Jumat, 19 April 2013

Tuhan, Aku Ingin CD


Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apapun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur.

( Filipi 4:6 )

Ayat di atas benar-benar menjadi kenyataan dalam hidup saya. Bahwa Tuhan bukan hanya mengerti segala keperluan kita, namun Dia juga mengerti segala keinginan kita. Dan karena kasihNya yang begitu besar kepada kita, ada kalanya Dia juga memberikan apa yang menjadi keinginan kita, meskipun mungkin kelihatannya keinginan kita itu adalah hal yang sepele.

Sekitar tahun 2002, Radio Sangkakala Surabaya pernah mengundang tim dari Breakthrough Missions Singapore untuk bersaksi dan berbicara tentang pelayanan mereka. Breakthrough Missions Singapore adalah sebuah oraganisasi Kristen yang melayani dalam bidang rehabilitasi bagi para pecandu narkoba. Di akhir acara, mereka menyanyikan lagu-lagu pujian dalam bahasa Mandarin ciptaan mereka sendiri. Dan begitu mendengarnya, saya langsung jatuh cinta dengan lagu-lagu tersebut.

Sejak saat itu, lagu-lagu pujian dari Breakthrough Missions Singapore terkadang diputar di acara Sangkakala Mandarin yang disiarkan setiap hari pukul 13.00 – 14.00. dan terkadang saya menelpon ke acara tersebut untuk memesan pujian berbahasa Mandarin.

Saya sangat ingin memiliki kaset dari lagu-lagu tersebut, agar saya bisa memutarnya kapan pun saya inginkan. Namun saya tidak tahu di mana saya bisa mendapatkan kaset dari Breakthrough Missions Singapore tersebut. Karena saya begitu menginginkan kaset itu, maka setiap kali keponakan dari suster kepala yayasan tempat saya tinggal pergi ke mall, saya selalu minta tolong untuk menanyakan kaset tersebut apabila dia melewati toko rohani Kristen. Karena hanya dia satu-satunya orang yang bisa saya mintai tolong waktu itu.Tetapi tidak ada satu toko pun yang menjual kaset itu.

Dua tahun berlalu, dan saya belum mendapatkan kaset yang saya inginkan. Suatu hari, saya mendangar khotbah dari Pdt. Petrus Agung. Di dalam khotbah itu beliau bercerita, suatu saat beliau membutuhkan uang untuk membeli rumah, namun beliau tidak tahu dari mana bisa mendapatkan uang sebanyak itu. Beliau hanya bisa berdoa kepada Tuhan, dan membentangkan surat yang tertera harga rumah itu di hadapan Tuhan. Sama seperti yang raja Hizkia lakukan ketika dia tidak berdaya untuk berperang melawan raja Asyur. Hizkia datang ke rumah Tuhan, berdoa serta membentangkan surat hinaan dari raja Asyur di hadapan Tuhan.

Akhirnya saya meniru apa yang raja Hizkia dan Pdt. Petrus Agung lakukan. Saya berdoa, "Tuhan, Aku Ingin CD," Mohon Tuhan memberi saya kaset Breakthrough Missions Singapore. Tak lupa saya menuliskan judul dari lagu-lagunya pada selembar kertas dan membentangkannya di hadapan Tuhan. Saya tetap meletakan kertas tersebut dalam keadaan terbuka di atas lemari saya untuk mengingatkan Tuhan sampai Tuhan memberikan kaset yang saya inginkan.

Suatu siang, saya menelpon untuk memesan lagu pada acara Sangkakala Mandarin. Hari itu telpon saya tidak langsung diterima oleh penyiarnya, karena ce Lidya, sang penyiar masih menyampaikan firman Tuhan. Telpon saya diterima oleh Christin yang bertindak sebagai oprator.

Sambil menunggu untuk berbicara dengan ce Lidya, saya iseng bertanya kepada Christin, apakah kaset Breakthrough Missions bisa dibeli di Indonesia?

"Aku punya satu. kamu mau tah?" Jawab Christin

Langsung saya bilang, kalau memang sudah lama saya menginginkan kaset itu.

"Kamu dapat dari mana?" Tanya saya kepada Christin lagi.

"Dulu, waktu orang-orang dari Breakthrough Missions datang ke Sangkakala, mereka menitipkan CD lagu mereka untuk dijual di Sangkakala. Kebetulan penjualannya aku yang pegang. Aku kira CDnya sudah habis, jadi uang penjualannya sudah aku setor ke orang Breakthrough Missions. Ternyata waktu aku bongkar-bongkar, masih ada sisa satu." Cerita Christin

"Berarti Tuhan sudah sediakan untuk aku." Kata saya senang.

"Memang Tuhan sediakan untuk kamu." Jawab Christin sambil tertawa.

"Berapa harganya?" Tanya saya.

"Harganya 50.000. Nanti kamu sendiri ya yang ambil ke sini?" Tanya Christin.

Akhirnya saya terpaksa menjelaskan keadaan saya yang sebenarnya kepada Christin. Saya tidak berani berjanji kapan CDnya akan diambil. Karena saya tidak tahu siapa yang bisa saya mintai tolong untuk mengambil CD di Sangkakala.

Christin bertanya di mana alamat saya. Setelah saya sebutkan alamat saya, di luar dugaan, ternyata dia bersedia mengantarkan CD itu ke tempat saya. Karena sekalian dia harus mengantar hadiah untuk pemenang Sangkakala Kid di daerah Pondok Candra. Sebab, dari Sangkakala ke Pondok Candra memang melewati daerah tempat tinggal saya.

Saya sangat berterima kasih kepada Christin untuk kebaikkannya. Saya juga harus berterima kasih kepada ce Lidya yang berkhotbah sangat lama, sehingga saya bisa ngobrol dulu dengan Christin. Terutama saya sangat bersyukur untuk kasih Tuhan atas diri saya. Namun, tidak berhenti sampai di sini saja Tuhan menunjukan kasihNya kepada saya. Tuhan benar-benar menghadiahkan CD itu untuk saya.

Waktu itu, uang yang ada pada saya hanya tinggal Rp. 50,000. Tepat sesuai dengan harga CD itu. Namun sayangnya itu adalah uang perpuluhan yang belum saya transfer ke sebuah lembaga pengInjilan tempat biasanya saya mengembalikan perpuluhan sebelum saya bergabung dengan gereja Mawar Sharon.

Saya berkata kepada Tuhan : "Tuhan, aku pinjam dulu ya uangMu." Sambil mengeluarkan uang itu dari dalam botol tempat saya mengumpulkan uang persembahan perpuluhan saya. Saya masukan uang itu dalam buku untuk saya berikan kepada Christin saat Christin datang membawa CD.

Beberapa hari kemudian Christin datang bersama dengan temannya. Ternyata Christin lebih cantik dari yang selama ini saya bayangkan. Biasanya saya hanya mendengar suara Christin, namun kali ini saya bisa bertemu langsung dengan orangnya.

Setelah ngobrol sebentar, Christin menyerahkan CD kepada saya. Saat saya akan membayar, Christin menolak.

"CDnya buat kamu saja. Tidak usah bayar." Kata Christin.

Christin segerah berpamitan, karena dia masih harus ke Pondok Candra untuk mengantarkarkan hadiah.

Setelah Christin pergi, saya berkata kepada Tuhan: "Tuhan, terima kasih. Aku tidak jadi pinjam uangMu." Dan saya mengembalikan uang itu ke dalam botol.

Saya sangat bersyukur kepada Tuhan untuk segala kebaikan yang telah Tuhan lakukan dalam hidup saya. Meskipun saat ini Tuhan membawa saya untuk melewati jalanan yang terjal dan berbatu, dengan mengijinkan saya mengalami sakit penyakit dan semua kesulitan yang harus saya lalui. Namun, di tenggah semuanya itu, Tuhan tetap menunjukan penyertaan dan kasihNya kepada saya.

Dan saya percaya, kelak saya akan melihat kemuliaan Tuhan yang lebih besar lagi dinyatakan dalam hidup saya. Segala kemuliaan hanya bagi Tuhan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar