Berikut ini adalah khobah dari saudara Watchman Nee ( 1903 – 1972 ), seorang hamba Kristus dari negeri Tirai Bambu. Khotbah ini diberikan kepada saya oleh seorang ibu dalam bentuk sebuah buku kecil tua yang berbahasa Mandarin.
Khotbah ini sangat menyentuh hati saya begitu saya membacanya, karena dalam khotbah ini saudara Watchman Nee sangat menekankan bagaimana untuk kita mencintai Tuhan, mempersembahkan yang terbaik yang ada pada kita kepada Tuhan tanpa mempedulikan apa pun. Hal ini berbeda dari tema khotbah yang sedang populer hari-hari ini. Yaitu bagaimana kita dapat diberkati, bagaimana Tuhan menolong kita dari kesukaran dan membuat mujizat bagi kita. Meskipun Allah rindu memberkati anak-anakNya, namun Dia terlebih rindu dicintai oleh anak-anakNya.
Saya mencoba menerjamakan khotbah ini sesuai dengan naskah aslinya, karena saya rindu orang lain juga diberkati melalui khotbah ini. Supaya kita bisa belajar untuk mengetahui tujuan asal Allah menciptakan kita, yaitu kita ada untuk Allah, dan bukan Allah untuk kita.
Glory to The Lord
Markus 14:1-9
Cerita ini, berdasarkan apa yang Tuhan Yesus katakan di sini (ayat 9), Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya di mana saja Injil diberitakan di seluruh dunia, apa yang dilakukannya ini akan disebut juga untuk mengingat dia. Dapat dilihat tak peduli di manapun Injil ini diberitakan, harus juga menceritakan cerita ini. Jikalau memberitakan Injil, tetapi tidak menceritakan cerita ini, di mata Tuhan adalah sebuah kekurangan yang besar. Karena itu, saya hari ini berada di sini hendak membicarakan cerita ini. Ini adalah pernyataan yang Tuhan berikan kepada saya ketika kemarin saya berdoa.
Kapan cerita ini terjadi? Kita baca ayat 1: Hari raya Paskah dan hari raya Roti Tidak Beragi akan mulai dua hari lagi. Imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat mencari jalan untuk menangkap dan membunuh Yesus dengan tipu muslihat. Saat salib sudah di depan mata! Bayangan salib sudah kelihatan!
Apa makna terpenting dari cerita ini? Dapat digunakan 1 Petrus untuk menjelaskannya. Yaitu: Tetapi kuduskanlah Kristus di dalam hatimu sebagai Tuhan! ‘Kuduskanlah!’ Pada bahasa aslinya adalah kata kerja yang berarti: Di dalam kalian, kalian harus menguduskan Kristus sama seperti menjadikanNya Tuhan. Cerita ini, melaksanakan apa yang di katakan di sini.
Cerita ini hanya menarik orang untuk melakukan 1 hal – Mengkuduskan Kristus. – Karena itu Tuhan berkata: Di manapun Injil diberitakan, apa yang dilakukan oleh wanita ini juga harus diceritakan sebagai peringatan. Ini mengajarkan kita, setelah memberitakan Injil, harus menghasilkan buah seperti ini. Cerita ini menjelaskan arti dari buah ini.
Memecahkan botol, apa sebabnya? Karena minyak narwastu murni jenis ini berasal dari Persia . Selain dengan memecahkan botol pualam, minyak tidak akan mengalir keluar. Dengan cara begini tidak akan bisa dipalsukan.
Menuangkannya di atas kepala Yesus. Begitu dia melakukannya, dalam rumah segera di penuhi bau harum. (Yohanes 12:3) Tidak hanya waktu itu saja di dalam rumah penuh bau harum, sekarang, ketika kita membaca firman Tuhan ini, seperti juga berbau harum! Di ruang pertemuan kita saat ini, juga seperti berbau harum! Begini mencintai Tuhan, begini mempersembahkan kepada Tuhan, sungguh dipenuhi bau harum, akan selalu bertahan sampai sekarang dan sampai selamanya.
Yohanes 12:3 berkata: Dia menyeka kaki Yesus dengan rambutnya. Dia telah menaruh kemuliaannya di bawah kaki Yesus! Karena rambut adalah kemuliaan wanita. (I Korintus 11:15)
Pertama dia hanya membuat orang melihat; sekarang, juga membuat orang mencium. Dia tidak hanya menimbulkan keritikan orang, juga menimbulkan kemarahan orang terhadapnya. Tetapi, dia tidak memperhatikan semua itu, juga tidak mempedulikan semua. Dia tidak memikirkan berada di dalam rumah seorang kusta; dia tidak memikirkan keadaan rumah itu sekarang, kesulitan di depan; dia tidak memikirkan orang-orang akan mengeritik, akan marah. Itulah yang dilakukannya.
Dia mempersembahkan kepada Tuhan seperti “mempertaruhkan segala-galanya untuk satu hal”. Kita juga harus memiliki kesediaan seperti ini, keberanian seperti ini. Dalam rumah penuh bau harum, ini adalah persembahan seutuhnya. Mempersembahkan memiliki 2 arti: Yang satu adalah mempersembahkan sesuatu kepada Tuhan; yang lain adalah sepenuhnya berbalik kepada Tuhan, tidak terpisah dengan Tuhan.
Mengurapi adalah “memisahkan menjadi kudus’”. Kemah pertemuan, serta semua benda dalam kemah pertemuan, semuanya diurapi. Kristus, adalah Mesias, berarti yang diurapi. Di dalam hati kita juga harus menjadikan Kristus Yang diurapi sebagai Tuhan. MengurapiNya dengan minyak, berarti mengaku Dia adalah Tuhan, mengaku Dia adalah Tuhan kita. Memberikan semuanya kepada Tuhan. Meletakan segalanya kepada Kristus. Kita tidak takut terlalu setia terhadap Kristus, tidak takut terlalu mencintai Kristus. Ada seorang muda Kristen, saat mengucapkan salam perpisahan dengan seorang tua, orang tua itu berkata kepadanya: “Saya hanya mempunyai satu harapan terhadapmu, yaitu kamu menjadi kekasih Kristus yang menyala-nyala!” Mencintai Tuhan, melayani Tuhan, menaati Tuhan, setia kepada Tuhan, adalah hal yang tidak terbatas, tidak takut terlalu banyak. Tuhan menyukai cinta kita yang tidak memperhatikan segalanya, mencintai Tuhan tanpa argumentasi, Mencintai Tuhan dengan cinta yang bertentangan dengan perasaan manusia. Tuhan menganggap buah dari pemberitaan Injil adalah, harus ada orang yang bersedia mati bagi Dia, menerima rencanaNya, mencintaiNya, mempersembahkan kepadaNya, sepenuhnya menaatiNya, sampai pada taraf orang menganggapnya keterlaluan.
Seberapa banyak yang kita persembahkan kepada Tuhan, menunjukan bagaimana kita melihat seberapa berharganya Tuhan. Bagi orang yang percaya, Tuhan sangat berharga. (1 Petrus 2:7) Petrus mengerti ini, maka di dalam suratnya, berulang kali ia mengemukakan tentang sesuatu yang berharga. Dia membicarakan tentang darah, iman, batu, moral dan perilaku, dan lain-lain. Semua ditambahkan pada hal-hal yang berharga.
Maria berbuat seperti ini, bagaimana anggapan murid-murid? Ada orang yang menjadi gusar dan berkata seorang kepada yang lain: ”Untuk apa pemborosan minyak narwastu ini?” (ayat 4) Mereka menganggap ini adalah pemborosan. Namun, ke atas tubuh siapa minyak ini dicurahkan? Apakah orang yang menerima pengurapan itu tidak layak? Minyak urapan ini dicurahkan ke atas tubuh Tuhan, jika dikatakan pemborosan, berarti berkata Tuhan tidak layak untuk itu. Benarkah Tuhan tidak layak menerima minyak urapan itu? Di gunakan untuk tubuh Tuhan, masihkah dapat di sebut pemborosan? Orang yang tidak mencintai Tuhan dengan segenap hati, sebagian besar merasa terlalu mempersembahkan dan menaati Tuhan adalah pemborosan. Sesuai pandangan orang, mencintai Tuhan, menaati Tuhan, berkorban segalanya bagi Tuhan, terkadang bisa keterlaluan. Tapi keritikan seperti ini, tidak lain menunjukan tingkat kasih mereka sendiri kepada Tuhan.
Sebab minyak ini dapat dijual tiga ratus dinar lebih dan uangnya dapat diberikan kepada orang-orang miskin. (ayat 5) Mereka memiliki cara yang “lebih baik”, yaitu memberi kepada orang miskin. Mereka melihat melayani Tuhan adalah keterlaluan, melayani manusia tidak keterlaluan. Jika orang tidak memiliki hati yang mencintai Tuhan, dia akan memakai pekerjaan pelayanan sebagai penganti kasih yang harus dia persembahkan kepada Tuhan. Jika seseorang menganggap mempersembahkan sesuatu yang sangat berharga kepada Tuhan sebagai pemborosan, dia akan membuat manusia yang menghabiskan yang berharga ini. Jika seseorang bukan orang Kristen, dia akan meninggalkan semuanya bagi dirinya sendiri. Jika dia adalah orang Kristen, dia akan tahu egois adalah hal yang tidak seharusnya. Masalahnya sekarang adalah, tiga ratus dinar seharusnya dihabiskan untuk siapa? Bukan untuk Kristus, tapi untuk menusia. Sungguh kasihan, hari-hari ini banyak orang percaya sama seperti murid-murid pada waktu itu. Mereka tidak memiliki hati yang sungguh-sungguh terhadap Kristus, tidak memiliki persembahan yang murni, tidak memiliki cinta yang menyala-nyala, tetapi mengunakan kesibukan pelayanan untuk menutupi kekurangan ini.
Mereka marah kepada wanita itu. (ayat 5) Pertama mereka hanya mengeritik; kemudian mereka marah kepada wanita itu. Tetapi, Maria tidak bisa karena kemarahan mereka menahan sebagian minyak urapan. Botol pualam sudah dipecahkan, minyak urapan sudah mengalir keluar. Dari dulu tidak ada korban yang di ambil kembali dari atas mezbah. Maria karena mencintai Tuhan, memiliki keberanian berbuat seperti itu, dia tidak mempedulikan orang-orang yang mengkritik dan marah terhadapnyya.
Apa yang dikatakan Tuhan kita? Dia berkata: ”Biarkanlah dia! Mengapa kamu menyusahkan dia!” (ayat 6) Maksud Tuhan adalah, dia terlalu mencintai Tuhan, terlalu menaati Tuhan, tidak apa-apa. Kalian tidak usah mengeritik. Keritikan kalian sudah menyulitkan dia. Oh, terlalu mencintai Tuhan, jika keterlaluan mempersembahkan kepada Tuhan, juga akan mendapatkan pengampunan Tuhan.
Tuhan menganggap jika kalian bisa mencintai Dia sama seperti Maria mencintai Dia, itu sungguh sangat baik. Jikalau tidak bisa, kalian jangan menghalangi orang lain mencintai Dia seperti itu. Tangan kita harus meninggalkan semua orang yang mencintai Tuhan, jangan menghalangi mereka.
Maria berbuat seperti ini menurut pandangan orang adalah pemborosan, keterlaluan. Menurut pikiran orang pada umumnya, menggunakan minyak urapan sudah cukup bagus, untuk apa menggunakan minyak narwastu murni? Menggunakan minyak narwastu murni sudah cukup baik, untuk apa di taruh dalam botol pualam? Juga untuk apa sampai mengeluarkan tiga ratus dinar lebih? Mereka tidak bisa tidak mengeritik, lebih lagi marah kepadanya. Tetapi, dalam pandangan Tuhan adalah satu hal yang indah, tidak harus dikeritik. Tuhan berkata: ”Biarkankah dia! Mengapa menyusahkan dia!” Tuhan melihat, keritikan dan amarah mereka menyusahkan dia. Tuhan melihat, hal ini patut dilakukan, karena itu Ia berkata: ”Apa yang dilakukannya kepadaKu adalah suatu hal yang indah!” Oh, apa yang dilakukan Maria adalah suatu hal yang indah, tidak patut untuk dikeritik.
Menurut kondisi waktu itu, 300 dinar lebih bisa digunakan untuk membeli seorang budak; jika digunakan sebagai upah, bisa untuk mengupah beberapa orang pekerja selama beberapa bulan. Kita tahu ketika Tuhan tinggal di Betani di rumah Maria, pekerjaan Marta sangat banyak, tetapi tidak memiliki budak untuk membantu. Bisa dilihat keluarga mereka bukanlah keluarga yang kaya. Namun Maria tidak mencari kesenangannya sendiri, tapi menggunakan semua yang dimilikinya untuk Tuhan. Mencintai Tuhan, melayani Tuhan, tidak takut akan keterlaluan. Menggunakan segala yang dimiliki untuk Tuhan, bukanlah pemborosan.
Apa yang dilakukannya kepadaKu adalah suatu hal yang indah. (ayat 6) Tuhan Yesus menentang pikiran murid-murid yang menggangap mengurapi Dia dan mempersembahkan kepadaNya sebaai suatu pemborosan. Tuhan berkata: Adalah suatu hal yang indah, bukan pemborosan. Terlalu mencintaiNya, terlalu menaatiNya, telalu menghabiskan harta dan tenaga untukNya, adalah suatu hal yang indah, bukan pemborosan. Mencintai Dia sampai melupakan keritikan dari orang yang lebih dulu percaya Tuhan, mencintai Tuhan sampai melupakan kebutuhan orang miskin di luar, adalah suatu hal yang indah, bukan pemborosan. Mencintai Dia sampai bersedia memboroskan segala sesuatu untukNya, adalah suatu hal yang indah, bukan pemborosan. Tuhan menganggap apa yang kita lakukan untuk Dia, selamanya tidak akan terlalu baik; mencintai Dia, selamanya tidak akan terlalu banyak; menaati Dia, selamanya tidak akan keterlaluan. Bagaimana pun pandangan orang, bagaimana pun keritikan orang yang sama-sama melayani Tuhan, tetapi, Tuhan berkata, ini adalah suatu hal yang indah. Buah yang harus di dapat dari pemberitaan Injil, tidak hanya membuat orang berdosa masuk surga, tetapi harus membuat setiap orang yang menerima anugerah berhasil menjadi kekasih Kristus. Karena itu Alkitab menulis: Jikalau seseorang tidak mengasihi Tuhan, terkutuklah ia.
Oleh karena itu sekarang, setiap ‘Maria’ sudah cukup mendapatkan perkataan Tuhan ini. Kalau kita mengharapkan pujian dari sesama pengikut Kristus, kita akan hidup mengikuti pimpinan nalar manusia, dan tidak mempersembahkan sesuai dengan yang berkenan di hati Tuhan. Kita harus menganggap cukup pujian dari Tuhan, tak peduli bagaimana pun keritikan orang.
Tuhan tidak menentang memberi kepada orang miskin, Tuhan menentang apa yang mereka katakan, apa yang dilakukan untuk Tuhan adalah pemborosan, dan keterrlaluan. Tuhan berkata kepada mereka: Karena orang-orang miskin selalu ada padamu, dan kamu dapat menolong mereka, bilamana kamu menghendakinya, tetapi Aku tidak akan selalu bersama-sama kamu. (ayat 7) Maksud Tuhan adalah, jika kalian ingin memberi kepada orang miskin, masih ada sangat banyak kesempatan, tetapi, kesempatan melayani Aku sudah sangat singkat.
Ia telah melakukan apa yang dapat dilakukannya. (ayat 8) Di sini, tidak membicarakan berapa banyak yang sudah dipakai untuk Tuhan, tetapi yang menjadi pertanyaan berapa banyak yang masih tersisa? Orang yang kaya, mengambil sedikit untuk Tuhan, baginya sangat tidak sulit. Hanya orang miskin, jika dengan segenap kemampuannya mempersembahkan kepada Tuhan, itu baru sulit. Ia telah melakukan apa yang dapat dilakukannya! Dia tidak menyisakan apa pun untuk dirinya sendiri. Satu-satunya penghargaan berasal dari kata “segenap”, tidak ada segenap juga tidak ada cinta. Mencintai Tuhan harus dengan segenap hati, segenap pikiran, segenap kekuatan, segenap akal budi. Sebeerapa sering, apa yang kita pakai untuk Tuhan tidak lebih dari yang kita pakai untuk seorang supir! Terkadang kita masih memberi supir 2 dolar, tetapi untuk Tuhan meskipun hanya beberapa cen saja kita tidak rela. Yang seperti ini sungguh sangat kasihan!
Mengapa Maria berbuat seperti ini? Kita lihat apa yang dikatakan Tuhan?
TubuhKu telah diminyakinya sebagai persiapan untuk penguburanKu. (ayat 8) Setelah 2 hari, Tuhan akan mati. Di dalam Injil Matius, Tuhan pernah 4 kali berkata kepada murid-muridNya bahwa Ia akan mati; tetapi, semua murid tidak mengerti, hanya Maria seorang diri yang mengerti. Dia mengerti Tuhan mati bagi dia, untuk melepaskan dia dari kematian dan penghukuman neraka. Dia mencintai Tuhan, makanya dia tidak bisa tidak mengurapi Tuhan. Karena hanya kekuatan kasih yang sejati kepada Tuhan, yang mempedulikan akan kematian Tuhan. Orang yang tidak mengerti kematian Tuhan, juga tidak akan sungguh-sungguh mencintai Tuhan.
Mengurapi Tuhan harus dilakukan tepat pada waktunya, menunggu setelah Tuhan bangkit, baru ingin mengurapi, sudah terlambat! Maria Magdalena menunggu, setelah membeli minyak urapan, di hari pertama pagi hari, pergi mengurapi Tubuh Yesus, namun sudah tidak bisa mengurapi lagi. Tuhan sudah bangkit, waktunya sudah sangat terlambat.
“Nubuat pengurapan”, ini adalah Kristus. Hari ini adalah saat kita seharus mempersembahkan kepada Tuhan, jika terlambat, takutnya sudah tidak keburu lagi! Menunggu setelah Tuhan Yesus bangkit, ingin datang mengurapiNya, sudah sangat terlambat. Menunggu sampai setelah kita bangkit, ingin mempersembahkan kepadaNya, ingin mencintaiNya dengan sepenuh hati, sudah sangat terlambat. Pada saat kebangkitan, kalau kita memiliki berjuta-juta dunia pun, kita juga akan sangat rela melepaskan seluruhnya untuk mencintai Tuhan. Namun, kita sekarang juga harus memiliki kesempurnaan seperti sesudah kebangkitan. Sekarang adalah saat kita mencintai Tuhan.
Dalam Roma pasal 6, membicarakan tentang mempersembahkan anggota tubuh kepada Tuhan; Roma 12:1 Secara khusus membicarakan mengenai mempersembahkan tubuh. Ini adalah persembahan yang sempurna. Mempersembahkan anggota tubuh, sepertinya masih mudah; mempersembahkan seluruh tubuh akan terasa sulit. Tapi, persembahan seperti ini, adalah kudus. Sungguh-sungguh kudus, hanya berasal dari persembahan yang dipersembahkan seluruhnya. Ini sudah semestinya, dan bukan pemborosan. Semoga kita semua dapat mempersembahkan seluruh diri kita kepada Tuhan, juga mengunakan waktu yang masih ada hari ini, mencintai Tuhan, melayani Tuhan, menaati Tuhan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar