Suatu hari, saat Tuhan melalui
sebuah kota, dari tempat yang tinggi Ia melihat tiga
orang pengemis berjajar di luar gerbang sebuah hotel mewah, mereka menjulurkan lehernya, dan menunjukkan pengharapan yang luar biasa terhadap orang-orang
kaya yang keluar masuk.
Expresi itu membuat
Tuhan tergerak oleh belas kasihan, lalu turun dan berkata kepada mereka: "Akulah
Allah, Aku akan memberi kalian setiap orang sekantong koin emas." Para
pengemis itu dalam sekejap jatuh
ke tanah, dan terus-menerus menyembah
Allah.
Tuhan berkata: "Namun,
koin ini begitu jatuh
ke tanah, koin emas bukan lagi
koin emas, tapi akan berubah menjadi
batu, apakah kalian mengerti?"
Para pengemis melepas kantong mereka, dan membukanya lebar-lebar, siap untuk diisi koin emas.
Tuhan mengulurkan tanganNya, dan
menelungkupkan di atas kantong seorang pengemis. Tuhan berkata:
"Jika kau katakan berhenti,
Aku akan berhenti, mengerti?"
Orang pertama berkata: "Mengerti."
"Mulai!" Sekali
berseru, dari telapak tanganNya,
jatuh koin emas seperti hujan masuk ke dalam kantong.
Ketika koin emas sudah memenuhi setengah sekantong, Allah mengingatkan orang pertama dan mengatakan: "Sudah cukup? Begitu banyak koin emas cukup bagimu untuk menghabiskannya sampai beberapa kehidupan, tetapi koin emas sangat berat, begitu kantongnya rusak, akan sia-sia semuanya, seperti mengambil air dengan keranjang bambu."
Namun orang pertama
terus berkata: "Tidak apa-apa, tidak apa-apa." Akhirnya, belum selesai dia bicara,
kantongnya sudah tidak bisa menahan
berat koin emas, bagian bawah kantongnya jebol, semua koin jatuh ke tanah, dan berubah menjadi batu.
Orang pertama sangat bersedih, dia harus membayar harga yang mahal untuk nafsu serakahnya.
"Sayang sekali!" Tuhan berkata,
dan berpaling pada orang kedua, sambil mengulurkan tanganNya.
Koin emas bergemlinting masuk ke dalam kantong orang kedua.
Dia terus-menerus
mengingatkan: "Sudah
cukup untuk kau habiskan seumur hidupmu, sudah cukup untuk kau habiskan dua masa hidupmu, sudah
cukup untuk kau habiskan tiga masa
hidupmu......" Orang kedua dengan cepat berkata berhenti, koin emas telah mengisi sebagian besar kantongnya.
Tuhan berkata: "Selamat!
Selamat!"
Kemudian orang ketiga, baru turun satu koin emas, dia sudah
menyuruh berhenti. Tuhan menghela napas
dan berkata: "Sayang! Apakah kau tidak ingin memiliki lebih banyak koin emas?"
Orang ketiga berkata: "Saya bermimpi menginginkan semuanya, tapi
apa pun yang didapat dengan mudah, juga akan pergi dengan cepat."
Bertahun-tahun kemudian, suatu hari, Tuhan tiba-tiba teringat kepada ke tiga pengemis itu, kemudian menyuruh malaikat untuk membawa mereka datang.
Tak lama kemudian, malaikat membawa
ke tiga orang itu ke hadapan Tuhan.
Ternyata ketiganya telah meninggal dunia.
Tuhan lalu bertanya
pada orang pertama, bagaimana kehidupanmu. Orang pertama berkata: "Oh, saya menyesal sampai sakit, tidak sampai
satu tahun jadi depresi dan meninggal!"
Orang kedua berkata: "Saya kembali ke kampung dan membeli sebuah kastil, menikah dengan tiga orang istri, saat sedang mempersiapkan untuk membeli sejumlah besar real estate, dan menunjukan kekayaan tapi orang merencanakan pembunuhan gelap, akhirnya saya kehilangan nyawa."
Ketika giliran orang ketiga, ia menggembalikan koin emas dalam gengaman tangannya kepada Allah. Ia mengatakan, bahwa ia selalu membawa koin emas itu ke mana pun ia pergi, dan dia selalu merasakan penyertaan Tuhan sendiri. Karena di dunia ini, hanya ada dua orang yang mendapatkan koin emas dari Tuhan, dan dia adalah salah satunya. Dia mendirikan sebuah usaha, sukses dan terkenal, mempunyai banyak anak cucu, hidup sampai usia 99 dan mati tanpa mengalami sakit.
Tuhan mengambil koin emas itu, tersenyum, lalu menyerahkan pada orang pertama dan orang kedua, serta berkata: "Kalian lihat baik-baik, ini baru benar-benar koin emasKu."
Saudara-saudara terkasih, meskipun ini hanyalah sebuah cerita, tapi semoga kita dapat memahami beberapa hikmat yang ada di dalamnya. Bapa Surgawi menginginkan kita masing-masing untuk secara aktif menggunakan talenta kita, membagikan kepada lebih banyak orang kekayaan yang Dia berikan kepada kita secara cuma-cuma, dan mempraktekan rencana kasih Allah kepada manusia. Dengan begitu, Tuhan pasti memberikan kepada kita lebih banyak kasih karunia dan kebahagiaan kekal.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar