*Cerita pendek yang membuat orang berpikir dalam-dalam.
Ada dua orang buta pergi dari tempat yang jauh nenuju ke
rumah mereka, sambil berjalan mereka menanyakan tentang jalan, tapi
mereka tersesat di padang
gurun, mereka lelah, lapar,
dan haus. Mereka
ingin menanyakan tentang jalan, tapi
tidak ada orang yang lewat dari sana,
setelah mereka berdua berdiskusi dan berkata: "Kita
tidak bisa melanjutkan perjalanan, harus terus duduk di sini, kalau tidak kita tidak akan tahu jalan, dan
akan salah jalan."
Mereka duduk di bawah terik matahari, seorang buta mengatakan: "Mengapa Tuhan begitu tidak adil, kenapa tidak bisa memberi kita satu mata saja untuk melihat jalan! Bagaimana bisa semua mata kita buta?"
Orang buta lainnya berkata: "Kau
harus bisa merasa puas, kita jauh lebih baik daripada orang lumpuh, ini adalah
anugerah Tuhan bagi kita, kita masih bisa berjalan, meskipun tidak melihat, tapi
kita bisa berjalan demikian jauh."
Saat sedang berbicara, ada seseorang lewat, membawa sebuah semangka besar dan menuju ke arah mereka, dan berkata kepada orang buta itu: "Mengapa kalian berdua tidak pergi, jika tidak pergi sekarang hari akan menjadi gelap."
Orang buta berkata: "Kami
tidak takut gelap, siang atau malam sama saja bagi kami.
Namun sekarang kami tidak tahu harus kemana? Kami lapar, haus, dan lelah,
bisakah Anda memberi kami sedikit makanan? Dan memberitahu kami arah jalan?" Orang itu lalu menunjukan
pada mereka jalan yang harus dilalui, orang itu berkata: "Saya hanya punya
sebuah semangka, saya akan memberikan setengah pada kalian, setelah kalian
selesai makan setengah semangka ini, kalian boleh melanjutkan perjalanan."
Orang itu pergi, sementara kedua orang
buta terima kasih Tuhan dengan gembira, dan kedua orang
buta itu mulai makan semangka,
orang buta ini mengigit satu gigitan,
kemudian memberikan kepada orang buta itu, orang buta itu mengigit satu
gigitan, kemudian memberikan lagi kepada orang buta ini, mereka baru makan
beberapa gigitan, ada orang yang lewat di dekat mereka, orang itu lelah dan
haus, tiba-tiba ia melihat dua orang buta sedang makan semangka di pinggir
jalan, dalam hati ia bertanya-tanya: "Dari mana
orang buta mendapatkan semangka?
Aku juga akan menikmatinya sedikit!" Maka, orang ini mengambil kesempatan
ketika orang buta itu mengoperkan semangka, diam-diam dia menerima semangka
itu, kemudian memakan semangka dengan gigitan besar-basar.
Seorang buta bertanya kepada orang
buta lainnya: "Mengapa kamu makan sendiri, dan tidak memberiku?"
Orang buta lainnya berkata:
"Kenapa kau memfinah orang? Jelas-jelas kau yang sedang makan di sana, masih berkata aku
yang tidak memberikan padamu."
Kemudian orang itu memukul kepala kedua orang buta itu
dengan tongkat mereka, masing-masing orang satu pukulan. Dua orang buta itu
berkata bersamaan: "Kau ini orang buta, kenapa sudah tidak memberi aku
semangka, tapi malah memukul orang?"
Jadi, dua orang buta itu saling
memukul dengan sengit, orang itu tertawa sambil berlari.
Seorang buta, mengatakan:" Stop!
Kita berdua telah tertipu, ternyata
ada orang lain yang menjadi setannya?"
Hari ini, banyak orang yang buta secara rohani tidak menemukan jalan, ada berapa orang yang buta secara rohani telah
tertipu oleh iblis, mereka mengarahkan mata pada diri orang lain, semua menunjuk
keburukan orang lain, namun mereka tidak tahu bahwa iblis ada di tengah-tengah
dan membuat kekacauan di antara mereka.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar