Seorang peternak domba memelihara
banyak domba, tetangganya adalah seorang pemburu, dan di rumahnya memelihara
sekelompok anjing pemburu yang ganas, anjing-anjing ini sering melompati pagar dan menyerang domba-domba kecil di peternakan itu.
Pemiilik peternakan berulang kali
memohon kepada si pemburu agar mengurung anjing-anjingnya dengan baik, tapi si
pemburu tidak menghiraukannya, dia hanya berjanji di mulut saja, tapi beberapa hari kemudian, anjing-anjing pemburu dari rumahnya kembali melompati pagar masuk ke
peternakan itu, dan mengigit beberapa ekor domba kecil. Karena sudah tidak
sabar lagi, pemilik peternakan pergi melaporkan kepada hakim kota.
Setelah mendengarkan keluhannya, hakim
yang bijaksana itu mengatakan: "Saya dapat menghukum
pemburu itu, juga bisa mengeluarkan keputusan untuk memerintakannya
mengunci anjing-anjingnya; Tapi dengan begini, Anda akan
kehilangan seorang teman, dan bertambah seorang
musuh. Apakah Anda bersedia bertetangga
dengan musuh? Atau bertetangga dengan teman?"
"Tentu saja, bertetangga dengan teman." Kata si peternak.
"Bagus jika begitu, saya akan memberi
Anda sebuah ide: lakukan seperti perkataan saya, ini tidak
hanya bisa menjamin bahwa kawanan
domba Anda tidak akan diganggu lagi, tetapi juga supaya Anda bisa memenangkan seorang tetangga menjadi teman."
Kemudian hakim itu......
begitu seterusnya ia menjelaskan
banyak hal, mendengar itu si peternak
terus-menerus menyetujuinya. Begitu sampai di rumah, pemilik
peternakan melakukan sesuai perkataan hakim, memilih tiga domba kecil yang paling
manis, dan memberikannya kepada tiga
orang putra si pemburu.
Melihat anak domba yang jinak dan putih, anak-anak
itu seperti mendapatkan barang berharga, setiap hari sepulang sekolah mereka bermain
di halaman dengan domba kecil itu. Karena takut anjing-anjing pemburu membahayakan domba
anak-anaknya, si pemburu membuat kandang besar, dan mengunci
rapat-rapat anjing-anjingnya.
Sejak itu, kawanan domba milik peternak domba tersebut tidak lagi terganggu. Untuk berterima
kasih atas kebaikan pemilik peternakan, pemburu mulai mengirimkan bermacam-macam hasil
buruan, pemilik peternakan juga sewaktu-waktu juga mengirim balas si pemburu
dengan daging domba dan keju, secara bertahap
mereka berdua menjadi teman baik.
Cara terbaik untuk meyakinkan seseorang adalah dengan
memperhatikan kebutuhannya, agar ia mendapat keuntungan dari padanya. Hasil akhirnya, betapa
indahnya: timbal balik di antara
tetangga, sungguh menyenangkan.
Sangat sulit dibayangkan, jika konfrontasi, dan permusuhan, pada akhirnya akan berkembang menjadi sejauh apa.
Sebuah pikiran surga, sebuah pikiran neraka. Teman dan
musuh, hanya ditentukan di antara sebuah pikiran, ditentukan oleh sebuah
keputusan.
Mentalitas yang berbeda menjadikan kehidupan
yang berbeda.
Jika hati kita benar, segalanya akan menjadi benar!

Tidak ada komentar:
Posting Komentar