Selasa, 23 April 2013

Mencari Kambing


Yang Zi adalah seorang terpelajar pada zaman China kuno. Suatu hari, tetangganya kehilangan seekor kambing, lalu meminta kepada banyak orang untuk membantunya mencari kambing itu. Mereka berpencar dan mencari ke berbagai arah, namun, meskipun sudah mencari sampai menghabiskan tenaga, kambing itu tidak juga ditemukan.

Yang Zi yang mengetahui masalah ini, lalu bertanya pada tetangganya: “Begini banyak orang mencari seekor kambing, bagaimana bisa masih tidak ketemu?”

Tetangganya menjawab: “Di sini banyak sekali jalan yang bercabang. Setiap jalan, memiliki persimpangan, membuat kami tidak bisa mengetahui, kambingnya lari ke jalan yang mana.”

Setelah Yang Zi mendengar ini, dia tampak risau. Muridnya bertanya padanya: “Yang hilang hanya seekor kambing, ini bukan masalah yang besar. Dan lagi, kambing itu bukan milik anda, mengapa anda begini risau?”

Ah! Yang Zi menghela napas: “Aku bukan risau karena seekor kambing. Tapi, dari masalah ini bisa ditarik suatu pelajaran. Kalau seorang yang sedang belajar, dia belajar ini sedikit, belajar itu sedikit, tidak ada tujuannya. Sama seperti mencari kambing di jalan yang bercabang, akhirnya juga tidak akan mendapatkan apa-apa.”

Beberapa orang gagal dan tidak memperoleh apa-apa bukan karena mereka memiliki kemampuan yang lebih rendah, atau kesempatan yang lebih sedikit dari orang lain. Beberapa orang gagal karena mereka tidak dapat mengatur prioritas mereka. Mereka tidak memiliki fokus terhadap apa yang mereka akan lakukan. Mereka melakukan atau belajar banyak hal secara bersamaan. Itu sebabnya mereka tidak bisa menjadi maksimal dalam apa pun yang mereka lakukan.

Orang yang tidak memiliki fokus dan prioritas, diakibatkan karena mereka tidak tahu apa tujuan mereka. Sebab itu, mereka melakukan banyak hal sekaligus.

Mengetahui apa yang menjadi tujuan hidup kita sangatlah penting. Dengan mengetahui tujuan kita, kita bisa menentukan apa yang menjadi prioritas dan fokus kita. Sehingga kita bisa melakukannya dengan segenap kemampuan kita. Dan kita akan mencurahkan seluruh waktu, tenaga, dan pikiran kita pada hal tersebut. Dan apa pun yang dilakukan dengan segenap hati, hasilnya pasti akan lebih maksimal.

Untuk mengetahui tujuan hidup kita, kita harus tahu apa kelebihan dan kekurangan kita. Tuhan melengkapi kita dengan bakat, kepandaian, dan gairah yang kita miliki untuk sebuah tujuan.

Tuhan melengkapi burung dengan sayap, karena Tuhan memiliki tujuan bagi burung untuk terbang. Tuhan melengkapi ikan dengan insang, karena tujuan Tuhan adalah agar ikan bisa hidup di dalam air. Tuhan tidak memberi ikan sayap, karena bukan tujuan Tuhan agar ikan bisa terbang.

Kita harus tahu apa kelebihan kita. Hal apa yang membuat kita bergairah ketika kita melakukannya, dan kita tidak akan bosan untuk melakukannya, meskipun orang lain menganggapnya sebagai hal yang membosankan. Kita berfokus pada hal tersebut, karena itulah tujuan hidup kita. Dan untuk hal itulah Allah menciptakan kita.

Selain dengan mengetahui apa kekurangan dan kelebihan kita. Yang terpenting untuk mengetahui apa tujuan hidup kita adalah, kita harus bertanya dan memohon pimpinan Tuhan. Alkitab berkata, Ia adalah Penasehat Ajaib. (Yesaya 9:5) Tuhan akan memimpin kita, sehingga dapat mengetahui apa kehendak Tuhan secara spesifik bagi kita.

Karena kita diciptakan untuk mengenapi kehendak Allah bagi kita, maka apa pun yang kita kerjakan, pelajari, bahkan katakan, hendaklah kita bertanya terlebih dulu kepada Tuhan. Supaya dalam apa pun yang kita lakukan, bisa membawa kemuliaan bagi nama Tuhan.


Sebab itu aku tidak berlari tanpa tujuan dan aku bukan petinju yang sembarang saja memukul.
  ( I Korintus 9:26 )

Tidak ada komentar:

Posting Komentar