Jumat, 19 April 2013

Melenyapkan Tiga Malapetaka


Ada seorang yang bernama Zhou Chu. Saat mudah, karena merasa dirinya kuat, sering berlaku semena-mena, menindas orang lain, sehingga membuat orang-orang tidak tahan lagi akan perbuatannya. Kebetulan, waktu itu, di dalam sungai ada seekor naga yang sering menimbulkan angin dan gelombang. Sedangkan di atas gunung, ada seekor harimau buas yang sering memangsah manusia. Orang-orang di tempat itu sangat menderita, tetapi mereka tidak berdaya menghadapinya. Oleh karena itu, orang-orang menempatkan Zhou Chu, naga dan macan menjadi satu, dan menyebutnya sebagai “Tiga Malapetaka”.

Suatu hari, Zhou Chu mendengar tentang perihal naga dan macan dari penduduk di sana. Kemudian dia berpikir: ”Biasanya orang-orang berkata aku hanya bisa menindas orang lain. Mana mereka tahu kalau sebenarnya aku adalah pahlawan yang gagah perkasa? Kalau aku bisa membunuh naga dan macan itu, dan melenyapkan 2 malapetaka bagi orang-orang, mereka akan berterima kasih kepadaku.” Kemudian Zhou Chu pertama-tama pergi ke gunung. Dia menyelusuri gunung dan lembah, dan akhirnya menemukan harimau itu.  Dia bertarung sangat lama dengan harimau itu, dan berhasil membunuhnya. Zhou Chu berkata: ”Baiklah, sekarang hanya tinggal satu malapetaka.”

Kenudian dia pergi ke sungai untuk mencari naga. Naga itu terkadang naik kepermukaan sungai, terkadang masuk ke dasar sungai, sangat sulit ditemukan. Zhou Chu mengikuti jejak naga itu, dan akhirnya menenuhkannya, serta bertarung dengannya. Selama tiga hari tiga malam Zhou Chu tidak keluar dari dalam air. Orang-orang mengira Zhou Chu sudah mati. Mereka sangat senang, dan berkata: ”Oh, alangka baiknya, tiga malapetaka sudah tidak ada lagi. Mulai sekarang, kita bisa hidup dengan tenang.”

Tidak disangkah, tiga hari kemudian, Zhou Chu keluar dari dalam air. Ternyata, setelah bertarung dengan susah payah selama tiga hari tiga malam, dia berhasil membunuh naga itu. Orang-orang yang melihatnya, bukan hanya tidak berterima kasih kepadanya, sebaliknya justru lari ketakutan: ”Ah, ternyata Zhou Chu tidak mati, ini sungguh buruk. Tiga malapetaka, masih tersisa satu malapetaka.” Zhou Chu yang melihat sikap orang-orang terhadapnya, merasa sangat sedih, dia berpikir: ”Aku sudah menolong mereka melenyapkan dua malapetaka besar, tapi mereka masih berharap aku mati. Sepertinya, di hati orang-orang, aku adalah malapetaka, sama seperti macan dan naga itu. Ah, dulu aku sungguh tidak baik terhadap mereka. Aku sangat ingin berubah, tapi takutnya tidak berhasil.” Kemudian dia menumui seorang yang bijaksana: ”Aku sungguh ingin berubah, tetepi waktu sudah begitu lama berlalu. Aku takut seumur hidup tidak bisa menyelesaikan apa pun.”

Orang bijaksana itu menjawab: ”Orang dulu berkata, kalau pagi hari mendapatkan kebenaran yang sejati, jika malam mati tidak akan menyesal. Yang ditakutkan adalah seseorang tidak mempunyai tekad yang luhur, kalau mempunyai tekad, tidak perlu takut waktu siang atau waktu malam. Dan lagi, kamu masih mudah, jalan di depanmu masih jauh, jangan takut tidak bisa menyelesaikan sesuatu yang besar.”

Setelah Zhou Chu mendengar ini, dia sangat terinspirasi. Sejak saat itu dia bertekad untuk berubah, tidak lagi melakukan hal-hal buruk. Akhirnya ia menjadi seorang berguna bagi masyarakat.

Ada peribahasa yang berkata: “Karena nila setitik, rusak susu sebelanga.” Menang manusia pada umumnya akan lebih mudah mengingat kesalahan, dan melupakan kebaikan orang lain.

Jika seseorang melakukan suatu kesalahan, akan membutuhkan waktu yang lama untuk memperbaiki kesalahan tersebut. Sebaliknya, tidak di perlukan waktu yang lama untuk melupakan semua kebaikan seseorang, Ketika seseorang melakukan satu kesalahan saja, maka semua perbuatan baiknya yang ‘banyak’ akan segera terlupakan.

Nama baik adalah salah satu hal terpenting yang harus dimiliki oleh seseorang. Salah satu syarat yang ditetepkan oleh Rasul Paulus agar seseorang layak menjadi penilik jemaat adalah mempunyai nama baik. Hendaklah ia juga mempunyai nama baik di luar jemaat, agar jangan ia digugat orang dan jatuh ke dalam jerat iblis. (I Timotius 3:7) Nama baik dibutuhkan supaya kita tidak menjadi batu sandungan bagi orang lain.

Meskipun ada kalanya, reputasi yang dimiliki oleh seseorang tidak benar-benar menunjukan siapa orang itu sebenarnya. Contohnya, bagi orang Yahudi yang iri hati kepada Yesus. Mereka selalu mencari-cari kesalahan Yesus, Yesus sama sekali tidak memiliki nama baik dalam pandangan mereka. Bagi mereka, Yesus adalah penjahat dan penghujat Allah yang berhasil mereka jatuhi hukuman mati.

Nama baik seseorang memang tidak menjamin orang yang memilikinya benar-benar baik. Sebaliknya, orang yang tidak memiliki nama baik belum tentu adalah orang yang bener-benar jahat. Nama baik bisa sangat subyektif, tergantung pada siapa yang menilainya. Bagi seseorang mungkin dia adalah orang baik, namun belum tentu bagi orang lain.

Di sekeliling kita, pasti ada saja orang-orang yang iri dan membenci kita. Entah kita sadari atau tidak. Orang-orang ini pasti akan selalu berusaha untuk mencari kesalahan dan kelemahan kita. Karena itu, biarlah kita tetap menjaga hidup kita benar di hadapan Tuhan dan sesama. Agar jika ada orang yang berusaha mencari-cari kesalahan kita, mereka tidak mendapatkan kesalahan apa pun pada kita.

Seperti yang terjadi pada Daniel. Ketika para pejabat raja Darius mencari-cari dakwaan terhadap Daniel, meraka tidak mendapati satu kesalahanpun. Sebab Daniel adalah orang yang benar dan setia,

Kemudian para pejabat tinggi dan wakil raja itu mencari alasan dakwaan terhadap Daniel dalam hal pemerintahan, tetapi mereka tidak mendapat alasan apapun atau sesuatu kesalahan, sebab ia setia dan tidak ada didapati sesuatu kelalaian atau sesuatu kesalahan padanya.
( Daniel 6:4 )  

Kita adalah suratan Kristus yang terbuka, yang dibaca oleh semua orang. Biarlah kita selalu menjaga hidup kita, supaya nama Tuhan dimuliakan melalui nama baik yang kita miliki. Ketika orang berkata terhadap kita: “Orang yang baik itu adalah orang Kristen.” 

Nama baik memang sulit di dapatkan. Begitu dia hilang, mungkin seumur hidup tidak akan pernah kembali lagi.


 Nama yang harum lebih baik dari pada minyak yang mahal.
( Penghotbah 7:1 )

Tidak ada komentar:

Posting Komentar