Selasa, 05 Maret 2013

PRINSIP TUBUH


Watchman Nee

Kisah para rasul 8:4-5; 12; 14-17
Yakubus 5:14-16
Kisah para rasul 9:3-6; 10-12
Matius 18:15-16; 19-24
Kisah para rasul 6:6; 19:6; 5:22
2 Timotius 1:6

PENUMPANGAN TANGAN RASUL-RASUL

Dalam Kisah para rasul 8 ada satu contoh, memperlihatkan pada kita prinsip tubuh. Saat itu, jemaat di Yerusalem mengalami penganiayaan yang besar, selain para rasul, semua murid terpencar. Filipus bukan rasul, dia mengurusi pelayanan meja, namun karena dia memiliki hayat, lalu pergi ke kota Samaria, dan memberitakan Injil di sana. Banyak orang percaya, dan di baptis. Di kota itu terjadi kesukaan yang besar. (ayat 8) Namun di antara orang yang diselamatkan itu, ada satu hal yang berbeda dengan orang percaya yang diselamatkan di Yerusalem, yaitu tidak ada Roh Kudus yang turun atas mereka. Karena itu para rasul mengutus perwakilan, Petrus dan Yohanes pergi ke sana, melengkapi kekurangan yang ada di sana, mereka menunpangkan tangan ke atas kepala orang yang diselamatkan, dan mereka menerima Roh Kudus.
Apa arti penumpangan tangan? Kitab Imamat dalam perjanjian lama menberi tahu kita, saat mempersembahkan korban, orang yang mempersembahkan korban harus menumpangkan tangan di atas kepala hewan yang dikorbankan. Banyak tempat di perjanjian baru juga membicarakan tentang hal penumpangan tangan. 1 Timotius 5:22 berkata, Janganlah engkau terburu-buru menumpangkan tangan atas seseorang; Paulus menjelaskan, agar jangan, mendapat bagian dalam dosa orang lain. Ini juga menunjukan menumpangkan tangan berarti bersatu dengan orang lain, maka menumpangkan tangan pada orang harus hati-hati, agar jangan bersatu dengan dosa orang lain. Dalam perjanjian lama, saat mengangkat raja atau imam, harus menumpangkan tangan ke atas kepala mereka, di saat yang sama menuangkan minyak ke atas kepala mereka. Karena itu penumpanggan tangan mempunyai 2 arti: Pertama menempatkan orang percaya di bawah urapan kepala; kedua adalah membawa masuk orang percaya ke dalam hubungan tubuh.
Rasul mewakili Allah, juga mewakili anggota di dalam tubuh Kristus. Saat Petrus dan Yohanes menumpangkan tangan pada orang percaya di Samaria, berarti membawa mereka ke bawah kuasa kepala, juga membawa masuk ke dalam hubungan tubuh, yaitu mengakui mereka adalah orang-orang di dalam tubuh. Begitu mereka dibawa masuk ke dalam tubuh, di bawah sebuah pengurapan, Roh Kudus segera turun ke atas mereka. Jika sebelum rasul-rasul tiba di Samaria, orang yang diselamatkan di Samaria sudah menerima Roh Kudus, mungkin Filipus akan berpikir, mereka bisa bekerja di Yerusalem, aku juga bisa bekerja di Samaria, dengan begini, orang yang diselamatkan di Samaria, akan berpisah dengan orang yang diselamatkan di Yerusalem. Jika di Yerusalem ada Petrus, di Samaria ada Filipus, itu akan menghancurkan prinsip tubuh. Hal yang terjadi di Samaria, membuat kita melihat, jika tidak tunduk di bawah tubuh, tidak akan ada minyak urapan; jika kita tidak mengakui tubuh, tidak akan ada minyak urapan. Roh Kudus tidak diberikan kepada perorangan, namun diberikan kepada anggota di dalam tubuh. Penumpangan tangan para rasul yaitu membawa masuk orang percaya ke dalam hubungan tubuh. Karena itu, penumpangan tangan adalah mengakui adanya persatuan; penumpangan tangan adalah mengakui adanya hubungan; penumpangan tangan adalah mengakui adanya satu tubuh. Tubuh hanya ada satu, maka, semua anggota tidak hanya harus mengakui mereka bergantung pada kepala, tapi mereka juga saling bergantung.
Ibrani 6:1-2 mengemukaan 6 hal sebagai permulaan kebenaran, penumpangan tangan adalah salah satu dasar hayat orang Kristen, 6 hal imi dapat di bagi menjadi 3 kategori: Kategori pertama adalah bertobat menjalani ‘kematian’, dan bersandar pada Allah, ini adalah semacam suasana hati dan tindakan di dalam terdadap diri sendiri dan Allah; kedua adalah kebangkitan orang mati, dan penghukuman kekal, ini adalah kebenaran mengenai hal-hal yang akan datang; ketiga adalah baptisan dan penumpangan tangan, dua hal ini adalah kesaksian di luar. Baptisan dan penumpangan tangan adalah dua macam kesaksian jemaat, “masuk pada tahap kesempurnaan” adalah suatu keharusan. 5 hal diantaranya kita tidak abaikan, namun kita mengabaikan 1 hal diantaranya, yaitu penumpangan tangan. Meskipun Alkitab tidak secara jelas memerintahkan penumpangan tangan, namun Alkitab memperlihatkan pada kita, pada zaman rasul-rasul, begitu orang yang diselamatkan dibaptis, juga akan menerima penumpangan tangan. Baptisan adalah dibawa masuk pada Kristus, penumpangan tangan dibawa masuk pada tubuh; orang percaya tidak hanya dibawa masuk pada Kristus, dan juga dibawa masuk pada tubuh Kristus. Ini adalah posisi yang seharusnya kita berada. Kita tahu, pemecahan roti adalah hal yang harus dilakukan setiap orang percaya pada hari Tuhan, untuk mengingat kembali arti baptisan dan penumpangan tangan. Baptisan adalah suatu kesaksian, melepaskan diri sendiri, melepaskan dunia, masuk ke dalam Kristus; penumpangan tangan adalah suatu kesaksian, melepaskan keindividuanku, masuk ke dalam tubuh. Mulai sejak saat itu, meskipun berada di lingkungan dunia, saya dibawa ke tempat yang terpisah, saya tetap tidak sendirian, karena seluruh tubuh bersama denganku. Jika saya menderita, seluruh anggota juga menderita bersama saya, saya bisa terus-menerus bergantung pada bantuan mereka.
Saat penumpangan tangan, jika Roh Kudus memberikan doa nubuat untuk seseorang yang dibawa ke bawah pengurapan, kekhususan perkataan nubuat ini harus menjadi kekhususan hayat dan pelayanan orang itu di saat yang akan datang. Kita bisa melihat hal ini pada diri Timotius. Saat Paulus dan para penatua menumpangkan tangan pada dirinya, dan bernubuat, kemudian Paulus menasehati Timotius agar jangan mengabaikan, namun mengembangkan karunia yang ada padanya. (1 Tim 1:18; 4:14; 2 Tim 1:6) Jika kita sungguh-sungguh menerima pewahyuan tubuh, kita harus menerima penumpangan tangan. Ini adalah kesaksian kita karena melihat tubuh dan mempersembahkan diri pada kehidupan tubuh. Melalui ini kita menyatakan, mulai dari saat ini, semua untuk tubuh, tidak ada 1 hal pun untuk individu. Jika Allah ingin memakai saya, saya memuji Dia; jika Tuhan memilih orang lain, saya juga memuji Dia. Di dalam tubuh Kristus tidak ada tempat untuk iri hati.

PENGOLESAN MINYAK DAN DOA PENATUA

Yakubus 5:14-16 memperlihatkan pada kita, penumpangan tangan yang berhubungan dengan penyakit. Dalam perkara ini, Yakubus menyuruh kita untuk memangil penatua jemaat. Mengapa memangil penatua, dan bukan memangil orang yang memiliki karunia kesembuhan? Karena orang sakit ini perlu dibawa ke bawah pengurapan, karena penyakit mereka perlu penanggulangan dari perwakilan jemaat. Dosa yang dibicarakan di ayat 15, sangat khusus, yaitu berdosa pada tubuh. Bagaimana mengetahui penyakitnya adalah penyakit yang khusus, dan bukan penyakit yang biasa? Kita melihat resep yang dibuat dokter, bisa menyimpulkan apa penyakit dari pasien. Orang sakit ini dibawa ke bawah minyak urapan, maka kita bisa dengan pasti menyimpulkan, penyakit orang ini adalah sudah meninggalkan minyak urapan. Firman Allah dengan jelas berkata, banyak orang lemah, menderita sakit, terlebih tidak sedikit yang meninggal, karena mereka tidak mengakui tubuh Tuhan. (1 Korintus 11:29-30) Hal inilah yang dibicarakan di dalam Yakubus 5. jika kita hidup di dalam ruang lingkup tubuh, kita pasti selalu berada di bawah minyak urapan kepala; namun asal kita berjalan di jalan perorangan, kita akan meninggalkan minyak urapan, dan terbuka di bawah penyakit dan kematian. Di sini dosa yang dilakukan orang itu, pasti meninggalkan tubuh Kristus. Dosa yang dilakukannya, jika hanya dosa perseorangan, dia hanya harus bergantung pada darah Kristus, juga mengakui, ditanggulangi, akan menerima pengampunan, dia tidak perlu memanggil penatua untuk mengolesi minyak, baru menerima pengampunan. Pengolesan minyak penatua tidak bisa menghapus dosa, darahlah yang baru bisa membasuh dosa. Di sini dikatakan, jika dia sudah berbuat dosa, juga akan menrima pengampunan, menerima pengampunan karena doa penatua, maka dosa ini tidak sama dengan dosa biasa, dosa ini adalah dosa bertindak tidak sesuai dengan tubuh. Maka harus memohon penatua di dalam jemaat datang, mengurapinya dengan minyak dalam nama Tuhan, berdoa baginya, membawanya ke bawah kepala, kembali ke dalam tubuh.
Ayat 16 berkata, Karena itu hendaklah kamu saling mengaku dosamu dan saling mendoakan, supaya kamu sembuh. Di sini dikatakan kalian harus saling mengaku dosa, mengapa harus saling mengaku dosa? Karena tubuh Kristus terjadi masalah. Ruang lingkup pengakuan dosa dengan ruang lingkup perbuatan dosa harus saling besesuaian. Jika dosa yang kita buat hanya berdosa pada Allah, kita harus mengaku dosa padaNya. Dosa di sini adalah berdosa terhadap tubuh Kristus; tubuh Kristus terjadi masalah, orang sakit itu dan penatua mempunyai tanggung jawab, karena orang sakit berdosa pada tubuh, dan penatua adalah pewakilan tubuh. Maka orang sakit harus mengaku dosa pada penatua. Penatua juga harus mengaku dosa pada orang sakit. Mohon diperhatikan di sini dikatakan ‘saling’ mengaku dosa, orang sakit mengaku dosa, penatua juga mengaku dosa. Orang sakit mengaku penyakitnya adalah akibat dari masuk pada posisi perorangan; penatua mengaku kegagalan mereka dalam hal kasih dan memberi peringatan, jika tidak orang itu tidak akan sampai meninggalkan posisi tubuh.
Setelah saling mengaku dosa, juga harus saling mendoakan. ‘Saling mendoakan’ yaitu penatua berdoa lagi bagi orang sakit, orang sakit juga berdoa bagi penatua. Akhirnya, dosa menerima pengampunan, sakit juga menerima kesembuhan. Saling adalah ciri khas tubuh. Anda melihat dalam hal mengoles minyak, mengaku dosa, mendoakan, apakah menekankan pada tubuh? Di dalam tubuh, setiap anggota selalu harus memiliki kasih dan kerendahan hati. Keluar dari tubuh, bukan hanya ada penyakit pada tubuh, juga ada penyakit pada roh. Karena itu orang yang keluar dari tubuh, harus melihat pentingnya kembali ke bawah minyak urapan, harus melihat pentingnya kembali ke dalam tubuh, dengan mendapatkan bantuan dari anggota lain.

PEWAHYUAN TUBUH YANG DILIHAT PAULUS PADA SAAT BERTOBAT

Di saat Paulus bertobat, kita masuk selangkah melihat pada penumpangan tangan. Kisah rasul 9 memperlihatkan pada kita, pehwahyuan yang diterima Paulus saat bertobat ada 2 ciri khusus. Pada perjalanan Paulus menuju Damsyik, Tuhan menampakan diri padanya, membuat dia melihat bahwa dia menganiaya orang percaya, adalah menganiaya Dia sendiri. (Kisah 9:3-5) Tuhan berkata”kenapa engkau menganiaya Aku”; Tuhan bukan berkata “mengapa engkau menganiaya orang yang percaya padaKu.” Paulus bertanya, “Siapakah Engkau Tuhan?” Tuhan berkata, “Akulah Yesus yang engkau aniaya itu.” Di sini, Tuhan membuat Paulus melihat, saat dia menganiaya anggota tubuh, sama dengan menganiaya kepala. Saat anda melukai anggota manapun di dalam tubuh, anda sudah melukai kepala. Maka semua dosa terhadap tubuh, adalah dosa terhadap kepala. Semua orang yang percaya Tuhan, menjadi satu dengan Tuhan, yaitu kepala yang menjadi satu dengan tubuh. Paulus adalah orang pertama yang melihat tubuh Kristus, dari hari pertama Tuhan menampakan diri padanya, dia melihat tubuh.
Setelah pewahyuan yang luar biasa ini, Tuhan menyuruhnya masuk ke dalam kota, dan memberi tahunya, apa yang harus dia kerjakan, Tuhan akan memakai orang lain untuk memberitahunya. (ayat 6) Ini juga adalah pewahyuan tentang tubuh. Lebih lagi setelah pewahyuan yang luar biasa ini, Tuhan tidak secara langsung memberi tahunya, Tuhan menyerahkanya kepada tubuh. Pada hari pertama Paulus diselamatkan, Tuhan memperlihatkan padanya prinsip tubuh. 3 hari kemudian, Tuhan mengutus seorang murid, bernama Ananias, datang untuk menumpangkan tangan padanya, dan berkata padanya, “Saudaraku Saulus, Tuhan yang datang menampakan diri padamu di tengga jalan, yaitu Yesus, mengutus aku membuatmu melihat, dan dipenuhi oleh Roh Kudus.” (ayat 17) Ananias hanya seorang saudara biasa, sebelum dan sesudah perkara ini, kita tidak melihat riwayatnya. Saat dia diutus Tuhan kepada Saulus, dan berkata padanya, “saudaraku Saulus,” ini membawa Saulus untuk melihat tubuh Kristus; juga membuatnya dipenuhi Roh Kudus, ini adalah membawanya ke bawah minyak urapan.

KEPUTUSAN DUA TIGA ORANG SAUDARA

Matius 18:15-16 berkata, tidak bertanya apakah anda punya kesalahan, bukan apakah anda merasa punya kesalahan, tetapi berkata, berdasarkan kesaksian dua tiga orang saudara, mereka berkata anda salah, berarti anda salah. Maka saat semua saudara yang lain melihat anda salah, dan anda sendiri tidak merasakannya, lebih baik anda menerima keputusan mereka, lebih dari mempercayai diri sendiri. Jika ada dua tiga orang, mereka berada dalam nama Kristus, anda harus mendengar apa yang mereka katakan kepada anda.
Di dalam jemaat, ada 4 macam orang yang mewakili tubuh, yaitu: 1, para rasul; 2, para penatua; 3, orang yang khusus dipilih Tuhan; 4, dua tiga orang orang percaya, orang percaya yang menyangkal diri, dan berbalik di bawah nama Tuhan. Ke 4 macam orang ini, ialah yang mewakili tubuh. Jika anda ada kesalahan, Tuhan akan khusus mengutus seseorang yang percaya untuk memberi tahu anda, jika anda tidak mendengarkan perkataan seseorang yang percaya kepada anda, dia harus memberi tahu dua tiga orang percaya lainnya; jika anda tidak mendengar apa yang dikatakan dua tiga orang percaya pada anda, anda harus mendapat bantuan dari penatua, tidak bisa ada tindakan perseorangan. Banyak hal yang tidak bisa diselesaikan harus mencari para rasul, mereka khusus dipilih Tuhan untuk mewakili tubuh. Kita tidak bisa mengabaikan tubuh, juga tidak bisa mengabaikan perwakilan tubuh. Semoga Tuhan membuat kita melihat pewahyuan tubuh, agar kita bisa menaati Kristus sebagai kepala, juga bisa menaati perwakilan tubuh.



Berlanjut ke : KEKAYAAN TUBUH


Tidak ada komentar:

Posting Komentar