Rabu, 02 Juli 2014

Pentingnya Mentalitas



Seorang peternak domba memelihara banyak domba, tetangganya adalah seorang pemburu, dan di rumahnya memelihara sekelompok anjing pemburu yang ganas, anjing-anjing ini sering melompati pagar dan menyerang domba-domba kecil di peternakan itu.

Pemiilik peternakan berulang kali memohon kepada si pemburu agar mengurung anjing-anjingnya dengan baik, tapi si pemburu tidak menghiraukannya, dia hanya berjanji di mulut saja, tapi beberapa hari kemudian, anjing-anjing pemburu dari rumahnya kembali melompati pagar masuk ke peternakan itu, dan mengigit beberapa ekor domba kecil. Karena sudah tidak sabar lagi, pemilik peternakan pergi melaporkan kepada hakim kota.

Setelah mendengarkan keluhannya, hakim yang bijaksana itu mengatakan: "Saya dapat menghukum pemburu itu, juga bisa mengeluarkan keputusan untuk memerintakannya mengunci anjing-anjingnya; Tapi dengan begini, Anda akan kehilangan seorang teman, dan bertambah seorang musuh. Apakah Anda bersedia bertetangga dengan musuh? Atau bertetangga dengan teman?"

"Tentu saja, bertetangga dengan teman." Kata si peternak.

"Bagus jika begitu, saya akan memberi Anda sebuah ide: lakukan seperti perkataan saya, ini tidak hanya bisa menjamin bahwa kawanan domba Anda tidak akan diganggu lagi, tetapi juga supaya Anda bisa memenangkan seorang tetangga menjadi teman."

Kemudian hakim itu...... begitu seterusnya ia menjelaskan banyak hal, mendengar itu si peternak terus-menerus menyetujuinya. Begitu sampai di rumah, pemilik peternakan melakukan sesuai perkataan hakim, memilih tiga domba kecil yang paling manis, dan memberikannya kepada tiga orang putra si pemburu.

Melihat anak domba yang jinak dan putih, anak-anak itu seperti mendapatkan barang berharga, setiap hari sepulang sekolah mereka bermain di halaman dengan domba kecil itu. Karena takut anjing-anjing pemburu membahayakan domba anak-anaknya, si pemburu membuat kandang besar, dan mengunci rapat-rapat anjing-anjingnya.

Sejak itu, kawanan domba milik peternak domba tersebut tidak lagi terganggu. Untuk berterima kasih atas kebaikan pemilik peternakan, pemburu mulai mengirimkan bermacam-macam hasil buruan, pemilik peternakan juga sewaktu-waktu juga mengirim balas si pemburu dengan daging domba dan keju, secara bertahap mereka berdua menjadi teman baik.

Cara terbaik untuk meyakinkan seseorang adalah dengan memperhatikan kebutuhannya, agar ia mendapat keuntungan dari padanya. Hasil akhirnya, betapa indahnya: timbal balik di antara tetangga, sungguh menyenangkan.

Sangat sulit dibayangkan, jika konfrontasi, dan permusuhan, pada akhirnya akan berkembang menjadi sejauh apa.

Sebuah pikiran surga, sebuah pikiran neraka. Teman dan musuh, hanya ditentukan di antara sebuah pikiran, ditentukan oleh sebuah keputusan.

Mentalitas yang berbeda menjadikan kehidupan yang berbeda.

Jika hati kita benar, segalanya akan menjadi benar!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar