Beberapa waktu yang lalu, seorang kenalan saya meminta agar saya mengajak adiknya yang belum mengenal Tuhan dan masih mengikuti kepercayaan nenek moyang untuk pergi ke cell grup. Keesokan harinya, saya segera menelpon adik kenalan saya itu dan mengajaknya ke cell grup. Namun dia menolak saya dengan halus, dengan mengatakan waktu cell grup mepet dengan waktu dia pulang kerja. Setelah itu saya pun tidak pernah mencoba mengajaknya lagi.
Sekitar 3 bulan yang lalu, saya mendengar dia masuk Rumah Sakit karena kangker ovarium. Dan 2 hari yang lalu dia meninggal dunia.
Saya tidak tahu apakah kakaknya yang sudah mengenal Tuhan sempat untuk membimbingnya menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juru Selamat. Saya tidak pernah bertemu langsung dengan gadis ini. Selama dia dirawat di Rumah Sakit pun, saya tidak pernah mengunjungi dia karena kondisi kesehatan saya sendiri yang tidak memungkinkan saya untuk keluar rumah.
Sewaktu mendengar bahwa dia meninggal, saya berpikir, berada di mana dia sekarang? Saya tidak pernah sungguh-sungguh berusaha untuk mengajaknya mengenal Tuhan. Saya berpikir, masih banyak waktu untuk dia bisa mengenal Yesus, karena usianya baru 20 tahun lebih. Saya tidak pernah mengira dia akan meninggal secepat itu, dan mungkin dia akan terhilang selamanya. Andai saja saya tahu dia akan meninggal secepat itu, saya tidak akan sekali saja menelpon dia dan mengajaknya ke cell grup. Saya akan terus berusaha mengajaknya, walaupun dia terus menolak. Atau saya akan mencoba membina persahabatan dengan dia supaya saya memiliki kesempatan menceritakan tentang kasih Yesus kepadanya.
Namun, saya tidak melakukan semuanya itu, karena saya berpikir masih ada banyak waktu. Tetapi sekarang, 1 jiwa mungkin sudah terhilang karena dia tidak mengenal Yesus sebagai Juru Selamat. Tuhan pasti bersedih karena 1 jiwa yang terhilang. Sebab 1 jiwa sangat berharrga di mata Allah.
Saya ingin belajar dari kesalahan tersebut, dan juga ingin membagikannya kepada saudara. Maka dari itu saya menulis artikel ini. Jika kita mendapat kesempatan untuk mengajak seseorang mengenal Tuhan, kita harus berusaha semaksimal mungkin untuk membawanya datang kepada Tuhan. Sebab mungkin itu adalah kesempatan terakhir bagi orang tersebut untuk mengenal Tuhan.
Kita tidak tahu akan batas umur seseorang. Karena mungkin besok perjalanan seseorang di dunia ini berakhir, meskipun dia masih muda. Dan dia akan mengalami kebinasaan kekal karena tidak mengenal Yesus yang adalah satu-satunya Juru Selamat.
Tugas kita adalah berusaha memberitakan kabar baik dan membawa sebanyak mungkin orang untuk datang kepada Yesus. Tidak peduli bagaimana pun kondisinya. Alkitab berkata:
Beritakanlah firman, siap sedialah baik atau tidak baik waktunya.
( II Timotius 4:2 )
Tetapi mungkin ada di antara saudara yang berkata: “Aku hanyalah orang awam, apakah aku juga harus memberitakan Injil? Bukankah memberitakan Injil adalah tugas, penginjil, misionaris atau hamba Tuhan saja?”
Sesungguhnya memberitakan Injil adalah tugas kita semua sebagai orang yang sudah diselamatkan dalam Yesus Kristus. Di dalam Alkitab tidak ada istilah orang awam. Semua orang yang percaya dipanggil menjadi murid. Maka kataNya kepada orang-orang Yahudi yang percaya kepadaNya: “Jikalau kamu tetap dalam firmanKu, kamu benar-benar adalah muridKu.” ( Yohanes 8:31 ) Yesus menghendaki kita semua menjadi muridNya. Istilah oramg awam timbul pada zaman kegelapan gereja, dimana saat itu timbul perbedaan antara kaum rohaniawan dengan kaum awam.
Yesus tidak pernah membuat perbedaan bagi para pengikutNya. Meskipun kemudian ada jabatan-jabatan pada gereja mula-mula seperti, rasul, penatua, diaken, guru, dan lain sebagainya, namun itu tidak membuat orang percaya yang tidak memiliki jabatan dalam jemaat menjadi kaum awam. Semua orang percaya adalah murid. Dan murid memiliki tugas yang sama, yaitu memberitakan Injil.
Pada waktu Yesus akan terangkat ke surga, Dia memberi amanat kepada murid-muridNya: “KepadaKu telah diberikan segala kuasa di surga dan di bumi. Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa muridKu dan babtislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman.” ( Matius 28:18-20 )
Yang pertama, kita harus memberitakan Injil karena itu adalah Amanat Agung Tuhan Yesus. Jika kita mengasihi seseorang, kita akan berusaha untuk memenuhi apa yang orang terebut inginkan dari kita. Begitu juga jika kita mengasihi Tuhan, kita akan berusaha melakukan apa yang Tuhan ingin kita lakukan, yaitu memberitakan Injil.
Memang ada orang yang dipanggil dan dikaruniai oleh Roh Kudus secara khusus untuk tugas ini, namun semua orang Kristen wajib melaksanakan tugas suci ini, sesuai kesempatan yang diberikan kepadanya.
Memberitakan Injil bukan berarti kita harus pergi ke suatu tempat atau negara tertentu untuk menjadi misionaris di sana . Memberitakan Injil dapat kita lakukan dalam kehipan kita sehari-hari. Lewat kesempatan-kesempatan yang Tuhan buka untuk membawa seseorang dating kepada Tuhan seperti pengalaman saya di atas. Memberitakan Injil juga bisa kita lakukan melalui sikap hidup kita sehari-hari. Bagaimana kita menjadi garam dan terang dunia. Supaya melalui hidup kita, orang-orang di sekeliling kita dapat melihat Allah dan rindu mengenal Allah.
Saya pernah merenungkan, seandainya semua orang Kristen di seluruh dunia hidup dalam integritas sesuai dengan standart Alkitab, pasti akan jauh lebih banyak orang yang mau percaya kepada Yesus. Karena mereka melihat perbedaan orang-orang Kristen dengan orang dunia. Namun sayangnya banyak orang Kristen yang hidup dengan standart dunia, bahkan lebih buruk dari orang dunia. Sehingga hidup mereka bukan menjadi kesaksian, melainkan batu sandungan.
Yang ke dua, kita memberitakan Injil karena kasih kepada jiwa-jiwa. Yesus memberi perintah supaya kita mengasihi sesama kita, seperti Dia mengasihi kita. ( Yohanes 13:34 ) Dan berita Injil adalah hal terbaik yang bisa kita berikan kepada sesama sebagai bukti kasih kita. Tidak ada hal lain yang lebih menyedihkan dari pada hukuman kekal di neraka, karena itu, tidak ada hal lain yang lebih baik bisa kita berikan kepada orang lain selain berita keselamatan di dalam Yesus Kristus.
Berbicara tentang “kesempatan terakhir”, saya juga ingin menghimbau kepada Anda yang pernah belum mendengar tentang Yesus. Atau Anda sudah pernah mendengar tentang Yesus, namun Anda belum mengenalNya dan menerima Dia sebagai Tuhan dan Juru Selamat secara pribadi. Mungkin seperti gadis teman saya itu. Ada seseorang yang pernah memberitakan Yesus kepada Anda, namun Anda menolaknya.
Atau Anda sudah pernah mengenal Yesus. Mungkin Anda lahir dari sebuah keluarga Kristen, namun belum pernah berkomitmen kepada Yesus. Mungkin juga Anda dulu pernah bersungguh-sungguh mengikut Yesus, namun karena suatu hal yang membuat Anda kecewa, sekarang Anda sedang menjauh dariNya.
Saudara, jika Anda adalah orangnya, saat ini saya mengajak Anda untuk membuka hati Anda, menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juru Selamat Anda, karena mungkin ini adalah kesempatan terakhir bagi Anda untuk mengenal Yesus. Alkitab berkata: Sebab itu, seperti yang dikatakan Roh Kudus: “Pada hari ini, jika kamu mendengar suaraNya, janganlah keraskan hatimu seperti pada kegeraman.” ( Ibrani 3:7-8 )
Yesus sangat mengasihi Anda. Dia rela mati untuk menebus dosa-dosa kita. Perbuatan baik kita tidak dapat menyelamatkan kita, karena perbuatan baik kita tidak dapat memenuhi standart kekudusan Allah, sebab kita adalah manusia yang memiliki hakekat untuk berbuat dosa. Hanya pengampunan di dalam Yesuslah yang sanggup menyelamatkan kita. Dan keselamatan tidak ada di dalan siapapun juga selain di dalam Dia ( Yesus ), sebab di bawah kolong langit ini tidak ada nama lain yang diberikan kepada manusia yang olehnya kita dapat diselamatkan. ( Kisah Para Rasul 4:12 )
Jika saat ini Anda rindu menerima Yusus sebagai Tuhan dan Juru Selamat. Anda dapat membuka hati Anda dan mengucapkan doa berikut ini: “Tuhan Yesus, aku mengundang Engkau ke dalam hatiku, menjadi Tuhan dan Juru Selamatku. Aku mengaku adalah orang berdosa yang tidak dapat menyelamatkan diriku sendiri. Ampunilah segala dosaku, dan aku terima anugerah keselamatanMu. Di dalam nama Yesus aku berdoa. Amin”
Jika Anda sudah mengucapkan doa tersebut dengan sepenuh hati, percayalah Anda sudah menerima hidup kekal di dalam Dia. Teruslah membangun hubungan dengan Yesus melalui doa dan membaca firman Tuhan. Mintahlah agar Roh Kudus membimbing Anda kepada komunitas gereja yang tepat supaya Anda dapat bertumbuh dan semakin mengenal Yesus. Selamat datang dalam keluarga Allah!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar