Tuhan, Aku Ingin CD
Janganlah hendaknya kamu kuatir
tentang apapun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada
Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur.
( Filipi 4:6 )
Ayat di atas benar-benar menjadi kenyataan dalam hidup saya. Bahwa Tuhan
bukan hanya mengerti segala keperluan kita, namun Dia juga mengerti segala
keinginan kita. Dan karena kasihNya yang begitu besar kepada kita, ada kalanya
Dia juga memberikan apa yang menjadi keinginan kita, meskipun mungkin
kelihatannya keinginan kita itu adalah hal yang sepele.
Sekitar tahun 2002, Radio Sangkakala Surabaya pernah mengundang tim dari Breakthrough
Missions Singapore untuk bersaksi dan berbicara tentang pelayanan mereka.
Breakthrough Missions Singapore adalah sebuah oraganisasi Kristen yang melayani
dalam bidang rehabilitasi bagi para pecandu narkoba. Di akhir acara, mereka
menyanyikan lagu-lagu pujian dalam bahasa Mandarin ciptaan mereka sendiri. Dan
begitu mendengarnya, saya langsung jatuh cinta dengan lagu-lagu tersebut.
Sejak saat itu, lagu-lagu pujian dari Breakthrough Missions Singapore terkadang
diputar di acara Sangkakala Mandarin yang disiarkan setiap hari pukul 13.00 –
14.00. dan terkadang saya menelpon ke acara tersebut untuk memesan pujian
berbahasa Mandarin.
Saya sangat ingin memiliki kaset dari lagu-lagu tersebut, agar saya bisa
memutarnya kapan pun saya inginkan. Namun saya tidak tahu di mana saya bisa
mendapatkan kaset dari Breakthrough Missions Singapore tersebut. Karena saya
begitu menginginkan kaset itu, maka setiap kali keponakan dari suster kepala
yayasan tempat saya tinggal pergi ke mall, saya selalu minta tolong untuk
menanyakan kaset tersebut apabila dia melewati toko rohani Kristen. Karena
hanya dia satu-satunya orang yang bisa saya mintai tolong waktu itu.Tetapi
tidak ada satu toko pun yang menjual kaset itu.
Dua tahun berlalu, dan saya belum mendapatkan kaset yang saya inginkan.
Suatu hari, saya mendangar khotbah dari Pdt. Petrus Agung. Di dalam khotbah itu
beliau bercerita, suatu saat beliau membutuhkan uang untuk membeli rumah, namun
beliau tidak tahu dari mana bisa mendapatkan uang sebanyak itu. Beliau hanya
bisa berdoa kepada Tuhan, dan membentangkan surat yang tertera harga rumah itu di hadapan
Tuhan. Sama seperti yang raja Hizkia lakukan ketika dia tidak berdaya untuk
berperang melawan raja Asyur. Hizkia datang ke rumah Tuhan, berdoa serta
membentangkan surat
hinaan dari raja Asyur di hadapan Tuhan.
Akhirnya saya meniru apa yang raja Hizkia dan Pdt. Petrus Agung lakukan.
Saya berdoa, "Tuhan, Aku Ingin CD," Mohon Tuhan memberi saya kaset Breakthrough
Missions Singapore. Tak lupa saya menuliskan judul dari lagu-lagunya pada
selembar kertas dan membentangkannya di hadapan Tuhan. Saya tetap meletakan
kertas tersebut dalam keadaan terbuka di atas lemari saya untuk mengingatkan
Tuhan sampai Tuhan memberikan kaset yang saya inginkan.
Suatu siang, saya menelpon untuk memesan lagu pada acara Sangkakala
Mandarin. Hari itu telpon saya tidak langsung diterima oleh penyiarnya, karena
ce Lidya, sang penyiar masih menyampaikan firman Tuhan. Telpon saya diterima
oleh Christin yang bertindak sebagai oprator.
Sambil menunggu untuk berbicara dengan ce Lidya, saya iseng bertanya
kepada Christin, apakah kaset Breakthrough Missions bisa dibeli di Indonesia?
"Aku punya satu. kamu mau tah?" Jawab Christin
Langsung saya bilang, kalau memang sudah lama saya menginginkan kaset
itu.
"Kamu dapat dari mana?" Tanya saya kepada Christin lagi.
"Dulu, waktu orang-orang dari Breakthrough Missions datang ke
Sangkakala, mereka menitipkan CD lagu mereka untuk dijual di Sangkakala.
Kebetulan penjualannya aku yang pegang. Aku kira CDnya sudah habis, jadi uang
penjualannya sudah aku setor ke orang Breakthrough Missions. Ternyata waktu aku
bongkar-bongkar, masih ada sisa satu." Cerita Christin
"Berarti Tuhan sudah sediakan untuk aku." Kata saya senang.
"Memang Tuhan sediakan untuk kamu." Jawab Christin sambil
tertawa.
"Berapa harganya?" Tanya saya.
"Harganya 50.000. Nanti kamu sendiri ya yang ambil ke sini?"
Tanya Christin.
Akhirnya saya terpaksa menjelaskan keadaan saya yang sebenarnya kepada
Christin. Saya tidak berani berjanji kapan CDnya akan diambil. Karena saya
tidak tahu siapa yang bisa saya mintai tolong untuk mengambil CD di Sangkakala.
Christin bertanya di mana alamat saya. Setelah saya sebutkan alamat saya,
di luar dugaan, ternyata dia bersedia mengantarkan CD itu ke tempat saya.
Karena sekalian dia harus mengantar hadiah untuk pemenang Sangkakala Kid di
daerah Pondok Candra. Sebab, dari Sangkakala ke Pondok Candra memang melewati
daerah tempat tinggal saya.
Saya sangat berterima kasih kepada Christin untuk kebaikkannya. Saya juga
harus berterima kasih kepada ce Lidya yang berkhotbah sangat lama, sehingga
saya bisa ngobrol dulu dengan Christin. Terutama saya sangat bersyukur untuk
kasih Tuhan atas diri saya. Namun, tidak berhenti sampai di sini saja Tuhan
menunjukan kasihNya kepada saya. Tuhan benar-benar menghadiahkan CD itu untuk
saya.
Waktu itu, uang yang ada pada saya hanya tinggal Rp. 50,000. Tepat sesuai
dengan harga CD itu. Namun sayangnya itu adalah uang perpuluhan yang belum saya
transfer ke sebuah lembaga pengInjilan tempat biasanya saya mengembalikan
perpuluhan sebelum saya bergabung dengan gereja Mawar Sharon.
Saya berkata kepada Tuhan : "Tuhan, aku pinjam dulu ya uangMu."
Sambil mengeluarkan uang itu dari dalam botol tempat saya mengumpulkan uang
persembahan perpuluhan saya. Saya masukan uang itu dalam buku untuk saya
berikan kepada Christin saat Christin datang membawa CD.
Beberapa hari kemudian Christin datang bersama dengan temannya. Ternyata
Christin lebih cantik dari yang selama ini saya bayangkan. Biasanya saya hanya
mendengar suara Christin, namun kali ini saya bisa bertemu langsung dengan
orangnya.
Setelah ngobrol sebentar, Christin menyerahkan CD kepada saya. Saat saya
akan membayar, Christin menolak.
"CDnya buat kamu saja. Tidak usah bayar." Kata Christin.
Christin segerah berpamitan, karena dia masih harus ke Pondok Candra
untuk mengantarkarkan hadiah.
Setelah Christin pergi, saya berkata kepada Tuhan: "Tuhan, terima
kasih. Aku tidak jadi pinjam uangMu." Dan saya mengembalikan uang itu ke
dalam botol.
Saya sangat bersyukur kepada Tuhan untuk segala kebaikan yang telah Tuhan
lakukan dalam hidup saya. Meskipun saat ini Tuhan membawa saya untuk melewati
jalanan yang terjal dan berbatu, dengan mengijinkan saya mengalami sakit
penyakit dan semua kesulitan yang harus saya lalui. Namun, di tenggah semuanya
itu, Tuhan tetap menunjukan penyertaan dan kasihNya kepada saya.
Dan saya percaya, kelak saya akan melihat kemuliaan Tuhan yang lebih
besar lagi dinyatakan dalam hidup saya. Segala kemuliaan hanya bagi Tuhan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar