Watchman Nee
Pembacaan Alkitab :
Efesus 3:3-6
Kolose 3:10-11
Roma 12:4-5
1 Korintus 12:4-16
Efesus 4:15-16
Dari 2 pemberitaan terdahulu kita bisa melihat, gereja
adalah Kristus yang korporat, kita juga melihat, jika kita ingin mengenal tubuh
Kristus, harus terlebih dulu menanggulangi hayat alamiah kita.
TUBUH KRISTUS ADALAH PERNYATAAN DIRI
KRISTUS
Apakah tubuh Kristus itu? Tubuh Kristus adalah hayat
Kristus yang berlanjut di atas bumi. Saat Tuhan hidup di bumi, Dia melalui
suatu tubuh menyatakan diriNya. Saat ini Dia tetap memerlukan suatu ‘tubuh’
untuk menyatakan diriNya. Seperti manusia harus memiliki tubuh baru bisa
menyatakan seluruh keberadaan dari manusia itu; demikian juga dengan tubuh
Kristus, berfungsi untuk menyatakan seluruh keberadaan Kristus. Manusia tidak
dapat menyatakan seluruh keberadaan dirinya melalui telinga, mata, hidung, atau
bagian-bagian anggota tubuh yang lain manapun, seperti itu juga, Kristus juga
tidak bisa menyatakan diriNya melalui anggota tubuh yang berdiri
sendiri-sendiri, Dia harus mendapatkan seluruh tubuh, baru bisa menyatakan
diriNya. Kita harus melihat, seluruh keberadaan Kristus baru bisa dinyatakan
melalui tubuh Kristus. Tidak hanya itu, tubuh Kristus adalah perpanjangan
Kristus di atas bumi, penerusnya di atas bumi. Selama 30 tahun lebih, Kristus
mewahyukan diriNya di atas bumi, itu adalah pribadi Kristus; namun hari ini Dia
menyatakan diriNya melalui gereja, ini
adalah Kristus yang korporat. Dulu adalah pribadi Kristus, hari ini adalah
Kristus yang korporat.
TUBUH KRISTUS ADALAH BEJANA KORPORAT
YANG MENGGENAPI RENCANA ALLAH
Yang diinginkan Allah adalah bejana yang korporat, bukan
bejana yang perseorangan. Allah tidak memilih beberapa orang pekerja, beberapa
orang yang menyala-nyala, beberapa orang yang mempersembahkan untuk bekerja
bagi Dia, karena bejana perorangan tidak akan dapat mencapai tujuan dan rencana
Allah.
Seperti tubuh manusia, hanya ada 1 anggota tubuh tidak akan
dapat bergerak. Sebuah tubuh, jika hanya mengunakan sebuah tangan, atau sebuah
kaki, tidak akan berguna; di sisi lain, jika tubuh kehilangan 1 anggotanya,
juga tidak akan sempurna. Tubuh Kristus juga terbentuk dari seluruh orang
percaya yang bersatu; setiap orang percaya adalah anggota di dalam tubuh
Kristus, tidak ada yang boleh kurang.
Tubuh Kristus adalah suatu hal yang nyata, karena itu
kehidupan bergereja juga adalah hal yang nyata. Alkitab tidak berkata gereja
seperti tubuh Kristus, tetapi gereja adalah tubuh Kristus. Segala hal di luar
tubuh tidak akan bisa menjadi tubuh, tubuh bisa mengenakan pakaian namun
pakaian tidak bisa karena hal ini menjadi tubuh. Seperti itulah, segala sesuatu
yang berasal dari alamiah kita sendiri, tidak bisa menjadi bagian dari tubuh
Kristus. Di dalam tubuh Kristus, Kristus adalah segalanya, juga di dalam
segalanya. (Kolose 3:11) Segala hal yang bukan Kristus, hanya akan menghambat
dalam pengenalan kita akan Kristus, manusia ada dosa, tidak akan bisa melihat
Kristus, manusia ada hayat alamiahnya, tidak akan bisa melihat tubuh Kristus.
Kita harus melihat kedudukan kita di dalam tubuh Kristus. Jika anda
sungguh-sungguh melihat kedudukan anda di dalam tubuh Kristus, anda akan sama
seperti beroleh selamat yang ke 2 kali.
Hayat Adam adalah hayat yang sendirian, hayat yang berdiri
sendiri, meskipun di dalam Adam kita memiliki hayat yang sama, namun tidak bisa
saling berhubungan. Setiap orang telah berbuat dosa, dan menyimpang kepada
jalannya sendiri, karena itu, semua manusia di dalam Adam adalah manusia yang
sendiri-sendiri. Di dalam Kristus, segala sesuatu yang perorangan sudah tidak
ada lagi. Jika kita ingin mengenal hayat tubuh, kita tidak hanya harus
diselamatkan untuk meninggalkan pebuatan dosa serta hayat alamiah, tertebih
lagi harus diselamatkan untuk meninggalkan hayat perseorangan. Segala unsur
perseorangan harus dibuang, karena perseorangan selamanya tidak dapat
mengggenapi kehendak Allah.
MENJADI ANGGOTA TIDAK SAMA DENGAN MENJADI
ORANG PERCAYA
Alkitab perjanjian baru membuat kita melihat, menjadi orang
percaya tidak sama dengan menjadi anggota. Menjadi orang percaya adalah
peseorangan, namun menjadi anggota adalah korporat. Menjadi orang Kristen
adalah untuk diri sendiri, namun menjadi anggota adalah untuk tubuh. Di dalam
Alkitab banyak kata yang berlawanan, seperti bersih dan najis, dikuduskan dan
biasa, menang dan kalah, Roh Kudus dan daging, Kristus dan setan, kerajaan dan
dunia, kemuliaan dan malu, semuanya ini berlawanan, juga ‘tubuh’ berlawanan
dengan ‘perseorangan’. Bagaimana Bapa beerlawanan dengan dunia, bagaimana Roh Kudus
berlawanan dengan daging, bagaimana Tuhan berlawanan dengan iblis, seperti itu
juga, tubuh juga berlawanan dengan perseorangan. Setelah orang melihat tubuh
Kristus, akan membuang individualisme, tidak lagi demi diri sendiri, namun demi
tubuh. Ketika kita diselamatkan, meninggalkan individualisme, secara otomatis
kita akan berada di dalam tubuh.
Tubuh Kristus bukanlah sebuah prinsip, tetapi sebuah ruang
lingkup; tubuh Kristus bukanlah semacam pengajaran, tetapi sebuah hayat. Banyak
orang Kristen mengajarkan prinsip tentang tubuh, namun sedikit orang yang
mengenal hayat tubuh. Tubuh Kristus adalah sebuah pengalaman yang benar-benar
berbeda. Orang bisa mengerti kitab Roma, namun belum dijadikan kebenaran; orang
bisa mengerti kitab Efesus, namun belum tentu melihat tubuh Kristus. Yang kita
butuhkan bukanlah pengetahuan, namun melihat pewahyuan, mengenal realitas tubuh
Kristus, masuk ke dalam ruang lingkup tubuh Kristus. Hanya pewahyuan yang
datang dari Allah, bisa membawa kita masuk ke dalam ruang lingkup tubuh
Kristus, dengan begitu, tubuh Kristus baru bisa menjadi pengalaman kita.
Dalam Kisah Rasul pasal 2, Petrus berdiri bersama ke 11
rasul lainnya, sepertinya Petrus seorang diri yang memberitakan Injil, akhirnya
3000 orang diselamatkan. Namun anda harus ingat, hari itu yang berada di
sebelah Petrus masih ada 11 orang rasul. Injil pada saat itu diberitakan oleh
tubuh Kristus, dan bukan perseorangan yang memberitakannya di sana. Jika kita memiliki pandangan sebagai
tubuh Kristus, kita akan melihat, segala sesuatu yang individualisme tidak
berarti apa-apa.
Jika kita mengenal, seorang Kristen hanyalah suatu anggota,
dengan begitu, kita tidak akan sombong lagi. Persoalan ini teletak pada
melihat. Orang yang melihat dirinya adalah anggota, dipastikan akan mengasihi
tubuh, menghargai anggota yang lain, juga tidak lagi melihat kebaikan diri
sendiri, namun menganggap kepentingan orang lain lebih utama daripada
kepentingan diri sendiri.
Setiap anggota memiliki fungsinya sendiri, seluruh fungsi
juga bagi tubuh. Fungsi satu anggota, adalah fungsi seluruh tubuh; satu anggota
melakukan sesuatu, berarti seluruh tubuh melakukan sesuatu. Mulut berbicara,
berarti tubuh sedang berbicara; tangan melakukan sesuatu, berarti tubuh
melakukan sesuatu; kaki berjalan berarti tubuh berjalan. Anggota dan tubuh
tidak terpisahkan. Karena itu, tindakan anggota dalam tubuh, harus mengunanakan
tubuh sebagai pusat; apa yang dilakukan oleh anggota, semua harus untuk untuk
tubuh. Efesus pasal 4 berkata, tubuh bertumbuh menjadi dewasa, bukan individu
bertumbuh menjadi dewasa. Dalam pasal 3, orang-orang kudus bersama-sama
memahami kasih Kristus, begitu panjang, lebar, tinggi, dan dalam, dan bukan
pemahaman perseorang; peseorangan tidak memiliki waktu yang begitu panjang, dan
kapasitas yang begitu besar untuk mengalami kasih Kristus yang besar.
Di dalam 1 Korintus 12:14-36, berbicara mengenai 2 cara
berpikir yang tidak boleh dimiliki sebagai anggota: pertama, “aku bukan…. Jadi
aku tidak temasuk tubuh.” Ini adalah menerlantarkan diri sendiri dan tidak ingin
maju, mendambahkan pekerjaan orang lain; ke 2, “aku tidak memerlukanmu,” ini
adalah orang yang sombong, mengira 1 orang dapat mencakup keseluruhan, dan memandang
rendah orang lain. Dua hal ini akan menyakiti tubuh. Kita tidak boleh meniru
anggota lain, mendambahkan anggota yang lain, merasa diri sendiri tidak seperti
dia; sehingga menerlantarkan diri sendiri dan tidak ingin maju; juga jangan
merasa diri sendiri paling luar biasa, paling hebat, paling berguna, sehingga
memandang rendah anggota yang lain.
PERASAAN TUBUH
Di dalam kehidupan bergereja, kita butuh belajar untuk
memiliki perasaan tubuh. Saat anda bermasalah dengan saudara seiman, pasti juga
bermasalah dengan Allah. Ada
orang percaya yang seperti kupu-kupu, bergerak sendirian; ada orang percaya
yang seperti lebah, tinggal secara berkelompok dan bekerja secara berkelompok.
Kupu-kupu terbang dari bunga yang satu ke bunga yang lain, menjalani sendiri perjalanan
yang manis; namun lebah bekerja bagi sarang lebah. Hidup dan pekerjaan
kupu-kupu, semua merupakan perjalanan seorang diri; namun lebah tidak demikian,
mereka memiliki perasaan seluruh tubuh. Kita semua harus seperti lebah,
memiliki perasaan tubuh, hidup di dalam tubuh Kristus bersama anggota yang
lain. Begitu kita mendapat pewahyuan tentang tubuh, juga akan memiliki perasaan
tubuh; begitu memiliki perasan tubuh, semua pikiran dan tindakan perseorangan,
secara alamiah akan terbuang. Melihat Kristus, otomatis ada suatu hasil, yaitu
terlepas dari dosa; melihat tubuh, juga otomatis ada suatu hasil, yaitu
terlepas dari individualisme, ini bukan merupakan 2 hal, namun 1 hal. Begitu
anda melihat tubuh, kehidupan dan pekerjaan individu anda akan berhenti. Ini
bukan masalah mengubah sikap atau timdakan anda, melainkan pewahyuan yang mengubah
sikap dan tindakan anda. Ruang lingkup Kristus bukan melalui menjadi apa dan
masuk, namun melalui melihat dan masuk. Sungguh melihat apa yang di dalam, akan
menyelesaikan seluruh persoalan.
Berlanjut ke : SUPLAI TUBUH
Tidak ada komentar:
Posting Komentar