Selasa, 05 Maret 2013

PERBEDAAN ORANG PERCAYA DAN ANGGOTA


Watchman Nee

Pembacaan Alkitab :
Efesus 3:3-6
Kolose 3:10-11
Roma 12:4-5
1 Korintus 12:4-16
Efesus 4:15-16

Dari 2 pemberitaan terdahulu kita bisa melihat, gereja adalah Kristus yang korporat, kita juga melihat, jika kita ingin mengenal tubuh Kristus, harus terlebih dulu menanggulangi hayat alamiah kita.

TUBUH KRISTUS ADALAH PERNYATAAN DIRI KRISTUS

Apakah tubuh Kristus itu? Tubuh Kristus adalah hayat Kristus yang berlanjut di atas bumi. Saat Tuhan hidup di bumi, Dia melalui suatu tubuh menyatakan diriNya. Saat ini Dia tetap memerlukan suatu ‘tubuh’ untuk menyatakan diriNya. Seperti manusia harus memiliki tubuh baru bisa menyatakan seluruh keberadaan dari manusia itu; demikian juga dengan tubuh Kristus, berfungsi untuk menyatakan seluruh keberadaan Kristus. Manusia tidak dapat menyatakan seluruh keberadaan dirinya melalui telinga, mata, hidung, atau bagian-bagian anggota tubuh yang lain manapun, seperti itu juga, Kristus juga tidak bisa menyatakan diriNya melalui anggota tubuh yang berdiri sendiri-sendiri, Dia harus mendapatkan seluruh tubuh, baru bisa menyatakan diriNya. Kita harus melihat, seluruh keberadaan Kristus baru bisa dinyatakan melalui tubuh Kristus. Tidak hanya itu, tubuh Kristus adalah perpanjangan Kristus di atas bumi, penerusnya di atas bumi. Selama 30 tahun lebih, Kristus mewahyukan diriNya di atas bumi, itu adalah pribadi Kristus; namun hari ini Dia menyatakan diriNya melalui gereja,  ini adalah Kristus yang korporat. Dulu adalah pribadi Kristus, hari ini adalah Kristus yang korporat.

TUBUH KRISTUS ADALAH BEJANA KORPORAT
YANG MENGGENAPI RENCANA ALLAH

Yang diinginkan Allah adalah bejana yang korporat, bukan bejana yang perseorangan. Allah tidak memilih beberapa orang pekerja, beberapa orang yang menyala-nyala, beberapa orang yang mempersembahkan untuk bekerja bagi Dia, karena bejana perorangan tidak akan dapat mencapai tujuan dan rencana Allah.
Seperti tubuh manusia, hanya ada 1 anggota tubuh tidak akan dapat bergerak. Sebuah tubuh, jika hanya mengunakan sebuah tangan, atau sebuah kaki, tidak akan berguna; di sisi lain, jika tubuh kehilangan 1 anggotanya, juga tidak akan sempurna. Tubuh Kristus juga terbentuk dari seluruh orang percaya yang bersatu; setiap orang percaya adalah anggota di dalam tubuh Kristus, tidak ada yang boleh kurang.
Tubuh Kristus adalah suatu hal yang nyata, karena itu kehidupan bergereja juga adalah hal yang nyata. Alkitab tidak berkata gereja seperti tubuh Kristus, tetapi gereja adalah tubuh Kristus. Segala hal di luar tubuh tidak akan bisa menjadi tubuh, tubuh bisa mengenakan pakaian namun pakaian tidak bisa karena hal ini menjadi tubuh. Seperti itulah, segala sesuatu yang berasal dari alamiah kita sendiri, tidak bisa menjadi bagian dari tubuh Kristus. Di dalam tubuh Kristus, Kristus adalah segalanya, juga di dalam segalanya. (Kolose 3:11) Segala hal yang bukan Kristus, hanya akan menghambat dalam pengenalan kita akan Kristus, manusia ada dosa, tidak akan bisa melihat Kristus, manusia ada hayat alamiahnya, tidak akan bisa melihat tubuh Kristus. Kita harus melihat kedudukan kita di dalam tubuh Kristus. Jika anda sungguh-sungguh melihat kedudukan anda di dalam tubuh Kristus, anda akan sama seperti beroleh selamat yang ke 2 kali.
Hayat Adam adalah hayat yang sendirian, hayat yang berdiri sendiri, meskipun di dalam Adam kita memiliki hayat yang sama, namun tidak bisa saling berhubungan. Setiap orang telah berbuat dosa, dan menyimpang kepada jalannya sendiri, karena itu, semua manusia di dalam Adam adalah manusia yang sendiri-sendiri. Di dalam Kristus, segala sesuatu yang perorangan sudah tidak ada lagi. Jika kita ingin mengenal hayat tubuh, kita tidak hanya harus diselamatkan untuk meninggalkan pebuatan dosa serta hayat alamiah, tertebih lagi harus diselamatkan untuk meninggalkan hayat perseorangan. Segala unsur perseorangan harus dibuang, karena perseorangan selamanya tidak dapat mengggenapi kehendak Allah.

MENJADI ANGGOTA TIDAK SAMA DENGAN MENJADI ORANG PERCAYA

Alkitab perjanjian baru membuat kita melihat, menjadi orang percaya tidak sama dengan menjadi anggota. Menjadi orang percaya adalah peseorangan, namun menjadi anggota adalah korporat. Menjadi orang Kristen adalah untuk diri sendiri, namun menjadi anggota adalah untuk tubuh. Di dalam Alkitab banyak kata yang berlawanan, seperti bersih dan najis, dikuduskan dan biasa, menang dan kalah, Roh Kudus dan daging, Kristus dan setan, kerajaan dan dunia, kemuliaan dan malu, semuanya ini berlawanan, juga ‘tubuh’ berlawanan dengan ‘perseorangan’. Bagaimana Bapa beerlawanan dengan dunia, bagaimana Roh Kudus berlawanan dengan daging, bagaimana Tuhan berlawanan dengan iblis, seperti itu juga, tubuh juga berlawanan dengan perseorangan. Setelah orang melihat tubuh Kristus, akan membuang individualisme, tidak lagi demi diri sendiri, namun demi tubuh. Ketika kita diselamatkan, meninggalkan individualisme, secara otomatis kita akan berada di dalam tubuh.
Tubuh Kristus bukanlah sebuah prinsip, tetapi sebuah ruang lingkup; tubuh Kristus bukanlah semacam pengajaran, tetapi sebuah hayat. Banyak orang Kristen mengajarkan prinsip tentang tubuh, namun sedikit orang yang mengenal hayat tubuh. Tubuh Kristus adalah sebuah pengalaman yang benar-benar berbeda. Orang bisa mengerti kitab Roma, namun belum dijadikan kebenaran; orang bisa mengerti kitab Efesus, namun belum tentu melihat tubuh Kristus. Yang kita butuhkan bukanlah pengetahuan, namun melihat pewahyuan, mengenal realitas tubuh Kristus, masuk ke dalam ruang lingkup tubuh Kristus. Hanya pewahyuan yang datang dari Allah, bisa membawa kita masuk ke dalam ruang lingkup tubuh Kristus, dengan begitu, tubuh Kristus baru bisa menjadi pengalaman kita.
Dalam Kisah Rasul pasal 2, Petrus berdiri bersama ke 11 rasul lainnya, sepertinya Petrus seorang diri yang memberitakan Injil, akhirnya 3000 orang diselamatkan. Namun anda harus ingat, hari itu yang berada di sebelah Petrus masih ada 11 orang rasul. Injil pada saat itu diberitakan oleh tubuh Kristus, dan bukan perseorangan yang memberitakannya di sana. Jika kita memiliki pandangan sebagai tubuh Kristus, kita akan melihat, segala sesuatu yang individualisme tidak berarti apa-apa.
Jika kita mengenal, seorang Kristen hanyalah suatu anggota, dengan begitu, kita tidak akan sombong lagi. Persoalan ini teletak pada melihat. Orang yang melihat dirinya adalah anggota, dipastikan akan mengasihi tubuh, menghargai anggota yang lain, juga tidak lagi melihat kebaikan diri sendiri, namun menganggap kepentingan orang lain lebih utama daripada kepentingan diri sendiri.
Setiap anggota memiliki fungsinya sendiri, seluruh fungsi juga bagi tubuh. Fungsi satu anggota, adalah fungsi seluruh tubuh; satu anggota melakukan sesuatu, berarti seluruh tubuh melakukan sesuatu. Mulut berbicara, berarti tubuh sedang berbicara; tangan melakukan sesuatu, berarti tubuh melakukan sesuatu; kaki berjalan berarti tubuh berjalan. Anggota dan tubuh tidak terpisahkan. Karena itu, tindakan anggota dalam tubuh, harus mengunanakan tubuh sebagai pusat; apa yang dilakukan oleh anggota, semua harus untuk untuk tubuh. Efesus pasal 4 berkata, tubuh bertumbuh menjadi dewasa, bukan individu bertumbuh menjadi dewasa. Dalam pasal 3, orang-orang kudus bersama-sama memahami kasih Kristus, begitu panjang, lebar, tinggi, dan dalam, dan bukan pemahaman perseorang; peseorangan tidak memiliki waktu yang begitu panjang, dan kapasitas yang begitu besar untuk mengalami kasih Kristus yang besar.
Di dalam 1 Korintus 12:14-36, berbicara mengenai 2 cara berpikir yang tidak boleh dimiliki sebagai anggota: pertama, “aku bukan…. Jadi aku tidak temasuk tubuh.” Ini adalah menerlantarkan diri sendiri dan tidak ingin maju, mendambahkan pekerjaan orang lain; ke 2, “aku tidak memerlukanmu,” ini adalah orang yang sombong, mengira 1 orang dapat mencakup keseluruhan, dan memandang rendah orang lain. Dua hal ini akan menyakiti tubuh. Kita tidak boleh meniru anggota lain, mendambahkan anggota yang lain, merasa diri sendiri tidak seperti dia; sehingga menerlantarkan diri sendiri dan tidak ingin maju; juga jangan merasa diri sendiri paling luar biasa, paling hebat, paling berguna, sehingga memandang rendah anggota yang lain.

PERASAAN TUBUH

Di dalam kehidupan bergereja, kita butuh belajar untuk memiliki perasaan tubuh. Saat anda bermasalah dengan saudara seiman, pasti juga bermasalah dengan Allah. Ada orang percaya yang seperti kupu-kupu, bergerak sendirian; ada orang percaya yang seperti lebah, tinggal secara berkelompok dan bekerja secara berkelompok. Kupu-kupu terbang dari bunga yang satu ke bunga yang lain, menjalani sendiri perjalanan yang manis; namun lebah bekerja bagi sarang lebah. Hidup dan pekerjaan kupu-kupu, semua merupakan perjalanan seorang diri; namun lebah tidak demikian, mereka memiliki perasaan seluruh tubuh. Kita semua harus seperti lebah, memiliki perasaan tubuh, hidup di dalam tubuh Kristus bersama anggota yang lain. Begitu kita mendapat pewahyuan tentang tubuh, juga akan memiliki perasaan tubuh; begitu memiliki perasan tubuh, semua pikiran dan tindakan perseorangan, secara alamiah akan terbuang. Melihat Kristus, otomatis ada suatu hasil, yaitu terlepas dari dosa; melihat tubuh, juga otomatis ada suatu hasil, yaitu terlepas dari individualisme, ini bukan merupakan 2 hal, namun 1 hal. Begitu anda melihat tubuh, kehidupan dan pekerjaan individu anda akan berhenti. Ini bukan masalah mengubah sikap atau timdakan anda, melainkan pewahyuan yang mengubah sikap dan tindakan anda. Ruang lingkup Kristus bukan melalui menjadi apa dan masuk, namun melalui melihat dan masuk. Sungguh melihat apa yang di dalam, akan menyelesaikan seluruh persoalan.

Berlanjut ke : SUPLAI TUBUH
 
 



Tidak ada komentar:

Posting Komentar