena melihat tubuh dan mempersembahkan diri pada kehidupan tubuh.
Melalui ini kita menyatakan, mulai dari saat ini, semua untuk tubuh, tidak ada
1 hal pun untuk individu. Jika Allah ingin memakai saya, saya memuji Dia; jika
Tuhan memilih orang lain, saya juga memuji Dia. Di dalam tubuh Kristus tidak
ada tempat untuk iri hati.
PENGOLESAN MINYAK DAN DOA PENATUA
Yakubus 5:14-16 memperlihatkan pada kita, penumpangan
tangan yang berhubungan dengan penyakit. Dalam perkara ini, Yakubus menyuruh
kita untuk memangil penatua jemaat. Mengapa memangil penatua, dan bukan
memangil orang yang memiliki karunia kesembuhan? Karena orang sakit ini perlu
dibawa ke bawah pengurapan, karena penyakit mereka perlu penanggulangan dari
perwakilan jemaat. Dosa yang dibicarakan di ayat 15, sangat khusus, yaitu
berdosa pada tubuh. Bagaimana mengetahui penyakitnya adalah penyakit yang khusus,
dan bukan penyakit yang biasa? Kita melihat resep yang dibuat dokter, bisa
menyimpulkan apa penyakit dari pasien. Orang sakit ini dibawa ke bawah minyak
urapan, maka kita bisa dengan pasti menyimpulkan, penyakit orang ini adalah
sudah meninggalkan minyak urapan. Firman Allah dengan jelas berkata, banyak
orang lemah, menderita sakit, terlebih tidak sedikit yang meninggal, karena
mereka tidak mengakui tubuh Tuhan. (1 Korintus 11:29-30) Hal inilah yang
dibicarakan di dalam Yakubus 5. jika kita hidup di dalam ruang lingkup tubuh,
kita pasti selalu berada di bawah minyak urapan kepala; namun asal kita
berjalan di jalan perorangan, kita akan meninggalkan minyak urapan, dan terbuka
di bawah penyakit dan kematian. Di sini dosa yang dilakukan orang itu, pasti
meninggalkan tubuh Kristus. Dosa yang dilakukannya, jika hanya dosa
perseorangan, dia hanya harus bergantung pada darah Kristus, juga mengakui,
ditanggulangi, akan menerima pengampunan, dia tidak perlu memanggil penatua
untuk mengolesi minyak, baru menerima pengampunan. Pengolesan minyak penatua
tidak bisa menghapus dosa, darahlah yang baru bisa membasuh dosa. Di sini
dikatakan, jika dia sudah berbuat dosa, juga akan menrima pengampunan, menerima
pengampunan karena doa penatua, maka dosa ini tidak sama dengan dosa biasa,
dosa ini adalah dosa bertindak tidak sesuai dengan tubuh. Maka harus memohon
penatua di dalam jemaat datang, mengurapinya dengan minyak dalam nama Tuhan,
berdoa baginya, membawanya ke bawah kepala, kembali ke dalam tubuh.
Ayat 16 berkata, Karena
itu hendaklah kamu saling mengaku dosamu dan saling mendoakan, supaya kamu
sembuh. Di sini dikatakan kalian harus saling mengaku dosa, mengapa harus
saling mengaku dosa? Karena tubuh Kristus terjadi masalah. Ruang lingkup
pengakuan dosa dengan ruang lingkup perbuatan dosa harus saling besesuaian.
Jika dosa yang kita buat hanya berdosa pada Allah, kita harus mengaku dosa
padaNya. Dosa di sini adalah berdosa terhadap tubuh Kristus; tubuh Kristus
terjadi masalah, orang sakit itu dan penatua mempunyai tanggung jawab, karena
orang sakit berdosa pada tubuh, dan penatua adalah pewakilan tubuh. Maka orang
sakit harus mengaku dosa pada penatua. Penatua juga harus mengaku dosa pada
orang sakit. Mohon diperhatikan di sini dikatakan ‘saling’ mengaku dosa, orang
sakit mengaku dosa, penatua juga mengaku dosa. Orang sakit mengaku penyakitnya
adalah akibat dari masuk pada posisi perorangan; penatua mengaku kegagalan
mereka dalam hal kasih dan memberi peringatan, jika tidak orang itu tidak akan
sampai meninggalkan posisi tubuh.
Setelah saling mengaku dosa, juga harus saling mendoakan.
‘Saling mendoakan’ yaitu penatua berdoa lagi bagi orang sakit, orang sakit juga
berdoa bagi penatua. Akhirnya, dosa menerima pengampunan, sakit juga menerima
kesembuhan. Saling adalah ciri khas tubuh. Anda melihat dalam hal mengoles
minyak, mengaku dosa, mendoakan, apakah menekankan pada tubuh? Di dalam tubuh,
setiap anggota selalu harus memiliki kasih dan kerendahan hati. Keluar dari
tubuh, bukan hanya ada penyakit pada tubuh, juga ada penyakit pada roh. Karena
itu orang yang keluar dari tubuh, harus melihat pentingnya kembali ke bawah
minyak urapan, harus melihat pentingnya kembali ke dalam tubuh, dengan
mendapatkan bantuan dari anggota lain.
PEWAHYUAN TUBUH YANG DILIHAT PAULUS PADA
SAAT BERTOBAT
Di saat Paulus bertobat, kita masuk selangkah melihat pada
penumpangan tangan. Kisah rasul 9 memperlihatkan pada kita, pehwahyuan yang
diterima Paulus saat bertobat ada 2 ciri khusus. Pada perjalanan Paulus menuju
Damsyik, Tuhan menampakan diri padanya, membuat dia melihat bahwa dia
menganiaya orang percaya, adalah menganiaya Dia sendiri. (Kisah 9:3-5) Tuhan
berkata”kenapa engkau menganiaya Aku”; Tuhan bukan berkata “mengapa engkau
menganiaya orang yang percaya padaKu.” Paulus bertanya, “Siapakah Engkau
Tuhan?” Tuhan berkata, “Akulah Yesus yang engkau aniaya itu.” Di sini, Tuhan
membuat Paulus melihat, saat dia menganiaya anggota tubuh, sama dengan
menganiaya kepala. Saat anda melukai anggota manapun di dalam tubuh, anda sudah
melukai kepala. Maka semua dosa terhadap tubuh, adalah dosa terhadap kepala.
Semua orang yang percaya Tuhan, menjadi satu dengan Tuhan, yaitu kepala yang
menjadi satu dengan tubuh. Paulus adalah orang pertama yang melihat tubuh
Kristus, dari hari pertama Tuhan menampakan diri padanya, dia melihat tubuh.
Setelah pewahyuan yang luar biasa ini, Tuhan menyuruhnya
masuk ke dalam kota,
dan memberi tahunya, apa yang harus dia kerjakan, Tuhan akan memakai orang lain
untuk memberitahunya. (ayat 6) Ini juga adalah pewahyuan tentang tubuh. Lebih
lagi setelah pewahyuan yang luar biasa ini, Tuhan tidak secara langsung memberi
tahunya, Tuhan menyerahkanya kepada tubuh. Pada hari pertama Paulus
diselamatkan, Tuhan memperlihatkan padanya prinsip tubuh. 3 hari kemudian,
Tuhan mengutus seorang murid, bernama Ananias, datang untuk menumpangkan tangan
padanya, dan berkata padanya, “Saudaraku Saulus, Tuhan yang datang menampakan
diri padamu di tengga jalan, yaitu Yesus, mengutus aku membuatmu melihat, dan
dipenuhi oleh Roh Kudus.” (ayat 17) Ananias hanya seorang saudara biasa,
sebelum dan sesudah perkara ini, kita tidak melihat riwayatnya. Saat dia diutus
Tuhan kepada Saulus, dan berkata padanya, “saudaraku Saulus,” ini membawa
Saulus untuk melihat tubuh Kristus; juga membuatnya dipenuhi Roh Kudus, ini
adalah membawanya ke bawah minyak urapan.
KEPUTUSAN DUA TIGA ORANG SAUDARA
Matius 18:15-16 berkata, tidak bertanya apakah anda punya
kesalahan, bukan apakah anda merasa punya kesalahan, tetapi berkata,
berdasarkan kesaksian dua tiga orang saudara, mereka berkata anda salah,
berarti anda salah. Maka saat semua saudara yang lain melihat anda salah, dan
anda sendiri tidak merasakannya, lebih baik anda menerima keputusan mereka,
lebih dari mempercayai diri sendiri. Jika ada dua tiga orang, mereka berada
dalam nama Kristus, anda harus mendengar apa yang mereka katakan kepada anda.
Di dalam jemaat, ada 4 macam orang yang mewakili tubuh,
yaitu: 1, para rasul; 2, para penatua; 3, orang yang khusus dipilih Tuhan; 4,
dua tiga orang orang percaya, orang percaya yang menyangkal diri, dan berbalik
di bawah nama Tuhan. Ke 4 macam orang ini, ialah yang mewakili tubuh. Jika anda
ada kesalahan, Tuhan akan khusus mengutus seseorang yang percaya untuk memberi
tahu anda, jika anda tidak mendengarkan perkataan seseorang yang percaya kepada
anda, dia harus memberi tahu dua tiga orang percaya lainnya; jika anda tidak
mendengar apa yang dikatakan dua tiga orang percaya pada anda, anda harus
mendapat bantuan dari penatua, tidak bisa ada tindakan perseorangan. Banyak hal
yang tidak bisa diselesaikan harus mencari para rasul, mereka khusus dipilih
Tuhan untuk mewakili tubuh. Kita tidak bisa mengabaikan tubuh, juga tidak bisa
mengabaikan perwakilan tubuh. Semoga Tuhan membuat kita melihat pewahyuan
tubuh, agar kita bisa menaati Kristus sebagai kepala, juga bisa menaati
perwakilan tubuh.
Berlanjut ke : KEKAYAAN TUBUH
Tidak ada komentar:
Posting Komentar