Selasa, 05 Maret 2013

PERATURAN TUBUH


Watchman Nee

Pembacaan Alkitab:
Roma 12:3-8
Efesus 4:9-16
Kolose 2:19
1 Korintus 11:29

PELAYANAN TUBUH

1 Korintus 12:18 berkata, Tetapi Allah telah memberikan kepada anggota, masing-masing secara kusus, suatu tempat pada tubuh, seperti yang dikehendakiNya. Bisa dilihat, setiap anggota memilik kedudukannya yang pasti, ada aturan yang pasti, dan ada posisi yang pasti. Setiap anggota memiliki bagiannya untuk melayani tubuh Kristus, seperti mata bisa melihat, telinga bisa mendengar, hidung bisa mencium, mereka masing-masing memiliki  masing-masing fungsi, mereka masing-masing memiliki bagiannya. Mata melalui melihat melayani tubuh, telinga melalui mendengar melayani tubuh, hidung melalui mencium melayani tubuh. Mereka masing-masing memilik tempat tugasnya, tidak bisa saling mengantikan. Anggota pertama tidak bisa menjadi anggota ketiga, anggota ketiga tidak bisa menjadi anggota keempat, semua memiliki sifat khususnya sendiri, semua ada kemampuannya sendiri, itu adalah kedudukannya, itu adalah posisinya, juga merupakan pelayanannya.
Setiap anggota memiliki sifat khususnya, itu adalah pelayanan anggota itu, yaitu suplainya terhadap tubuh. Pelayanan anggota, juga adalah kedudukannya di dalam tubuh, posisinya di dalam tubuh. Semua anggota di dalam tubuh memiliki bagian itu, bukan untuk dirinya sendiri, namun untuk tubuh. Bagian pelayanan kita di dalam tubuh Kristus, yaitu apa yang khusus kita terima dari Allah. Pengenalan dan pengalaman kita yang khusus terhadap Allah, menjadi suplai kita bagi tubuh. Namun, banyak orang Kristen apa yang diterimanya adalah sekam, semua yang mereka miliki hanya pengetahunan yang datang dari mendengar, atau kebenaran penyelidikan. Ini hanyalah senjata yang terbuat dari sekam, bukan pedang Roh Kudus, saat sungguh-sungguh harus digunakan, semuanya tidak baik. Ada seorang teolog, biasanya memandang rendah isterinya, karena isterinya tidak mengerti Alkitab. Suatu kali anaknya sakit parah, dia tidak berdaya sama sekali; namun isterinya yang mengenal Allah, sebaliknya dapat bersandar, ada damai, punya iman. Semua kebenaran yang diselidiki oleh manusia tidak ada gunanya, hayat yang diterima dari Allah baru berguna, baru bisa menyuplai tubuh.

BERFUNGSI MAKSIMAL MENURUT PERATURAN

Kita mengunakan hayat yang kita terima masing-masing dari kepala yaitu Kristus, untuk menyuplai tubuh. Namun saat kita berfungsi maksimal, harus menurut ketentuan, harus ada peraturan. Peraturan dalam tubuh sanggat penting terhadap pertumbuhan dan pelayanan. Pada tubuh, keadaan apa pun yang melebihi posisinya atau melebihi bagiannya akan merusak fungsi tubuh, begitu juga di dalam tubuh Kristus. Saat bersekutu, meskipun tidak ada orang yang mengitervensi perkataan anda, namun anda perlu berbicara menurut ukuran iman, menurut tuntunan Roh Kudus. Saat anda berbicara, hurus melihat adakah kata-kata yang melampaui batas, atau apakah kata-katanya terlalu panjang. Banyak orang ingin menjadi orang Kristen yang menonjol, atau pekerja yang menonjol. Namun jika ada beberapa orang yang berkembang melebihi batas, dan ada beberapa orang sangat kurang berkembang, akhirnya tubuh bukanlah tubuh, namun menjadi makhluk aneh, urutan di dalam jemaat Allah di hancurkan. Saat kita sungguh-sungguh datang di bawah kuasa kepala, Tuhan akan mengatur kita pada tempat yang khusus di dalam tubuhNya, juga menunjuk kita untuk fungsi yang khusus.
Hari ini pada organisasi umum, banyak kali orang memilih orang yang memiliki latar belakang yang baik, kedudukan dalam masyarakat, tingkat pendidikan, atau mempunyai pengetahuan, pemikiran, pandai bicara, memiliki karunia untuk dijadikan pemimpin, namun orang-orang ini di hadapan Allah tidak mempunyai pewahyuan apa-apa, tidak mempunyai iman, juga tidak punya pengalaman apa-apa, orang seperti ini hanya bisa membawa yang alami ke dalam gereja. Ini tidak hanya tidak bisa munyuplai tubuh, juga membawa kematian masuk ke dalam tubuh. Jabatan tubuh bukan ditetapkan dari hal-hal yang alami. Suatu anggota harus berfungsi maksimal di dalam tubuh, yaitu menurut apa yang dia dapat di hadapan Tuhan, menurut ukuran iman, (Roma 12:3, 6) di sisi lain juga harus menurut penetapan urutan Allah. Karena itu kita di satu sisi harus berusaha mendapatkan pewahyuan, pengalaman terhadap Kristus, agar memiliki isi untuk menyuplai tubuh; di sisi lain harus mengenal peraturan di dalam tubuh, yaitu urutan yang ditetapkan Allah di dalam tubuh. Kita harus dengan senang hati menerima ukuran dan batasan kita. Asal kita melebihi ukuran, kita akan melebihi kuasa kepala, meninggalkan pengajaran dari pengurapan. Ketika kita melebihi ukuran kita, kita sudah mengintervensi peraturan tubuh. Tubuh Kristus adalah hayat yang hidup, tidak memerlukan pengaturan manusia untuk dapat bergerak; setiap anggota harus menerima hayat dari kepala, dan juga berfungsi maksimal di bawah peraturan yang tepat. Saat hubungan kita dengan kepala benar, secara otomatis menjaga posisi kita di dalam tubuh.

RASUL, NABI, PEMBERITA INJIL. GEMBALA DAN PENGAJAR

Efesus 4:11 mengemukakan, ada orang-orang yang diperuntukkan bagi tubuh, mereka diberikan Allah bagi gereja, untuk menyuplai tubuh Kristus, membangun tubuh, kita harus secara khusus memperhatikan anggota-anggota ini.
Rasul adalah karunia pertama yang Allah berikan di dalam tubuh Kristus, mereka adalah yang diutus oleh Allah, mereka mewakili kuasa kepala, melaksanakan perintah Allah di dunia. Maka orang percaya di dalam gereja yang memiliki kesaksian tubuh, harus menaati kuasa perwakilan ini. Pada zaman perjanjian lama, komplotan Kohra menginingkari kuasa Musa sebagai nabi Allah, Musa tidak bertengkar dengan mereka, namun membawa masalah ini kembali pada Allah; akhirnya, Allah melalui membinasakan orang berdosa, menyatakan siapa yang menjamah orang yang diurapi Tuhan, sama dengan menjamah Tuhan sendiri; mengingkari kuasa nabiNya, sama dengan mengingkari kuasa Allah. Allah tidak hanya menghendaki kita secara langsung tunduk di bawah kuasa Allah, tapi juga tunduk di bawah kuasa orang yang mewakiliNya di dalam tubuh. Saat kepala memerintahkan lengan untuk bergerak, kelingking juga harus bergerak mengikuti lengan. Lengan seperti mewakili kuasa. Kita harus berpegang teguh pada posisi di dalam tubuh, tunduk di bawah kuasa kepala, yaitu Kristus, juga tunduk di bawah kuasa perwakilan-perwakilan di dalam tubuh. Kuasa-kuasa perwakilan itu, adalah orang-orang yang menerima kuasa dalam tangan pemerintahan Allah. Tunduk di bawah kuasa Allah secara langsung, jauh lebih mudah daripada tunduk pada kuasa perwakian di dalam tubuh. Tunduk di bawah kuasa perwakilan di dalam tubuh, mebutuhkan kita harus rendah hati dan ketaatan. Kita melihat di dalam surat Paulus untuk jemaat di Korintus, kita tidak menghormati Allah, tidak akan terhindar dari penghukuman Allah. (1 Korintus 11:29-30) Di dalam tubuh Kristus, tidak ada ruang gerak bagi pemikiran dan tindakan perorangan. Tubuh bergerak di bawah kendali kepala, menolak hukum tubuh, akan membawa kelemahan dan kematian.
Nabi mewakili isi hati Allah. Mereka tidak hanya bernubuat, juga mengucapkan hal-hal yang akan datang, mereka juga mengungkapkan isi hati Allah; mereka adalah orang-orang yang diutus Allah ke tengga-tengga umat Allah; untuk menyampaikan kehendak Allah. Karena itu nabi terbesar di dalam perjanjian lama adalah Elia, bukan Yesaya. Karena Yesaya sebagian besar adalah bernubuat, namun Elia yang utama adalah menyampaikan kehendak Allah. Nabi menerima pewahyuan dari Tuhan, lalu menyampaikan isi hati Allah kepada umat Allah. Menjadi nabi adalah mengenal isi hati Allah, menyebarkan isi hati Allah, nubuat adalah mengucapkan hal-hal yang akan datang. Di dalam tubuh Kristus, ada sebagian pengurus jemaat yang khusus, mereka mengetahui isi hati Allah, dan memberitahukan isi hati Allah kepada tubuh Kristus. Orang-orang ini juga adalah kuasa yang mewakili kepala.
Memberitakan Injil adalah menyampaikan hati Allah di dalam Kristus; gembala dan pengajar adalah membuat orang melihat kekayaan Allah di dalam Kristus, agar orang mendapatkan suplai dari sini. Semua pelayanan ini adalah “bagian suplai” (Efesus 4:16) Mereka menerima hayat dari Allah, menyalurkan hayat ini ke seluruh tubuh. Banyak orang Kristen berkata “Aku secara langsung menjamah sumber suplai, aku bisa menerima segala bagi diriku dari kepala.” Sikap semacam ini mengingkari kuasa Tuhan; Dia di bawah kuasa pemerintahanNya, mengatur anggota tidak hanya bergantung padaNya, juga harus saling bergantung.
Bagaimana “Bagaian suplai” ini menyuplai tubuh? Mereka di hadapan Allah pernah menerima latihan khusus, melewati lingkungan untuk membangun yang diatur oleh Roh Kudus, memiliki riwayat pengenalan akan Kristus; mereka pernah menerima pencobaan dan pendidikan, sampai mereka cukup layak menyampaikan hal rohani yang bernilai. Orang-orang ini memiliki riwayat rahasia pernah melewati kesusahan yang besar, salib sudah bekerja di dalam mereka terhadap semua yang mereka perlukan untuk menyuplai tubuh.

PENATUA

Selain itu, di dalam gereja lokal ada orang-orang yang mempunyai kuasa, mereka tidak hanya ‘dianugerahi’ kuasa, mereka ‘memiliki’ kuasa, mereka adalah penatua. Namun mereka yang berada pada posisi penatua, bukan ‘dijadikan’ penatua, namun karena mereka ‘adalah’ penatua. Penatua adalah otomatis, dinyatakan dari Roh Kudus, bukan hanya ditunjuk oleh manusia. Di dalam jemaat rohani, anggota yang paling rohani memiliki jabatan penatua; di dalam jemaat daging, orang-orang yang mempunyai kualifikasi alami yang menjadi penatua. Seseorang menikah, memiliki anak, otomatis dia adalah ayah. Tidak ada orang bisa ditunjuk untuk posisi menjadi ayah. Seseorag ‘adalah’ ayah, atau ‘bukan’ ayah; dia tidak bisa ‘dijadikan’ ayah. Sama halnya, tidak ada seorangpun bisa ‘dijadikan’ penatua. Seseorang adalah penatua, atau bukan. Penatua bukan lahir dari kampanye, bukan dari pemilihan, melainkan kedewasaan hayat, nampak secara otomatis. Penatua di antara saudara saudari, adalah orang yang hatinya luar biasa bersih, ada pengejaran terhadap perkara rohani, ada kemajuan, jabatan mereka adalah memimpin orang untuk menaati kepala. Yang harus dilakukan oleh seluruh jemaat, adalah mengakui dia sebagai penatua, dan membiarkan dia untuk berfungsi maksimal dengan tepat.

PRIA ADALAH KEPALA WANITA

Di dalam pengaturan Allah, pria adalah kepala wanita. Karena itu di dalam gereja saudari tidak boleh berkuasa. Namun ini bukan berarti, semua pria adalah kepala wanita, harus mereka yang tunduk di bawah Kristus, baru bisa menjadi menjadi kepala saudari. Saudari menudungi kepala sebagai kesaksian dia menaati peraturan tubuh, menaati Kristus, juga menaati kuasa tubuh.
Di dalam tubuh tidak ada kuasa, kuasa berada pada kepala. Dalam apa yang disebut gereja, kelemahan mereka pada hal kuasa hanya persoalan posisi, dan bukan soal hayat. Di dalam tubuh Kristus, kuasa adalah persoalan hayat, bukan soal posisi. Jika suatu anggota memiliki kuasa, yaitu karena kuasa itu sudah bekerja di dalam dia; kuasa itu sudah menjadi hayat dalam dirinya, karena Allah menanggulanginya. Allah tidak mengangkat masing-masing orang ‘menjadi’ mata, telinga, mulut, tangan, kaki, dan lain-lain; Dia melalui pekerjaan salib, menjadikan mereka fungsi itu. Itu ‘adalah’ fungsi mereka, mereka secara otomatis berfunsi maksimal menurut ukuran mereka. Semua masalah terletak pada hayat. Oleh sebab itu, saat anggota berpegang pada posisinya, tunduk di bawah kekuasaan mutlak kepala, hayat akan mengalir, juga taat pada hayat tubuh, tubuh akan terus bertumbuh dengan benar dan sempurna. Selain kita sungguh-sungguh berada di dalam hayat tubuh, ukuran tubuh Kristus tidak mungkin diperbesar.
Rasul dan penatua tidak memiliki kuasa di dalam diri mereka sendiri, hanya saat mereka berada di bawah kuasa Tuhan, baru memiliki kuasa. Saat mereka mewakili kuasa kepala, mereka di dalam tubuh melaksanakan kuasa. Jika rasul dan penatua mengetahui isi hati Allah, mereka akan memiliki kuasa Allah, karena Dia hanya memateraikan perwakilanNya. Semua orang yang diberiNya kuasa, Dia akan menopangnya dengan kuasa.
Kehidupan tubuh membutuhkan keseriusan untuk menanggulangi hayat alami. Jika kita tidak dihancurkan, tidak akan bisa menaati kuasa perwakilan, juga tidak bersedia berada pada posisi yang ditetapkan oleh kedaulatan Allah, menyuplai orang dan menerima suplai dari orang. Allah tidak memperkenankan di dalam gerejanyaNya ada apa pun yang tidak taat peraturan, karena tidak taat peraturan membuat tubuh tidak bisa bertumbuh. Dia juga tidak memperkenankan semua orang menonjolkan diri, karena orang yang menonjolkan diri akan menghambat pertumbuhan tubuh, dan juga menolak kuasa kepala Kristus. Semua orang Kristen yang ingin menjalankan kekuasaannya sendiri, sudah mengingkari hayat tubuh. Hanya Kristus adalah kepala, kita semua saling menjadi anggota. Jika seseorang mengatakan dia memiliki pewahyuan tubuh, namun tidak tunduk di bawah kuasa tubuh, juga tidak memiliki hubungan yang benar dengan anggota lainnya, pernyataannya adalah palsu. Asal kita sungguh melihat tubuh, kita juga melihat bahwa kita harus taat dan saling berhubungan. Ketaatan adalah cirri khas yang ditunjukan oleh barangsiapa yang mengenal hayat tubuh.
Allah di dalam tubuh Kristus sungguh-sungguh mempunyai penetapan, memiliki peraturan, kita harus hati-hati, harus membedakan tubuh, seperti dikatakan dalam 1 Korintus 11:29. Kita tidak bisa sembarangan di dalam tubuh, tidak bisa sembarangan mengeluarkan pendapat, tidak bisa melewati batas. Setiap anggota harus memiliki peraturan, segala hal dilakukan menurut urutannya. Kita semua harus tahu, kuasa adalah ditetapkan oleh Tuhan, kuasa tidak bisa dihasilkan oleh diri sendiri, juga tidak bisa dipilih sendiri; kuasa ditetapkan oleh Tuhan, untuk kehidupan tubuh. Kita harus mengenal jelas posisi di dalam tubuh, mempertahankan posisi di dalam tubuh; hidup di dalam tubuh, bertindak menurut peraturan tubuh.


Berlanjut ke : PRINSIP TUBUH





Tidak ada komentar:

Posting Komentar