Selasa, 05 Maret 2013

KUASA TUBUH


Watchman Nee

Pembacaan Alkitab:
Efesus 3:3-6; 15
Kolose 3:10-11
Efesus 1:22; 4:15-16
Kolose 2:19

KUASA TUBUH BERADA PADA KRISTUS SEBAGAI KEPALA

Alkitab menitik beratkan berbicara mengenai Kristus adalah Kepala, suatu hari Allah akan membuat segala sesuatu di alam semesta kembali berada di bawah Kepala. Hari ini masih ada dari alam semesta yang belum kembali ke bawah kuasa Kristus, segala sesuatunya berantakan, namun suatu hari Allah akan membuat segala sesuatu kembali ke bawah kekuasaan Kristus sebagai Kepala. Allah menentukan Kristus sebagai Kepala dari segala sesuatu, namun hari ini Dia membuat Kristus terlebih dulu menjadi Kepala gereja, baru kemudian melalui gereja memerintah segala sesuatu. Hari ini Kristus sebagai Kepala gereja, baru kemudian diperluas Dia sebagai Kepala segala sesuatu. Gereja  adalah dasar Allah, dengan perluasan oleh Kristus, sampai Dia memenuhi alam semesta. Gereja  adalah, yaitu kepenuhan Dia, yang memenuhi semua dan di dalam segala sesuatu. (Efesus 1:23) Jika kekuasaan Kristus sebagai Kepala tidak didirikan di dalam gereja, juga tidak mungkin didirikan di alam semesta.
Kristus adalah Kepala gereja, gereja adalah tubuh Kristus, ini berarti apa? Ini berarti, segala kuasa berada di dalam Dia; dan segala kuasa berada di dalan Dia, adalah karena seluruh hayat berada di dalam Dia. Seluruh tubuh terangkum di dalam Kepala, hayat tubuh tegabung di Kepala. Tubuh sendiri tidak memiliki hayat. 1 Yohanes 5:11 berkata, Allah mengaruniakan hidup yang kekal kepada kita dan hidup itu ada di dalam anakNya. Meskipun Allah sudah memberikan hidup yang kekal kepada kita, namun hidup kekal ini tetap berada di dalam anakNya. Anak Allah tidak terpisah dengan hidup yang kekal. Dia tetap menaruh hidup kekal di dalam diriNya 1 Yohanes 5:12 berkata, Barangsiapa memiliki Anak, ia memiliki hidup. Bukan berkata, barangsiapa memiliki hayat, ia memiliki hidup. Kita bukan menerima hayat itu sendiri, dan memiliki hidup; namun menerima Anak Allah, dan memiliki hidup. Orang Kristen menerima hayat dari Allah, namun hayat tidak meninggalkan Allah. Orang percaya tidak semata-mata memiliki hubungan dengan hayat; hubungan orang percaya dengan hayat, adalah karena terjadi hubungan dengan Anak Allah. Hayat membuat kita menjadi anggota tubuh Kristus; hubungan dengan hayat, membuat kita tidak bisa lepas dari Kepala, karena hayat kita mengalir turun dari Kepala. Maka hayat yang mengalir di dalam kita, harus terus-menerus mergantung pada hubungun kita dengan Anak. Asalkan ada hal yang menghambat hubungan kita dengan Dia, hayat di dalam kita akan segera terhambat. Dia adalah Kepala tubuh, saat dia sepenuhnya berkuasa, hayat baru bisa bebas mengalir kepada kita.

POSISI ANGGOTA ADALAH MENAATI KEKUASAAN KEPALA

Seluruh daya hidup kita, bertumpuh pada Kristus. Karena itu, di dalam 1 perkarapun kita tidak boleh berdiri sendiri, hanya Tuhan satu-satunya Kepala kita, hanya Dia yang mempunyai kuasa untuk mengomando gerakan anggota tubuhNya. Di zaman yang tidak mengenal hukum saat ini, segala sesuatu yang membuat manusia berada di bawah kuasa, pasti tidak akan diterima; namun jika kita ingin memahami hayat tubuh, ingin masuk ke dalam hayat tubuh, harus mengenal kuasa Kepala. Tangan saya tanpa komando dari kepala, tidak bisa berbuat apa-apa. Anggota ingin bergerak, harus ada perintah dari kepala. Kristus adalah hayat tubuh, Kristus juga adalah kuasa tubuh. Gerakan seluruh anggota dalam tubuh Kristus, harus mendapat pengaturan Kepala. Kristus sebagai Kepala, berarti Dia yang memiliki kuasa atas tubuh. Kita bukan kepala, kita tidak punya kuasa, semua yang kita lakukan, tunduk pada kekuasaan Tuhan. Jika kita ingin mengenal hayat di dalam tubuh, persoalan pertama, apakah anda sepenuhnya tunduk pada kekuasaan Tuhan? Dari pertama, kita harus menerima tantangan kekuasaan Kristus sebagai Kepala. Kita tidak bisa berkata, “tetapi.....”, kita tidak bisa berkata “saya pikir……”. Kita hanya dapat tunduk di bawah kuasa kekuasaanNya. Hal pertama yang harus kita ketahui adalah, jika kita ingin menjadi suatu anggota dari tubuh, kita tidak bisa menjadi kepala. Kita tidak bisa mengomando, memilih, terlebih menginginkan sesuatu. Alkitab berkata kita harus mengikut Tuhan. Apa arti mengikut? Arti mengikut, ialah mengikut dari belakang, semua jalan yang kita lewati ditentukan oleh Tuhan, kita masing-masing tidak memiliki ruang gerak untuk pilihan. Tubuh hanya taat terhadap Kepala, hanya patuh, tidak ada pendapat sendiri, maksud, atau pendirian. Di dalam tubuh Kristus, semua maksud dan pendirian pribadi tidak diperhitungkan, semua ini harus dibuang. Kita hanya menaati kuasa tubuh Kristus, mendengarkan perintahNya, melakukan segala yang dikatakanNya.
Kita menerima Kristus sebagai Kepala, dan memutuskan kepala yang lainnya. Hanya Kristus satu-satunya Kepala tubuh, orang lainnya tidak bisa menjadi kepala. Anda tidak bisa menjadi kepala, semua orang lain di dalam gereja juga tidak bisa menjadi kepala, karena satu tubuh hanya bisa ada satu kepala, tidak bisa ada 2 kepala. Hanya Kristus adalah kepala, karena itu kita semua harus menaati Kristus. Hari ini, di dalam gereja terdapat ide banyak orang, peraturan manusia, ini adalah kesalahan yang besar. Ide manusia, keputusan manusia bertentangan dengan kekuasaan Kristus sebagai Kepala. Jika Kristus adalah Kepala saya, saya tidak berani mencari kesukaan diri sendiri, juga tidak berani mencari kesukaan orang lain, saya hanya harus mencari kesukaanNya. Allah telah membuat Dia menjadi Tuhan dan Kristus. (Kisah 2:36) Mohon diperhatikan Allah tidak membuat Kristus menjadi juru selamat, namun menjadi Tuhan.
Pertama Petrus berkata Kristus adalah Tuhan, baru kemudian adalah juru selamat. Ketika Paulus tertangkap pada waktu perjalanan menuju Damsyik, kata pertama yang ditanyakannya adalah, “Siapakah Engkau Tuhan?” Di dalam gereja, hanya Kristus sebagai Kepala, tidak ada kepala yang lain. Kita harus hidup di dalam tubuh Kristus, harus belajar menaati kekuasaan Kristus sebagai Tuhan. Orang-orang yang tidak taat, selalu mengemukakan pendapat, mengajukan pendirian, bersikeras menjadi kepala, semua itu adalah orang yang tidak melihat tubuh. Begitu orang melihat dia adalah anggota di dalam tubuh, pasti memiliki perasaan untuk taat, karena ketaatan merupakan hukum hayat tubuh.

BERPEGANG TEGUH KEPADA KEPALA

Paulus berkata, “Berpegang teguh kepada kepala, dari mana seluruh tubuh, yang ditunjang dan diikat menjadi satu oleh urat-urat dan sendi-sendi, menerima pertumbuhan ilahinya.” (Kolose 2:19) Kristus adalah kepala tubuh, maka kita harus berpegang teguh kepada kepala. Berpegang teguh pada kepala, ialah mengaku hanya Kristus adalah kepala, secara mutlak taat pada kekuasaan Kristus. Hanya dengan berpegang teguh pada kepala, kita baru bisa bersatu dengan saudara saudari, anggota di di dalam tubuh bisa berhubungan dengan serasi, adalah karena berpegang teguh pada kepala dan mengeluarkan hayat tubuh. Hubungan kita dengan kepala, menentukan hubungan kita dengan anggota yang lain. Hanya pada saat kita datang di bawah kekuasaan mutlak Tuhan, semua masalah kita dengan saudara saudari baru dapat diselesaikan. Selain kita mengakui kekuasaan Kristus sebagai kepala tubuh, kita tidak akan bisa mengenal hubungan kita secara keseluruhan dengan anggota lain, karena itu adalah hubungan kita bersama dengan Dia, membuat kita bersama-sama saling berhubungan. Setiap kita dilihat dari luar, meskipun tidak sama, namun Kristus yang tinggal di dalam adalah sama, maka dikatakan bisa saling memiliki persekutuan, bisa saling bersatu. Selain Kristus, kita tidak memiliki dasar apa pun untuk bersekutu. Jika bukan berpegang teguh pada kepala, persekutuan akan timbul kendala. Dasar persekutuan kita, yaitu bersama-sama saling berpegang teguh pada kepala. Saat kita berpegang teguh pada kepala, kita akan saling berhubungan menjadi satu. Jika hubungan kita dangan kepala normal, hubungan kita dengan tubuh juga akan normal.
Jika anda berpegang teguh pada kepala, bisa memiliki secara langsung dengan tiap individu atau kelompok hubungan yang khusus, perasaan yang khusus, atau komunikasi yang khusus. Di dalam tubuh tidak ada ruang gerak bagi hobi pribadi. Di antara kita masing-masing tidak berhubungan secara langsung, hubungan kita adalah melalui kepala. Umpamanya, tangan kiri gatal, tangan kanan segera mengaruk, ini karena tangan kiri dan tangan kanan sama-sama menerima perintah dari kepala. Hubungan antar anggota, harus terlebih dulu melalui kepala. Apa itu mendirikan klen? Mendirikan klen adalah beberapa orang percaya, saling berhubungan secara langsung, terlepas dari kuasa kepala. Mereka saling berhubungan secara langsung, namun tidak berhubungan melalui kepala; kita saling memiliki hubungan perasaan yang khusus, namun bukan hubungan perasaan yang melalui kepala.
Jika kita tidak berada di bawah komando Tuhan, tidak bisa ada gerakan di dalam hubungan dengan anggota lain. Dengan begitu, jika Tuhan ingin saya melakukan sesuatu bagi anggota lain, jika anggota itu tidak berterima kasih, saya juga tidak perlu cemas. Semua penanggulangan kita kita adalah penanggulangan dengan kepala. Jika kita berpegangang teguh pada kepala, menerima semua komando dari Dia, melakukan segala sesuatu tertuju pada kapala, kita tidak perlu cemas akan hasilnya.
Jika kita berpegang pada kepala, dengan begitu kita tidak mungkin ada perbedaan pemahaman. Begitu ada perbedaan, pasti ada orang yang tidak berpegang teguh pada kepala, karena Dia tidak mungkin berkata begini kepada anggota yang satu, berkata begitu kepada anggota yang lain. Jika lahir pemikiran yang berdeda, kita tidak bisa menyatukan pemikiran yang berbeda melalui perundingan, namun harus mengakui Kristus sebagai kepala. Di dalam gereja, tak peduli pengenalan kebenaran, penanganan masalah, serta semua persoalan lainnya, semua harus berpegang teguh pada kepala. Kristus adalah satu-satunya kuasa tubuh, karena itu posisi anggota, adalah berpegang teguh pada kepala, segala hal dengan Dia sebagai satu-satunya kekuasaan yang mutlak. Jika  kita membiarkan salib menanggulangi hayat alamiah kita, di dalam hubungan kita dengan anggota yang lain juga tidak akan ada kesulitan.

Berlanjut ke : PENGURAPAN TUBUH



TUDUNG, PEMBATASAN, DAN PELAYANAN TUBUH


Watchman Nee

Pembacaan Alkitab:
Efesus 3:3-6; 2:15

PENUDUNGAN TUBUH

Kita sudah melihat, gereja adalah tubuh Kristus, tubuh ini memiliki suplai terhadap setiap anggota. Tidak hanya itu, tubuh ini juga memiliki perlindungan terhadap tiap anggota. Hal ini terlebih penting di dalam peperangan rohani. Di dalam kitab Efesus yang mengajarkan tentang tubuh Kristus, pasal 6 berbicara tentang peperangan rohani adalah persoalan gereja, bukan persoalan individu. “Kalian” harus mengenakan perlengkapan senjata rohani, bukan “kamu” harus mengenakan perlengkapan senjata rohani. Setan tidak takut perseorangan, yang dia takuti adalah gereja. Di atas batu karang ini Aku akan membangun jemaatKu dan alam maut tidak akan menguasainya. (Matius 16:18) Karena itu kita harus berdiri pada sikap sebagai tubuh untuk menghadapi setan. Di dalam doa pribadi kita, bagaimana bersandar pada iman; kita juga harus bersandar pada iman dengan berdiri pada sikap sebagai tubuh. Banyak orang Kristen jatuh di hadapan musuh, karena mereka berdiri sendirian. Pada kenyataannya, jika kita berdiri sendirian, kita sedang mengundang setan untuk datang menyerang kita.
Kita harus ingat, perlengkapan senjata rohani diberikan kepada gereja, bukan diberikan kepada individu. Tubuh Kristus yang mengenakan seluruh perlengkapan senjata. Di dalam tubuh, setiap anggota memiliki kekhususannya sendiri, kekhususan ini disatukan, menjadi seluruh perlengkapan senjata. Seorang saudara mempunyai iman, dia memiliki perisai iman; seorang saudara memiliki firman Allah, dia memiliki pedang Roh; seluruh perlengkapan senjata adalah kekhususan semua anggota yang disatukan. Maka, seluruh perlengkapan senjata di berikan kepada seluruh gereja, bukan diberikan kepada perorangan. Peperangan rohani, adalah peperangan seluruh anggota yang bersatu, bukan peperangan yang dilakukan oleh perorangan. Sebatang pohon mudah ditiup roboh, namun sebuah hutan tidaklah mudah. Setan senang mencari orang yang tidak memiliki perlindungan untuk diserang, yaitu orang yang terisolasi, orang yang sendirian untuk diserang. Siapa yang berada di bawa penudungan tubuh, dia memiliki perlindungan. Tubuh Kristus memiliki satu kegunaan, yaitu menudungi anggota-anggotanya. Kita semua membutuhkan penudungan tubuh, jika tidak kita akan terus terbuka di bawa serangan musuh. Orang yang sendirian juga mudah tertipuh, oleh karena hal ini kita juga memerluhkan penudungan tubuh. Kita harus selalu berhubungan dengan sesama orang percaya yang menjadi anggota. Kita tidak bisa tidak secara terus terang mengakui kita memerlukan tubuh, kita harus secara khusus memutuskan untuk datang kepada saudara saudari, memohhon bantuan mereka.
Tubuh Kristus adalah hal yang benar-benar nyata, bukan prinsip, bukan teori. Penudungan tubuh juga adalah hal yang benar-benar nyata, bukan prinsip. Ketika saya baru beroleh selamat, membaca dalam Alkitab hal mengenai memikul salib, saya mengira bisa mengingat ayat-ayat ini, adalah memikul salib, tidak mengingat berarti tidak memikul salib. Namun kemudian saya tahu, memikul salib bukan masalah ingat atau tidak, namun adalah kebenaran. Saat firman Allah menjadi hayat, baik ingat maupun tidak ingat, tidak akan mempengaruhi anda untuk memikul salib, karena firman ini telah menjadi hukum hayat, dan bukan hanya hukum Taurat dipermukaan. Tubuh Kristus juga adalah sebuah hukum hayat, anda masuk ke dalam hukum hayat ini, anda akan berada di dalam hukum hayat ini, anda bisa melihat penudungan tubuh adalah hal yang benar-benar nyata, bukan hukum Taurat dipermukaan.
Di dalam peperangan dunia, prajurit memerluhkan tudung lubang perlindungan, mereka tidak bisa menampakan diri; menampakan diri adalah paling berbahaya. Peperangan rohani juga sama, setiap anggota tidak bisa sendirian, tidak bisa memperlihatkan diri; kita hanyalah suatu anggota di dalam tubuh, butuh perlindungan dari saudara saudari sekalian. Ketika Musa mengangkat tangan berdoa bagi bangsa Israel, butuh bantuan Harun dan Hur, akhirnya, orang Israel mengalahkan orang Amalek. Jika Musa saja membutuhkan bantuhan saudara-saudara, terlabih lagi kita. Banyak orang melakukan sesuatu, tidak berunding dengan saudara saudari, berdoa, tapi melakukan seorang diri, ini tidak mengenal penudungan tubuh, akhirnya akan terjatuh. Kita harus belajar melihat kenyataan penudungan tubuh, dan berada di bawah penudungan tubuh, menerima perlindungan tubuh.
Orang yang memiliki pewahyuan tubuh dan orang yang tidak memiliki pewahyuan tubuh, di sini letak perbedaannya; orang yang mengenal tubuh hanya sebagai prinsip, mungkin akan mencari pendapat dan penudungan tubuh, namun dia melakukan ini hanya sebagai semacam peraturan, bukan hayat. Ketika di teringat, dia akan melakukannya, namun dia mudah melupakannya. Orang yang melihat realitas tubuh, dan dalam praktek masuk ke dalam ruang lingkup tubuh, mereka tidak mungkin lupa. Mereka bertindak menurut prinsip tubuh, secara alamiah, karena itu adalah hayat mereka.

PEMBATASAN TUBUH

Kalau anda hanya seorang percaya,  anda bisa bertindak sesuai segala keinginan anda, namun jika anda adalah suatu anggota dari tubuh Kristus, anda harus menerima pembatasan dari anggota lainnya. Di sini dibutuhkan salib. Salib menuntun pada tubuh, salib juga bekerja di dalam ruang lingkup tubuh. Jika saya cepat, orang lain lambat, saya tidak bisa mempertahankan kecepatan saya, saya harus menerima pembatasan dari anggota yang lambat itu. Kalau saya adalah nabi, saat ingin memberitakan Injil kepada orang yang belum diselamatkan, saya harus memberikannya kepada pemberita Injil, saya tidak bisa merasa karena saya memiliki karunia sebagai nabi, harus melakukan semua pekerjaan pemberitaan Injil. Kita masing-masing menerima karunia, yaitu karunia yang Kristus ukurkan bagi masing-masing orang. (Efesus 7) kita masiing-masing tahu ukuran diri sendiri, dan lagi tidak melebihi ukuran ini, ini adalah hal paling mendasar, bagi pertumbuhan tubuh.
Tubuh Kristus bukan hanya tudung bagi anggota-anggota, tubuh Kristus juga memiliki pembatasan bagi masing-masing anggota. Setiap orang Kristen hanyalah suatu anggota di dalam tubuh Kristus, karena itu perlu menerima pembatasan tubuh. Kita tidak boleh berbuat menurut kebebasan diri sendiri, perlu belajar bersatu dengan saudara saudari yang lain. Sifat khusus dan keunikan individu, tidak dapat digunakan di dalam gereja. Setiap anggota perlu menghormati bakat alamiah anggota lainnya, dan setia di dalam bagiannya itu; dan lagi, setiap anggota harus tahu kapasitasnya sendiri, tidak melihat dirinya sendiri lebih dari apa yang seharusnya, dengan begini tidak akan ada serakah, tidak ada ambisi, ambisi terhadap apa yang dilakukan oleh orang lain. Paulus di 2 Korintus 10:14 berkata, “Sehingga kami tidak melewati batas daerah kerja kami, seolah-olah kami belum sampai kepada kamu.” Namun, hari ini banyak orang tidak melihat berapa ukuran dirinya, akhirnya, melampaui ukurannya sendiri. Melebihi ukurannya sendiri, berarti menginjak orang lain; melampaui ukurannya sendiri, berarti menendang orang lain; melampaui ukurannya sendiri, berarti memeras orang lain, merampas bagian anggota lain. Jika di dalam gereja banyak terdapat orang seperti ini, akan ada orang yang berkembang, dan ada orang yang mengkerut. Akhirnya, jemaat akan menderita kerugian. Kita tidak boleh menjadi orang seperti ini, kita harus kembali ke dalam kedudukan tubuh, menerima pembatasan tubuh, baru tidak akan membuat gereja menderita kerugian.

PELAYANAN TUBUH

Di dalam hubungan tubuh, bukan hanya menerima bantuan dari anggota lain, juga termasuk membantu anggota lain. Fungsi maksimal tubuh adalah saling berhubungan saling berhubungan adalah sifat khusus tubuh. Orang yang berbicara di mimbar juga menerima suplai dari orang yang duduk mendengar, suplai tidak bisa hanya dari satu sisi. Yang berdiri di mimbar perlu orang yang duduk mendengar, begitu juga orang yang duduk mendengar perlu orang yang berdiri di mimbar. Orang yang hanya duduk atau menjadi penonton, berlawanan dengan hayat tubuh. Setiap orang Kristen, memiliki bagiannya di dalam persekutuan, perlu menyuplai anggota lain; suplaian ini adalah tugas anggota, yaitu fungsi anggota, juga merupakan hubungan hayat. Setiap anggota tidak bisa berhenti dari hubungan ini, jika anda berhenti dari hubungan ini, hayat tidak akan mengalir, anda akan menjadi beban bagi tubuh. Jika ada orang yang merasa tidak perlu bicara, hanya diam, bersikap sopan, hanya menerima dari orang lain, dari dulu tidak menimbulkan masalah, tidak melakukan kesalahan, orang seperti ini adalah orang yang tidak mengenal apa itu tubuh. Setiap anggota di dalam tubuh harus memiliki suplai, memiliki hubungan, berfungsi maksimal. Ini adalah hukum tubuh. Suatu anggota sebagai komponen tubuh begitu tidak berfungsi maksimal, tubuh akan menderita kerugian, begitu juga, di dalam tubuh Kristus juga demikiam.
Di dalam persekutuan, setiap anggota harus berfungsi maksimal menurut pimpinan Roh Kudus. 1 Korintus 14:26 berkata, yang seorang mazmur, yang lain pengajaran, atau pernyataan Allah…..tetapi semuanya itu harus dipergunakan untuk membangun. Namun, banyak orang datang bersekutu, seperti hanya datang untuk meninjau. Ada orang duduk di sana tidak berkata sepatahpun, ini menjadi beban bagi tubuh. Karena itu Tuhan berkata kepada orang Farisi, jika umatNya tidak bersukacita, memuji Allah, batu-batu ini akan berteriak. Tidak berfungsi maksimal di dalam gereja adalah tidak normal, tidak diperkenanankan Allah. Setiap kali persekutuan, kita harus masuk ke dalam persekutuan; juga setiap orang percaya juga memiliki bagian aliran hayat. Jika anda tidak bersekutu, berarti anda menghentikan hayat Allah, persekutuan akan mati di tangan anda. Saya sering bertanya kepada orang-orang yang datang bersama memecahkan roti untuk mengingat Tuhan, kalian datang untuk meninjau, atau untuk bersekutu? Barangsiapa yang menghentikan hayat Allah, tidak hanya membawa kematian masuk ke dalam persekutuan, namun juga membawa kematian kepada dirinya sendiri. Saat persekutuan gereja, suplai apa yang anda bawah untuk anggota anda?
Suatu anggota tidak berfungsi maksimal, tidak hanya anggota lain menderita kerugian, anggota tersebut juga akan menjadi miskin. Saya memberi pada orang lain, diri sendiri lebih diperkaya; saya meredahkan kehausan orang, berarti meredahkan lapar dan haus diri sendiri, seperti apa yang Tuhan lakukan terhadap wanita dalam Yohanes 4. Tuhan sendiri lapar dan haus, setelah Dia meredahkan kelaparan dan kehausan rohani wanita itu, kehausanNya sendiri juga redah. Karena itu, setelah murid-murid kembali dari membeli makanan, Dia berkata, “PadaKu ada makanan yang tidak kamu ketahui.” (ayat 32) Dia menyuplai untuk orang, diriNya sendiri juga mendapatkan suplai. Kapan kita sendiri ingin kenyang, sebaliknya akan lapar; jika kita terlebih dulu mengenyangkan orang lain, kemudian diri sendiri juga pasti akan kenyang. Saat kita memikul beban orang lain, beban kita sendiri akan menjadi ringan.
Banyak orang menyalahkan persekutuan ini tidak baik, persekutuan itu tidak baik, namun tidak mengetahui sikap bagaimana yang dirinya miliki. Kapan kita berhenti berfungsi maksimal, saat itulah hayat Allah berhenti. Kita datang ke persekutuan, harus berbicara, memasukan hayat, memaksimalkan tugas tubuh. Suatu kali saya berkotbah di suatu tempat, di dalam persekutuan tidak bergaira, namun di sana ada seorang saudari yang memberi saya bantuan yang besar, karena dia sangat memberi reaksi dengan perkataan saya. Dia sering berkata amin terhadap perkataan saya, atau wajahnya sangat menunjukan ekspresi, menyatakan bahwa dia menerima perkataan saya. Saya terbebas oleh karena reaksinya, oleh sebab itu firman Allah juga terbebas oleh reaksinya.
Mohon Allah membuat kita melihat, setiap kita memiliki bagian di dalam persekutuan. Kita tidak dapat berbicara tentang tubuh di mulut saja, harus di dalam kehidupan menyatakan tubuh. Tubuh Kristus bukan prinsip, tubuh Kristus adalah sebuah hayat yang benar-benar nyata. Allah ingin kita masuk ke dalam hayat tubuh, bukan menerima prinsip tubuh. Yang harus kita terima adalah hayat tubuh, bukan prinsip tubuh. Seperti Martin Luter bukan menerima prinsip dibenarkan karena iman, namun menerima hayat dibenarkan karena iman. Karena itu jabatannya memiliki kuasa, dibenarkan karena iman yang dia bicarakan bukan prinsip, namun realitas hayat. Hari ini kita harus menerima pewahyuan, melihat realitas tubuh Kristus, masuk ke dalam hayat tubuh. Dengan begitu kita akan melihat, kita adalah suatu anggota di dalam tubuh Kristus, kita memerluhkan penudungan tubuh, menerima pembatasan tubuh, dan lagi harus berfungsi maksimal di dalam tubuh, menyuplai anggota lainnya, membuat hayat tubuh dapat mengalir.


Berlanjut ke : KUASA TUBUH

Berlanjut ke :

SUPLAI TUBUH


Watchman Nee

Pembacaan Alkitab:
Efesus 3:3-6
Efesus 2:15
Kolose 3:10-11
1 Korintus 12:12-21
Roma 12:3-6

KEBUTUHAN SUPLAI TUBUH

Setiap orang Kristen harus tahu, dirinya hanyalah suatu anggota, jika tidak ada anggota yang lain, dia tidak akan bisa hidup. Di dalam tubuh, setiap anggota bersatu dengan anggota lainnya, baru berhasil menjadi suatu tubuh; masing-masing anggota di dalam tubuh saling berkaitan, tidak bisa dipisahkan. Di antara anggota dengan anggota, harus saling menyuplai, saling berhubungan, baru dapat tetap hidup. Oleh sebab itu, seorang Kristen jika menjalani hidup yang sendirian, cepat atau lambat dia akan lemah, cepat atau lambat akan kering. Kalau saya adalah telinga, saya tidak bisa melihat, saya tidak bisa berharap diri saya dapat melihat. Seluruh tubuh bergantung kepada mata untuk melihat, berapapun berdoa juga tidak bisa membuat anggota yang lainnya melihat. Dengan begitu, jika saya adalah telinga, dan saya ingin melihat, apa yang harus saya lakukan? Pergi mencari mata. Pergi mencari saudara saudari yang dapat melihat, mohon pentunjuk mereka. Jika kita ingin maju dalam mengikut Tuhan, kita harus mengenal suplai yang Dia berikan kepada kita di dalam tubuh, kita harus mempergunakan suplai itu. Melalui ini antara anggota tubuh saling bergantung, dan seluruh tubuh akan dibangun.
Saat saya berrada di Asia tengara, suatu kali saya bercakap-cakap dengan saudara saudari di sana, ada seorang bertanya pada saya, “Kenapa hidupku akhir-akhir ini tidak seperti dulu? Aku tidak melakukan dosa yang khusus, juga tidak ada masalah dalam ketaatan, lebih lagi tidak menarik kembali persembahan, atau mengambil kembali uang yang akan dipersembahkan dan tidak jadi mempersembahkannya. Keadaan rohaniku di luar tampak tidak ada perubahan, kenapa hidupku tidak seperti dulu, sepertinya sukacita yang dulu sudah hilang, dorongan yang dulu juga sudah tidak ada?” Saya menjawabnya, “Ini di sebabkan engkau melewati kehidupan secara individu terlalu banyak, sudah terlalu lama, engkau perlu masuk ke kehidupan tubuh.” Suatu anggota ingin memiliki kehidupan yang normal, pasti membutuhkan adanya suplai dari anggota lainnya. Seeorang yang tidak hidup di dalam tubuh Kristus, otomatis dia tidak menerima suplai dari tubuh. Tidak ada satu anggotapun dapat berkata, dia tidak membutuhkan anggota lainnya; tidak satu anggotapun dapat lepas dari anggota lainnya, dan hidup sendirian.
Roma 12:3 berkata, Janganlah kamu memikirkan hal-hal yang lebih tinggi dari pada yang patut kamu pikirkan. Jangan melihat diri sendiri terlalu tinggi, mengira semua orang lain tidak sepertimu, memandang rendah, dan menolak anggota yang lain. Petrus mengira semua anggota yang lain dapat jatuh, namun dia tidak; tetapi begitu persoalan datang, dia sama jatuhnya dengan orang lain. Barang siapa melihat diri sendiri terlalu tinggi, dan memandang rendah anggota yang lain, cepat atau lambat pasti akan timbul masalah. Karena setiap orang adalah anggota di dalam tubuh Kristus, juga hanyalah suatu anggota di dalam tubuh Kristus. Karena itu setiap anggota tidak bisa kekurangan anggota lainnya, terlebih lagi tidak bisa memandang rendah anggota lainnya.

DUKUNGAN DOA TUBUH

Banyak dari kita memiliki pengalaman seperti ini, saat anda seorang diri merasa kering, seperti menabrak tembok, anda membutuhkan saudara saudari berdoa bagi anda, dan keadaan seperti itu baru dapat berlalu. Suatu kali saya sakit selama 176 hari. Setiap hari saya berdoa untuk penyakit ini, namun tetap saja tidak kelihatan hasilnya. Sampai kekuatan saya habis terpakai, baru memohon seorang saudara yang dari dulu saya pandang rendah untuk berdoa bagi saya. Ajaibnya, tak lama kemudian, saya mendapatkan bantuhan dari doanya, penyakit itu berangsur-angsur sembuh. Saudara Heside adalah seorang pendoa terkenal, saat dia memberitahkan Injil ke China, sering kali memanggil seorang saudara yang masih muda untuk datang berdoa bersama. Heside merasa, meskipun dia datang dan tidak bicara apa pun, hanya duduk di dalam ruangan, ini sudah baik, juga sudah membantuhnya. Saudara saudari, mohon anda ingat, ini adalah suplai tubuh. Penyuplaian tubuh Kristus adalah hal yang nyata. Banyak hal, anda seorang diri berusaha lagi, mencurahkan tenaga lagi, tetap tidak bisa terlewati, tetapi begitu anda meletakan hal itu di dalam tubuh, ajaibnya, masalah itu dapat berlalu. Ini adalah suplai tubuh Kristus.
Setelah tahun 1930, di banyak tempat di China, sering terjadi hal pencurahan Roh Kudus di dalam jemaat, lebih-lebih di berbagai tempat di Shan Dong. Saat itu saya sudah diselamatkan selama 10 tahun, juga rindu dicurahi Roh Kudus, namun tidak bisa menerima. Kemudian saya pergi ke Yan Tai, memohon saudara saudari di sana berdoa untuk saya, tak lama kemudian saya sudah menerima. Di Inggris ada seorang saudara, dia mengetahui pengetahuan akan kemenangan Kristus, namun tetap tidak bisa menang terhadap beberapa dosa yang khusus. Kemudian saya dengan beberapa orang percaya berdoa baginya, tak lama, dia sudah menang. Saya bisa menunjukan puluhan contoh seperti ini. Ini semua adalah kegunaan dukungan doa tubuh, yaitu doa tubuh, menyuplaikan hayat kepada anggota yang membutuhkan. Allah melalui banyak anggota menyuplaikan hayat kepada suatu anggota. Umpamanya, jari harus mendapatkan suplai darah, harus melalui bahu, lengan dan lain-lain. Kita anggota-anggota dari tubuh juga melalui anggota lainnya, menerima suplai. Oleh sebab itu, adalah bodoh berpisah dengan anggota lainnya.

HIDUP DI DALAM TUBUH KRISTUS

Apakah mata, telinga, tangan, kaki? Ini semua adalah Kristus sendiri. Kepala adalah Kristus, tubuh juga adalah Kristus. Setiap anggota adalah satu bagian dari hayat Kristus. Jika saya menolak bantuan sesama anggota di dalam tubuh, sama halnya dengan saya menolak bantuan Kristus. Jika saya tidak bersedia mengakui saya membutuhkan mereka, sama halnya saya tidak bersedia mengakui saya membutuhkan Kristus. Seperti saya tidak dapat berdiri sendiri terhadap kepala, kita juga tidak bisa berdiri sendiri terhadap tubuh. Individualisme adalah kejahatan di mata Allah. Apa yang saya tidak tahu, anggota lain di dalam tubuh tahu; apa yang tidak bisa saya lihat, anggota lain di dalam tubuh bisa melihat; apa yang tidak bisa saya lakukan, anggota lain di dalam tubuh bisa melakukan. Karena itu kita harus membiarkan anggota lain di dalam tubuh menyuplai kebutuhan kita. Kita harus selalu mempergunakan hubungan tubuh, karena tubuh adalah hayat kita.
Di dalam perjanjian lama, hukuman paling serius yang ditimpahkan pada orang Israel adalah pemutusan hubungan. Mereka dibuang dari tengga-tengga bangsanya. Ini adalah persoalan paling serius, jika maksud Allah mengendaki kita menjalani hidup yang individu, kita berpisah dengan orang lain, masih bisa maju dengan baik; namun karena Dia membuat kita menjadi anggota tubuh, kita tidak mungkin meninggalkan orang lain dan tetap maju.
Kita harus belajar melihat, realitas penyuplaian tubuh Kristus, belajar hidup di dalam tubuh, belajar menerima suplai di dalam tubuh. Di saat perjanjian lama, kaki dian di dalam kemah pertemuan atau bait suci diletakan dalam ruang kudus; oleh sebab itu, jika orang ingin melihat terang, harus masuk ke ruang kudus. Di saat perjanjian baru, gereja adalah ruang kudus, karenanya, orang ingin melihat terang Allah, harus masuk ke dalam gereja. Di dalam persekutuan gereja, ditengga-tengga saudara saudari, terang Allah sering bersinar sangat terang. Hari ini ruang kudus Allah adalah gereja, Allah tinggal di tengga gereja, maka terang Allah juga ada di tengga gereja. Hanya dengan datang ke dalam gereja, orang baru bisa melihat terang. Hari ini, segalanya dari Kristus diletakan di dalam tubuhNya. Barangsiapa yang berkata dia hanya mau menjadi orang Kristen yang individu, adalah orang bodoh; setiap orang Kristen individu cepat atau lambat akan menjadi kering. Namun, tidak peduli bagaimanapun keadaan kita, asalkan kita hidup di dalam tubuh, akan bisa menerima suplai dari tubuh. Setiap kita sebagai anggota, harus belajar menghargai suplai dari tubuh, menghargai setiap anggota; kita semua harus belajar hudup di dalam tubuh, yaitu hidup di dalam penyuplaian tubuh.



PERBEDAAN ORANG PERCAYA DAN ANGGOTA


Watchman Nee

Pembacaan Alkitab :
Efesus 3:3-6
Kolose 3:10-11
Roma 12:4-5
1 Korintus 12:4-16
Efesus 4:15-16

Dari 2 pemberitaan terdahulu kita bisa melihat, gereja adalah Kristus yang korporat, kita juga melihat, jika kita ingin mengenal tubuh Kristus, harus terlebih dulu menanggulangi hayat alamiah kita.

TUBUH KRISTUS ADALAH PERNYATAAN DIRI KRISTUS

Apakah tubuh Kristus itu? Tubuh Kristus adalah hayat Kristus yang berlanjut di atas bumi. Saat Tuhan hidup di bumi, Dia melalui suatu tubuh menyatakan diriNya. Saat ini Dia tetap memerlukan suatu ‘tubuh’ untuk menyatakan diriNya. Seperti manusia harus memiliki tubuh baru bisa menyatakan seluruh keberadaan dari manusia itu; demikian juga dengan tubuh Kristus, berfungsi untuk menyatakan seluruh keberadaan Kristus. Manusia tidak dapat menyatakan seluruh keberadaan dirinya melalui telinga, mata, hidung, atau bagian-bagian anggota tubuh yang lain manapun, seperti itu juga, Kristus juga tidak bisa menyatakan diriNya melalui anggota tubuh yang berdiri sendiri-sendiri, Dia harus mendapatkan seluruh tubuh, baru bisa menyatakan diriNya. Kita harus melihat, seluruh keberadaan Kristus baru bisa dinyatakan melalui tubuh Kristus. Tidak hanya itu, tubuh Kristus adalah perpanjangan Kristus di atas bumi, penerusnya di atas bumi. Selama 30 tahun lebih, Kristus mewahyukan diriNya di atas bumi, itu adalah pribadi Kristus; namun hari ini Dia menyatakan diriNya melalui gereja,  ini adalah Kristus yang korporat. Dulu adalah pribadi Kristus, hari ini adalah Kristus yang korporat.

TUBUH KRISTUS ADALAH BEJANA KORPORAT
YANG MENGGENAPI RENCANA ALLAH

Yang diinginkan Allah adalah bejana yang korporat, bukan bejana yang perseorangan. Allah tidak memilih beberapa orang pekerja, beberapa orang yang menyala-nyala, beberapa orang yang mempersembahkan untuk bekerja bagi Dia, karena bejana perorangan tidak akan dapat mencapai tujuan dan rencana Allah.
Seperti tubuh manusia, hanya ada 1 anggota tubuh tidak akan dapat bergerak. Sebuah tubuh, jika hanya mengunakan sebuah tangan, atau sebuah kaki, tidak akan berguna; di sisi lain, jika tubuh kehilangan 1 anggotanya, juga tidak akan sempurna. Tubuh Kristus juga terbentuk dari seluruh orang percaya yang bersatu; setiap orang percaya adalah anggota di dalam tubuh Kristus, tidak ada yang boleh kurang.
Tubuh Kristus adalah suatu hal yang nyata, karena itu kehidupan bergereja juga adalah hal yang nyata. Alkitab tidak berkata gereja seperti tubuh Kristus, tetapi gereja adalah tubuh Kristus. Segala hal di luar tubuh tidak akan bisa menjadi tubuh, tubuh bisa mengenakan pakaian namun pakaian tidak bisa karena hal ini menjadi tubuh. Seperti itulah, segala sesuatu yang berasal dari alamiah kita sendiri, tidak bisa menjadi bagian dari tubuh Kristus. Di dalam tubuh Kristus, Kristus adalah segalanya, juga di dalam segalanya. (Kolose 3:11) Segala hal yang bukan Kristus, hanya akan menghambat dalam pengenalan kita akan Kristus, manusia ada dosa, tidak akan bisa melihat Kristus, manusia ada hayat alamiahnya, tidak akan bisa melihat tubuh Kristus. Kita harus melihat kedudukan kita di dalam tubuh Kristus. Jika anda sungguh-sungguh melihat kedudukan anda di dalam tubuh Kristus, anda akan sama seperti beroleh selamat yang ke 2 kali.
Hayat Adam adalah hayat yang sendirian, hayat yang berdiri sendiri, meskipun di dalam Adam kita memiliki hayat yang sama, namun tidak bisa saling berhubungan. Setiap orang telah berbuat dosa, dan menyimpang kepada jalannya sendiri, karena itu, semua manusia di dalam Adam adalah manusia yang sendiri-sendiri. Di dalam Kristus, segala sesuatu yang perorangan sudah tidak ada lagi. Jika kita ingin mengenal hayat tubuh, kita tidak hanya harus diselamatkan untuk meninggalkan pebuatan dosa serta hayat alamiah, tertebih lagi harus diselamatkan untuk meninggalkan hayat perseorangan. Segala unsur perseorangan harus dibuang, karena perseorangan selamanya tidak dapat mengggenapi kehendak Allah.

MENJADI ANGGOTA TIDAK SAMA DENGAN MENJADI ORANG PERCAYA

Alkitab perjanjian baru membuat kita melihat, menjadi orang percaya tidak sama dengan menjadi anggota. Menjadi orang percaya adalah peseorangan, namun menjadi anggota adalah korporat. Menjadi orang Kristen adalah untuk diri sendiri, namun menjadi anggota adalah untuk tubuh. Di dalam Alkitab banyak kata yang berlawanan, seperti bersih dan najis, dikuduskan dan biasa, menang dan kalah, Roh Kudus dan daging, Kristus dan setan, kerajaan dan dunia, kemuliaan dan malu, semuanya ini berlawanan, juga ‘tubuh’ berlawanan dengan ‘perseorangan’. Bagaimana Bapa beerlawanan dengan dunia, bagaimana Roh Kudus berlawanan dengan daging, bagaimana Tuhan berlawanan dengan iblis, seperti itu juga, tubuh juga berlawanan dengan perseorangan. Setelah orang melihat tubuh Kristus, akan membuang individualisme, tidak lagi demi diri sendiri, namun demi tubuh. Ketika kita diselamatkan, meninggalkan individualisme, secara otomatis kita akan berada di dalam tubuh.
Tubuh Kristus bukanlah sebuah prinsip, tetapi sebuah ruang lingkup; tubuh Kristus bukanlah semacam pengajaran, tetapi sebuah hayat. Banyak orang Kristen mengajarkan prinsip tentang tubuh, namun sedikit orang yang mengenal hayat tubuh. Tubuh Kristus adalah sebuah pengalaman yang benar-benar berbeda. Orang bisa mengerti kitab Roma, namun belum dijadikan kebenaran; orang bisa mengerti kitab Efesus, namun belum tentu melihat tubuh Kristus. Yang kita butuhkan bukanlah pengetahuan, namun melihat pewahyuan, mengenal realitas tubuh Kristus, masuk ke dalam ruang lingkup tubuh Kristus. Hanya pewahyuan yang datang dari Allah, bisa membawa kita masuk ke dalam ruang lingkup tubuh Kristus, dengan begitu, tubuh Kristus baru bisa menjadi pengalaman kita.
Dalam Kisah Rasul pasal 2, Petrus berdiri bersama ke 11 rasul lainnya, sepertinya Petrus seorang diri yang memberitakan Injil, akhirnya 3000 orang diselamatkan. Namun anda harus ingat, hari itu yang berada di sebelah Petrus masih ada 11 orang rasul. Injil pada saat itu diberitakan oleh tubuh Kristus, dan bukan perseorangan yang memberitakannya di sana. Jika kita memiliki pandangan sebagai tubuh Kristus, kita akan melihat, segala sesuatu yang individualisme tidak berarti apa-apa.
Jika kita mengenal, seorang Kristen hanyalah suatu anggota, dengan begitu, kita tidak akan sombong lagi. Persoalan ini teletak pada melihat. Orang yang melihat dirinya adalah anggota, dipastikan akan mengasihi tubuh, menghargai anggota yang lain, juga tidak lagi melihat kebaikan diri sendiri, namun menganggap kepentingan orang lain lebih utama daripada kepentingan diri sendiri.
Setiap anggota memiliki fungsinya sendiri, seluruh fungsi juga bagi tubuh. Fungsi satu anggota, adalah fungsi seluruh tubuh; satu anggota melakukan sesuatu, berarti seluruh tubuh melakukan sesuatu. Mulut berbicara, berarti tubuh sedang berbicara; tangan melakukan sesuatu, berarti tubuh melakukan sesuatu; kaki berjalan berarti tubuh berjalan. Anggota dan tubuh tidak terpisahkan. Karena itu, tindakan anggota dalam tubuh, harus mengunanakan tubuh sebagai pusat; apa yang dilakukan oleh anggota, semua harus untuk untuk tubuh. Efesus pasal 4 berkata, tubuh bertumbuh menjadi dewasa, bukan individu bertumbuh menjadi dewasa. Dalam pasal 3, orang-orang kudus bersama-sama memahami kasih Kristus, begitu panjang, lebar, tinggi, dan dalam, dan bukan pemahaman perseorang; peseorangan tidak memiliki waktu yang begitu panjang, dan kapasitas yang begitu besar untuk mengalami kasih Kristus yang besar.
Di dalam 1 Korintus 12:14-36, berbicara mengenai 2 cara berpikir yang tidak boleh dimiliki sebagai anggota: pertama, “aku bukan…. Jadi aku tidak temasuk tubuh.” Ini adalah menerlantarkan diri sendiri dan tidak ingin maju, mendambahkan pekerjaan orang lain; ke 2, “aku tidak memerlukanmu,” ini adalah orang yang sombong, mengira 1 orang dapat mencakup keseluruhan, dan memandang rendah orang lain. Dua hal ini akan menyakiti tubuh. Kita tidak boleh meniru anggota lain, mendambahkan anggota yang lain, merasa diri sendiri tidak seperti dia; sehingga menerlantarkan diri sendiri dan tidak ingin maju; juga jangan merasa diri sendiri paling luar biasa, paling hebat, paling berguna, sehingga memandang rendah anggota yang lain.

PERASAAN TUBUH

Di dalam kehidupan bergereja, kita butuh belajar untuk memiliki perasaan tubuh. Saat anda bermasalah dengan saudara seiman, pasti juga bermasalah dengan Allah. Ada orang percaya yang seperti kupu-kupu, bergerak sendirian; ada orang percaya yang seperti lebah, tinggal secara berkelompok dan bekerja secara berkelompok. Kupu-kupu terbang dari bunga yang satu ke bunga yang lain, menjalani sendiri perjalanan yang manis; namun lebah bekerja bagi sarang lebah. Hidup dan pekerjaan kupu-kupu, semua merupakan perjalanan seorang diri; namun lebah tidak demikian, mereka memiliki perasaan seluruh tubuh. Kita semua harus seperti lebah, memiliki perasaan tubuh, hidup di dalam tubuh Kristus bersama anggota yang lain. Begitu kita mendapat pewahyuan tentang tubuh, juga akan memiliki perasaan tubuh; begitu memiliki perasan tubuh, semua pikiran dan tindakan perseorangan, secara alamiah akan terbuang. Melihat Kristus, otomatis ada suatu hasil, yaitu terlepas dari dosa; melihat tubuh, juga otomatis ada suatu hasil, yaitu terlepas dari individualisme, ini bukan merupakan 2 hal, namun 1 hal. Begitu anda melihat tubuh, kehidupan dan pekerjaan individu anda akan berhenti. Ini bukan masalah mengubah sikap atau timdakan anda, melainkan pewahyuan yang mengubah sikap dan tindakan anda. Ruang lingkup Kristus bukan melalui menjadi apa dan masuk, namun melalui melihat dan masuk. Sungguh melihat apa yang di dalam, akan menyelesaikan seluruh persoalan.

Berlanjut ke : SUPLAI TUBUH
 
 



TUBUH KRISTUS


Watchman Nee


Pembacaan Alkitab:
Efesus 3:4-6
Kolose 3:4-11
Roma 12:3-5

GEREJA ADALAH TUBUH KRISTUS

Di dalam kotbah ini, kita berbicara mengenai tubuh Kristus. Di dalam perjanjian baru Paulus adalah satu-satunya rasul yang menyebut gereja sebagai tubuh Kristus. Di tempat lain dalam perjanjian baru gereja sering disebut sebagai bait Allah, rumah Allah, dan lain-lain, namun Paulus secara khusus menyebut gereja sebagai tubuh Kristus. Di sini kita tidak ingin berbicara mengenai bagaimana kita menjadi anak-anak Allah, bagaimana menjadi orang Kristen, namun kita berbicara mengenai bagaimana gereja berhasil menjadi tubuh Kristus. Kita bisa mengatakan, bahwa gereja adalah Kristus yang berubah wujud. Pada mulanya Kristus adalah anak tunggal Allah, sekarang menjadi anak sulung Allah. Kristus ditambah dengan banyak anak-anak – gereja – adalah satu tubuh. Kerena itu, di dalam gereja tidak ada manusia, hanya ada Kristus. Apa yang diambil keluar dari Kristus adalah gereja, gereja sepenuhnya keluar dari Kristus, juga menjadi satu dengan Kristus. Orang Kristen tidak perlu menjadi apa, atau berubah bagaimana, baru berada di dalam Kristus; orang hanya perlu 1 kali lahir baru, dan berada di dalam Kristus, kemudian akan menjadi bagian dari tubuh Kristus.

TUBUH KRISTUS ADALAH PERKARA HAYAT

Gereja adalah tubuh Kristus, ini sepenuhnya adalah perkara hayat. Gereja adalah tubuh Kristus, ini bukan sebuah prinsip, namun ini adalah hayat. Orang tidak bisa karena mengerti tubuh Kristus, kemudian menjadi bagian dari tubuh Kristus. Orang karena lahir baru, baru menjadi bagian dari tubuh Kristus, ini seluruhnya adalah perkara hayat, tidak ada hubungannya dengan pengetahuan tentang kebenaran. Namun kita orang Kristen tetap perlu melihat tubuh Kristus. Bagaimana kita bisa melihat tubuh Kristus? Satu-satunya jalan adalah dengan menerima pewahyuan Allah. Kita tidak bisa berdasarkan otak mengerti tubuh Kristus, meskipun anda memiliki seluruh pengetahuan tentang tubuh Kristus,  namun anda mungkin tetap tidak melihat tubuh Kristus, tidak bertemu dengan realitas tubuh Kristus. Hanya pewahyuan yang datang dari Allah, bisa membuat anda melihat tubuh Kristus, dan masuk ke dalam realitas tubuh Kristus.
Roma 12 berbicara tentang gereja adalah tubuh Kristus, namun tidak menjelaskan bagaimana gereja adalah tubuh Kristus. Jika kita ingin tahu bagaimana gereja menjadi tubuh Kristus, harus terlebih dulu mengerti Roma pasal 5-8. Pasal 5 berbicara tentang semua orang berada dalam persekutuan dengan Adam, hayat manusia berasal dari Adam; karena kejatuhan Adam, semua orang menjadi orang berdosa, dan juga menjadi manusia lama. Pasal 6 berbicara tentang, manusia lama ini perlu penangulangan; manusia lama perlu dipakukan di kayu salib, manusia lama perlu mati bersama Kristus. Sekarang kita karena penebusan Kristus, bangkit dari kematian. Maka pasal 7 berbicara tentang, sekarang manusia tidak bisa hidup menurut daging, tetapi hidup menurut Roh Kudus; pasal 8 berbicara tentang hidup menurut Roh Kudus.

TUBUH KRISTUS ADALAH TUJUAN AKHIR DARI PEKERJAAN SALIB

Tujuan akhir dari pekerjaan salib adalah gereja. Pekerjaan salib adalah sampai kepada tubuh Kristus, juga berhenti di dalam tubuh Kristus. Oleh sebab itu, mengenal salib adalah mengenal tubuh Kristus. Pekerjaan salib adalah membawa manusia sampai ke titik lemah, sampai ke tahap tidak berdaya, membuat manusia benar-benar putus asa terhadap ciptaan lama, orang seperti ini bisa secara kongkrit lepas dari ciptaan lama, dan masuk pada ciptaan baru. Semua di dalam ciptaan lama berada di bawah hukuman, semua dari ciptaan lama harus diakhiri melalui pekerjaan salib. Tubuh Kristus adalah ciptaan baru, tidak ada hubungannya sama sekali dengan ciptaan lama. Terhadap urusan gereja jika kita tetap mengunakan cara, tindakan, kecakapan, dan lain-lain dari yang dulu, semua yang dihasilkan akan celaka, karena Allah sungguh-sungguh tidak mengizinkan hal-hal yang berasal dari ciptaan lama, juga sungguh-sungguh tidak meninggalkan hal-hal yang berasal dari ciptaan lama di dalam ciptaan baru. Semua yang berasal dari ciptaan lama harus melewati salib, dan tinggal di dalam salib. Gereja sama sekali tidak mempergunakan hal-hal yang berasal dari manusia lama ini; segala sesuatu di dalam gereja hanya berasal dari Kristus.
Kejatuhan manusia yang pertama adalah karena pemikiran, pilihan, keputusan manusia sendiri. Oleh sebab itu, di dalam ciptaan baru, Allah tidak memperkenankan semua yang keluar dari manusia ciptaan lama memegang kekuasaan. Seorang manusia alami, harus dipatahkan oleh Allah tulang belakangnya; sendi pangkal pahanya harus dijamah oleh Allah, menjadi timpang, tidak bisa berdiri lagi, baru bisa menaati Allah, ini adalah apa yang dikerjakan Allah di dalam ciptaan baru, Dia akan menghancurkan segala sesuatu yang berasal dari ciptaan lama, Dia akan mengerjakan terhadap kita segala sesuatu yang berasal dari Kristus, membuat kita secara realitas menjadi tubuh Kristus. Ketika 12 tahun yang lalu saya melihat kebejatan daging manusia dari Filipi 3, Roma 5, Yohanes 5, selama 7 bulan saya tidak berani bertindak gegabah. Saya tahu semua yang berasal  dari daging dibenci oleh Allah, Allah ingin membuang semua yang berasal dari daging. Anak-anak Allah perlu terlebih dulu menaggulangi hayat alamiahnya, kemudian baru secara otomatis masuk ke dalam tubuh, karena tubuh Kristus adalah semua yang berasal dari Kristus, di dalam tubuh, semua yang berasal dari manusia lama tidak ada lagi. Kapan manusia melewati Roma pasal 5-8, saat itu pula ia akan masuk ke Roma pasal 12.
Hari ini gereja tidak bisa bersatu, adalah karena ruang lingkup hidup orang Kristen salah, kondisinya salah; orang Kristen tidak hidup di dalam ciptaan baru, tidak hidup di dalam realitas tubuh Kristus; hanya hidup di permukaan luar kebenaran, itu tidak lebih dari alamiah manusia, sifat lama manusia. Jika setiap orang Kristen menerima penanggulangan, lepas dari yang alamiah, ciptaan lama, hidup di dalam realitas tubuh Kristus, semua perbedaan secara otomatis akan lenyap. Mohon Allah membelas kasihani kita, supaya kita sungguh melihat apa itu tubuh Kristus, dan juga menerima pekerjaan salib, masuk ke dalam tubuh Kristus.




RAHASIA KRISTUS


KETERANGAN

Buku Rahasia Kristus ini disusun dari khotbah yang disampaikan oleh saudara Watchman Nee di Shanghai tahun 1939, bedasarkan catatan saudara Wei Guangxi dan jemaat.

Watchman Nee


 
Pembacaan Alkitab:
Efesus 3:4-6
Yohanes 12:32
Lukas 12:50-52

RAHASIA YANG TERSEMBUNYI DARI GENERASI KE GENERASI

Efesus 3:4-6 memberi tahu kita, pengertian Paulus akan rahasia Kristus; yang pada zaman angkatan-angkatan dahulu tidak diberitakan kepada anak-anak manusia. Orang pada angkatan dahulu tidak mengetahui apa rahasia yang Allah katakan melalui Paulus. Rahasia ini adalah bangsa-bangsa asing di dalam Kristus Yesus bisa menjadi seorang manusia baru, yaitu Kristus yang korporat, dan juga adalah gereja. Pasal 3 ayat 6 adalah ayat yang sangat berharga, di dalamnya dikatakan “menjadi satu tubuh”, ini adalah manusia baru dalam pasal 2 ayat 5; manusia baru ini berlawanan dengan manusia lama. Ada banyak manusia di dunia, tetapi manusia lama hanya satu; orang Kristen juga ada banyak, tetapi manusia baru juga hanya ada satu, yaitu gereja.

SEORANG MANUSIA BARU

Jika kita ingin mengerti bagaimana manusia baru, kita harus terlebih dulu mengetahui bagaimana manusia lama. Manusia lama adalah manusia yang  ciptakan oleh Allah, namun jatuh karena dosa. Setiap orang di dalam Adam, di hadapan Allah hanyalah seorang manusia berdosa, juga seorang manusia lama. Ketika orang berdosa dan manusia lama ini mendengar Injil, percaya kepada Kristus, dan beroleh selamat, dia akan menjadi seorang manusia baru. Tidak hanya dirinya sendiri menjadi seorang manusia baru, tetapi juga dengan banyak orang percaya lainnya bersatu menjadi seorang manusia baru. Efesus 1 berbicara tentang gereja adalah tubuh Kristus, pasal 2 berbicara tentang gereja adalah manusia baru, pasal 3 berbicara tentang rahasia Kristus, pasal 4 berbicara tentang bagaimana membangun tubuh Kristus, pasal 5 berbicara tentang tugas tanggung jawab gereja, pasal 6 berbicara tentang peperangan gereja. Dapat dilihat, titik tertinggi pekerjaan Allah adalah gereja, yaitu manusia baru ini. Tujuan Allah menyelamatkan kita, adalah kita menjadi seorang manusia baru di dalam Kristus.
Hari ini orang Kristen memiliki kekurangan yang besar, yaitu menjadi orang Kristen perseorangan. Setiap orang ingin menjadi orang Kristen baik, menyala-menyala, mendengar kebenaran, namun semuanya itu menjadi Kristen perorangan. Allah tidak hanya ingin anda menjadi orang baik, lebih lagi ingin mendapatkan bejana yang korporat, untuk menghancurkan iblis, menggenapi rencana Allah. Allah tidak menginkan orang Kristen yang terpecah-pecah, tetapi mengendaki orang Kristen bersatu, menjadi manusia baru yang korporat.

HAKEKAT MANUSIA BARU

Efesus 2 berbicara 2 kali tentang menjadi seorang manusia baru melalui Kristus, namun tidak berbicara tentang manusia baru yang bagaimana. Di Kolose 3:10-12 berbicara tentang manusia baru yang diperbarui di dalam pengetahuan, sesuai dengan gambar kahliknya; di dalam manusia baru tidak membedakan orang Yunani, orang Yahudi, yang bersunat, yang tidak bersunat, orang barbar, orang Skit, budak, orang merdeka; hanya Kristus adalah segalanya, dan tinggal di dalam setiap orang. Manusia baru bukan masalah di bedakan atau tidak, tetapi masalah ya atau tidak. Manusia baru sudah bukan orang Yunani, juga bukan orang Yahudi, manusia baru adalah Kristus. Kristus adalah hakekat manusia baru tersebut, di dalam manusia baru, Kristus adalah segalanya, dan di dalam segalanya. Kita dapat dengan penuh keberanian berkata, Kristus adalah gereja; karena Kristus adalah segalanya di dalam gereja, manusia baru tersebut, komponen manusia baru tidak kurang sedikitpun adalah Kristus.

GEREJA ADALAH KRISTUS

Hakekat manusia baru – gereja – adalah Kristus, karena itu kita dapat berkata gereja adalah Kristus. Kita melihat lagi 2 ayat Alkitab. Pertama kita melihat Lukas 12:50-52, di sini Tuhan berkata, baptisan yang harus Ia terima belum berlangsung. Dia bukan datang untuk membawa damai di bumi, namun pertentangan. Mengapa Tuhan berkata seperti itu? Karena sebelumya Ia berkata, Dia datang untuk melemparkan api ke atas bumi; api ini adalah api hayat Allah. Ini berarti, Dia akan melepaskan hayatNya ke atas bumi, kepada semua orang yang percaya kepadaNya, membuat mereka memperoleh kelahiran baru, memilik hayat Allah. Hal ini harus menunggu sampai baptisan yang harus Dia terima berlangsung, baru dapat terlaksana. Baptisan di sini menunjuk pada Dia harus dipakukan di kayu salib. Selain itu, Yohanes 12 juga mewahyukan gereja dilahirkan dari kematian dan kebangkitan Kristus. Dia adalah biji gandum, jatuh ke tanah dan mati, namun di dalam kebangkitan menghasilkan banyak benih, yaitu gereja. Dari ke 2 ayat ini, kita dapat melihat, gereja dilahirkan dari hayat Kristus; setelah Kristus mati dan bangkit, melepaskan hayatNya, diberikan ke dalam orang percaya, orang-orang percaya ini bersatu menjadi gereja.

GEREJA ADALAH KRISTUS YANG KORPORAT

Di dalam perjanjian baru, ada dua sisi mengenai Kristus: Pertama adalah Yesus Kristus orang Nazaret, ini adalah Kristus secara personal; yang ke 2 adalah Kristus ditambah dengan gereja, ini adalah Kristus yang korporat. Ini yang dikatakan di 1 Korintus 12:12: Karena sama seperti tubuh itu satu dan anggota-anggotanya banyak; demikian pula Kristus. Segala sesuatu yang di luar Kristus, bukanlah gereja. Di dalam orang Kristen hanya ada satu hal yaitu menjadi satu bagian dari gereja, yaitu Kristus; gereja adalah Kristus yang korporat, di dalam gereja hanya ada Kristus. Di dalam persekutuan pemecaan roti, roti yang kita ambil sedikit itu adalah satu bagian dari tubuh Kristus – gereja. – gereja bukanlah berapa yang dibawa masuk dari luar, namun berapa yang diambil keluar dari tubuh Kristus.
Hari ini, perpecahan yang terjadi di antara anak-anak Tuhan, adalah karena perbedaan organisasi, adanya perbedaan pandangan, pemikiran, pilihan, kesukaan masing-masing orang, juga perbedaan di dalam prinsip. Namun, pada pandangan Allah, keberadaan gereja tidak boleh dibagi-bagi; perpisahan itu hanya luarnya saja, dan bukan perpisahan di dalam gereja secara realitas. Karena gereja adalah seluruh orang percaya yang menjadi satu dengan Kristus, gereja adalah Kristus yang korporat. Kristus yang di dalam orang-orang percaya menjadi satu, itulah gereja. Kristus adalah satu, gereja juga pasti adalah satu, karena itu tidak bisa dipisahkan, juga tidak boleh dipisahkan.

Berlanjut ke : TUBUH KRISTUS