Selasa, 05 Maret 2013

Berbuah


John Sung

Bacaan Alkitab : Yohanes 15

Sangat sayang, kali ini tidak ada waktu menyelidiki seluruh Injil Yohanes, Injil Yohanes ini adalah kitab perjanjian surga. Injil Markus adalah sebuah kitab kesembuhan kerajaan Allah. Kitab perjanjian surga ini, adalah perjanjian yang diberikan Allah kepada kita.
Ayat 1, malam itu, Yesus di perjamuan terakhir pertama kali berbicara kepada para murid. Saat kecil saya suka membaca pasal ini, ayah saya sering menyuruh saya menghafalnya dengan bersuara, karena itu pasal ini paling terasa bagi saya. Yesus berkata: “Akulah pokok anggur yang benar, dan BapaKulah pengusahanya.” Ini adalah pohon yang khusus ditanam oleh Allah sejak dunia dijadikan. Di dunia ada sangat banyak “pohon” seperti Konfusius, Mensius, Sidarta gautama dan lain sebagainya. Namun mereka adalah “pohon” biasa, tetapi Yesus adalah “pohon” yang sepesial, tidak bisa dibandingkan dengan  “pohon” lain. Jika kita mendapat bagian pada hayat pohon ini, itu adalah berkat terbaik. Karena siapa yang mendapat bagian pada pohon itu, dia akan berbuah.
Ayat 2, Yesus berkata: "Setiap ranting padaKu yang tidak berbuah, dipotongNya dan setiap ranting yang berbuah, dibersihkanNya, supaya ia lebih banyak berbuah." Allah menanam pohon ini sebenarnya tujuan yang paling utama adalah agar ranting dan pokok saling berhubungan, sehingga berbuah. Karena itu, jika ada ranting yang tidak berbuah akan dipotong. Pekerjaan Allah bukan hanya menanam, tapi juga membersihkan, tujuanNya, pertama menanam, berharap agar berbuah. Kedua membersihkan, juga berharap agar berbuah. Karena itu, kita harus mengerti pekerjaan dan tujuan Allah, adalah supaya berbuah.
Ayat 3, Yesus membicarakan begitu banyak kebenaran, adalah supaya kita menjadi bersih. Tujuan Yesus berkhotbah, adalah supaya kita berbuah. Tujuan pertemuan rohani melakukan pembinaan rohani, juga berharap agar saat saudara semua pulang bisa menghasilkan banyak buah.
Ayat 4, saat kita tinggal dalam Yesus, otomatis kita akan berbuah. Jika anda tidak tinggal di dalam Yesus, anda tidak akan dapat berbuah. Karena itu kita harus tinggal dalam Yesus supaya berbuah, ini juga adalah kewajiban kita sebagai orang percaya. Semua yang dilakukan Allah seperti menanam, membersihkan, menyirami dan lainnya, adalah supaya kita berbuah. Jika kita tidak melakukan kewajiban untuk berbuah, Tuhan akan memotong kita. Namun masih ada orang yang berkata: "Kewajiban kita adalah mendengar firman dan makan." Saya teringat, waktu masih ada di desa, pernah berkata kepada teman gereja bahwa ia tidak melakukan kewajibannya. Teman gereja saya malah berkata: "Aku juga berdoa, memberi persembahan, membaca Alkitab, ini sudah melakukan kewajiban!" Namun saya memberi tahu dia: "Kewajiban paling utama adalah berbuah!"
Ayat 5, jika seseorang tidak dapat berbuah, itu disebabkan karena apa? Tidak diragukan adalah karena ranting meninggalkan pokok. Kita adalah ranting, kita tidak berbuah karena meninggalkan Yesus. Karena itu, seseorang yang tidak berbuah menunjukan dia sudah meninggalkan Yesus. Yesus berkata: Seseorang yang berada di dalam Dia pasti berbuah; jika meninggalkan Dia, tidak akan dapat berbuat apa-apa. Ini adalah bahaya pertama meninggalkan Yesus.
Ayat 6, bahaya kedua meninggalkan Yesus adalah dibuang keluar. Seseorang yang tidak melekat pada Yesus, tidak memiliki hubungan dengan Yesus, dan akan dibuang keluar. Jika anda juga seperti ini, anda akan dibuang keluar. Bahaya ketiga meninggalkan Yesus adalah menjadi kering; yaitu berkhotbah tidak memiliki kuasa, secara rohani menjadi kering. Bahaya keempat meninggalkan Yesus adalah dibakar; seseorang yang meninggalkan Yesus akan menderita karena dibakar, meskipun dia belum dibuang ke neraka, namun sudah mencium bau api dan belerang, menanggung penderitaan yang akan datang.
Ayat 7, bahaya kelima meninggalkan Yesus, adalah berdoa tidak memiliki kuasa. Tentang rahasia doa Yesus berkata: "Kamu harus tinggal di dalam Aku, dan firmanKu tinggal di dalam kamu." Dengan begitu doamu akan dikabulkan. Setiap kali saya berdoa, sangat otomatis, tidak ada paksaan sedikipun; firman Allah secara otomatis mengalir keluar. Doa yang mampu menangkap firman Allah pasti akan berhasil. Banyak orang sebelum menghadiri kebaktian, tidak bisa berdoa, namun setelah menghadiri kebaktian, hatinya dipenuhi firman Allah, dia secara otomatis dapat berdoa, dan lagi doanya penuh dengan perkataan Roh Kudus, begitu penuh kuasa! Saat saya berkhotbah di Jinjing, ada seorang anak berdoa: "Tuhan, Engkau adalah Bapa surgawiku, Engkau tidak meninggalkanku." Perkataan ini begitu berkuasa! Karena itu seseorang yang tidak berbuah, tidak memiliki hubungan dengan Yesus, doanya juga tidak diterima oleh Allah, ini adalah doa yang tidak mempunyai kuasa, juga adalah bahaya kelima meninggalkan Yesus.
Ayat 8, hal pertama adalah memuliakan Allah. Anda harus memuliakan Allah, maka akan berbuah. Berbuah untuk memuliakan Allah, adalah murid Yesus yang baik.
Ayat 9-10, hal kedua adalah sebagai murid Yesus. Yesus berkata: "Jika kamu menuruti perintahKu, kamu akan tinggal di dalam kasihKu, seperti Aku menuruti perintah BapaKu dan tinggal di dalam kasihNya" Seseorang yang melakukan perintah Yesus akan dapat berbuah, Yesus juga secara khusus mengasihi dia. Jika tidak, akan seperti hamba yang jahat yang mengalih tanah untuk mengubur talentanya, pasti tidak dikasihi Yesus.
Ayat 11, hal ketiga adalah tinggal dalam Yesus dan berbuah, akan mendapat kepuasan dan sukacita. Yesus berkata: "Semuanya itu Kukatakan kepadamu, supaya sukacitaKu ada di dalam kamu dan sukacitamu menjadi penuh." Seorang saudara pernah berkata kepada saya, saat pertama kali dia pulang dari kebaktian penginjilan, hatinya sangat bahagia. Ini karena dia sudah mendengar firman Allah, dan berbuah di dalam Tuhan. Saya sendiri jika dalam pekerjaan tidak mendapatkan sukacita, pasti sudah lama mati; setiap hari pekerjaan saya sangat banyak, bangun pagi langsung berdoa, membaca Alkitab, kemudian berkhotbah, sehabis berkhotbah pulang ke rumah makan, dan membantuh keluarga berdoa. Sore kembali berkhotbah, malam penginjilan, menulis surat, membuat buku harian, jam 12 malam baru tidur, pekerjaan seperti ini sangat sulit, namun dalam hati saya sangat bahagia, setiap hari menyiapkan makanan rohani untuk kalian, membantu kalian bertumbuh, saya sangat bersukacita. Seseorang bersaksi juga mendapatkan sukacita. Meskipun pekerjaan saya banyak, namun tubuh tetap sehat, semua disebabkan karena dalam hati mendapat sukacita, jika anda berkhotbah dan tidak bisa mendapat sukacita, lebih baik tidak berkhotbah. Sukacita ini adalah upah saya berkhotbah. Ada seorang saudara berkata: "Tuan Sung! Malam itu anda berkhotbah tidak ada suara, namun saya bertobat pada malam itu." Oh, sangat memuliakan Tuhan! Banyak orang berkata: "Jika tidak dapat berbuah, harus bagaimana? Sudah melakukan kebaktian penginjilan, namun tidak ada orang menerima, masih ada cara apa?" mari membaca lagi, akan tahu.
Ayat 12, rahasia pertama, memiliki kasih, harus memiliki kasih sampai pada akhirnya, mengasihi sampai memberikan nyawa. Yesus berkata: "Inilah perintahKu, yaitu supaya kamu saling mengasihi." Ada seorang ibu, suaminya kembali dari merantau, dan sangat suka bermain kartu, namun dia sangat mempercayai Tuhan. Dia berkata kepada saya: "Tidak ada cara membuat suamiku bertobat." Saya berkata: "Anda tidak memiliki kasih." Dia berkata: "Setiap tengga malam suamiku pulang, aku tidak membukakan pintu untuknya; dia menyuruhku masak nasi, aku suruh pembantu yang memasak, setiap kali menyuruhnya bertobat, dia tidak suka mendengarnya." Saya berkata: "Kelak anda jangan seperti itu, anda bukakan pintu untuknya, memasak nasi untuknya, menyanyikan lagu pujian untuknya." Dia melakukan seperti ini, kemudian suaminya merasa terharu, dan bertobat kepada Tuhan. Karena itu, memiliki kasih baru dapat berbuah.
Ayat 13-15, rahasia kedua, memiliki kasih, harus memiliki kasih sampai pada akhirnya, mengasihi sampai memberikan nyawa. Yesus berkata: "Aku memberikan nyawaKu untuk kamu, Aku telah memberi tahukan kepada kamu segala sesuatu yang telah Kudengar dari BapaKu, karena itu Aku menyebut kamu sahabat." Jika seseorang tidak memiliki kasih, dia tidak akan bersedia memberikan nyawanya bagi sahabatnya, berkhotbah pun juga tidak ada kekuatan, kalian harus bersusah payah berkhotbah baru berhasil. Umpamanya seseorang jatuh ke dalam air, anda menyuruhnya berdiri, dia dapat berdiri kah? Anda harus menariknya dengan tangan anda, dia baru dapat berdiri. Berkhotbah juga seperti itu, harus mengalirkan hayat anda ke dalam hayat orang lain, itu adalah memberikan hayat kita sendiri. Ada semacam mikro organisme yang sangat kecil, disebut amoba, cara berkembang biaknya adalah dari satu tubuh induk membelah menjadi dua, dua membelah lagi menjadi empat, empat membelah menjadi 8, ini adalah membagikan hayat. Karena itu anda harus berbuah, juga harus membagikan hayat. Paulus berkata: "Demi saudara-saudaraku sebangsa, aku rela terkutuk dan terpisah dari Kristus." Paulus adalah pengkhotbah yang terbelenggu, di hadapan orang banyak, bersaksi bagi Kristus, membagikan hayatnya. Seorang ibu yang melahirkan anak, juga membagi hayat tubuhnya, ada seorang ibu berkata kepada anaknya: "Nak! Aku melahirkanmu dengan satu tangan memegang peti mati, dan satu tangan menarikmu." Kalian sungguh-sungguh harus berbuah, memikul salib mengikut Yesus, menjadi seseorang yang memberikan nyawanya. Setiap saya berkhotbah, 4 hari pertama selalu menangis di dalam kamar, hal yang pribadi ini hanya Tuhan Yesus yang tahu. Saudara saudari terkasih, kita sekuat tenaga berkhotbah, memberikan hayat baru benar! Pohon anggur berbuah, yaitu dengan membagikan hayat ke dalam buah. Setiap kali saat saya berkhotbah, saya meletakan hayat saya ke dalam anugerah Allah, karena itu ada hati yang mengasihi, memberikan hayat bagi orang lain, ini adalah rahasia untuk berbuah.
Ayat 16-17, Yesus berkata: "Akulah yang memilih kamu. Dan Aku telah menetapkan kamu, supaya kamu pergi dan mengasilkan buah, Aku pasti menjaga supaya buahmu itu tetap." Saudara saudari terkasih! Segala sesuatu bisa gagal, namun berbuah tidak pernah gagal. Langit bumi bisa berubah, namun memberitakan firman pasti tidak pernah gagal! Suatu hari, tempat ibadah ini tidak ada lagi, dunia juga lenyap, kita juga meninggalkan dunia ini, namun buah yang kita hasilkan selamanya tidak pernah gagal, selamanya akan tetap berada di dalam Tuhan. Ada seorang pengkhotbah, dia bermimpi melihat Tuhan di atas takhta, banyak orang dating ingin menhadap kepada Tuhan. Ada seorang datang, memberikan sangat banyak harta kepada Tuhan, Tuhan berkata: "Aku tidak membutuhkan hartamu." Seorang pelukis, membawa datang banyak lukisan, Tuhan berkata: "Aku tidak lukisan yang kamu gambar." Seorang professor datang, membawa banyak buku, Tuhan berkata: "Ilmumu sedikitpun Aku tidak butuh." Seorang penyair datang, membawa banyak syair, Tuhan berkata: "Surga tidak memerlukan ini semua." Tidak ada seorang pun yang dapat memuaskan hati Tuhan, Terakhir datanglah seorang wanita tua, tubuhnya berlumuran darah segar, membawa 100 orang anak, melihat itu Tuhan segera meninggalkan takhtaNya, wanita tua berkata: "Aku tidak membawa persembahan apa-apa, hanya beberapa tahun memcucurkan darah memberitakan Injil untuk Tuhan, sebagai harga 100 buah ini." A! Saat itu para malaikat dan orang kudus bersukaria, Tuhan menjabat tangannya dan berkata: "HambaKu yang baik dan setia!" Apakah anda semua berpikir berbuah dapat gagal? Segala sesuatu bisa gagal, namun berbuah tidak pernah gagal. Setiap hari saya berdoa, Alkitab berkata: "Apa saja yang kamu minta dalam namaKu, Aku akan melakukanya untukmu." Saya tidak meminta yang lain, namun meminta Yesus menjaga buah. Shenyang menghasilkan 100 buah, Yingkou menghasilkan 190 buah, Guangzhou 870 buah lebih, setiap hari saya memohon Yesus menjaga mereka.
Untuk dapat berbuah harus ada 3 macam salib yang dipikul. Berbuah tentunya tidak bisa menghidar dari memikul salib, karena itu kita harus memikul salib agar dapat berbuah.
Ayat 18-19, salib yang pertama, yaitu dunia harus membencimu. Yesus berkata: "Jikalau dunia membenci kamu, ingatlah bahwa ia telah lebih dahulu membenci Aku dari pada kamu. Tetapi karena kamu bukan dari dunia, melainkan Aku telah memilih kamu dari dunia, sebab itulah dunia membenci kamu." Saudara saudari terkasih, kalian berbuah, orang dunia akan membenci kalian, namun kalian jangan menaruhnya di hati, ini tidak ada pengaruhnya.
Ayat 20-21, salib yang kedua, yaitu menderita penganiayaan. Yesus berkata: "Jika mereka telah menganiaya Aku, mereka juga akan menganiaya kamu; jikalau mereka telah menuruti firmanKu, mereka juga akan menuruti perkataanmu. Dunia menganiaya kamu, karena meraka tidak mengenal Bapa." Saudara saudari terkasih, ini juga tidak ada pengaruhnya.
Ayat 22-25, salib yang ketiga, yaitu dunia tanpa alasan membencimu. Yesus berkata: "Sekiranya Aku tidak berkata-kata kepada mereka, mereka tentu tidak bedosa. Sekiranya Aku tidak melakukan pekerjaan di tengga-tengga mereka, mereka tentu tidak berdosa. Tetapi sekarang walaupun mereka telah melihat semuanya itu, namun  mereka tanpa alasan membenci kamu, mereka tentu dianggap berdosa." Salib yang ketiga ini, adalah beban yang ditanggung oleh setiap orang Kristen yang berbuah.
Ayat 26-27, Yesus berkata: "Kalian jangan kuatir, Aku tidak menyuruh kalian seorang diri bersaksi, Aku akan mengutus Penghibur bekerja bersama kalian, karena itu kalian jangan takut, ada Penghibur yang memikul salib bersama dengan kalian." Berbuah adalah bersaksi, juga adalah memikul salib. Pohon anggur sangat ajaib, ranting yang berbuah akan melengkung ke bawah, sangat menderita, sebab menahan berat. Saya melihat seorang wanita sangat kurus, namun anaknya banyak; sebagian besar wanita yang gemuk anaknya sedikit; jika kalian melihat seorang wanita, pakaiannya compang-camping, bodynya kurus kecil, pasti anaknya banyak, ini sudah tentu. Semakin banyak seseorang berbuah, salib yang dia pikul juga semakin berat, semakin kamu menderita, Tuhan semakin memakaimu. Salib, salib! Selamanya adalah kemuliaanku! 8 tahun pertama saya di Amerika, selalu menjadi pekerja kasar, setiap malam pasti memikul batangan besi berjalan sejauh 1 km, 2 hari bekerja langsung sakit. Harus 1 minggu bekerja baru bisa mendapat upah, 2 hari tidak ada upah. Kemudian bekerja mencuci piring untuk orang, setiap kali memcuci sampai tangan menjadi bengkak. Saya bekerja sebagai pekerja kasar sampai mendapat gelar master, masih harus bekerja. Mereka orang Amerika melihat saya sama seperti budak kulit hitam, tidak diberi makan, juga tidak diberi upah, kemudian bekerja di lading, makin bekerja, makin menderita. Suatu hari Tuhan mengubah saya, menyuruh saya pergi memberitakan Injil, pergi memberitakan Injil di desa selama 3 tahun. Sejak saya lahir baru, saya ditahan 193 hari, penderitaan yang sulit dikatakan, saya sering tidak mengerti maksud Tuhan, sekarang saya tahu. Tuhan ingin saya menderita, untuk melatih saya. Saya memberitakan Injil di berbagai tempat di Cina, banyak kali diusir dan  diserang oleh orang, terkadang saya berkata: "Mengapa saya begini menderita?" Penghotbah lain begitu bahagia. A! Ini semua adalah maksud baik Tuhan, hendak melatih saya memikul salib. Salib, salib! Selamanya adalah kemuliaanku! Saudara saudari terkasih, apakah kalian bersedia berbuah? Apakah kalian bersedia memikul salib dan menghasilkan buah?

                                                     









Tidak ada komentar:

Posting Komentar